Monday, February 8, 2016

RIbuan Pencari Pekerja Serbu Sumitomo Batam

Pencari Kerja di Batam Membludak, Disinyalir Imbas dari PHK Massal di Jawa

Jumlah pencari kerja (pencaker) di Batam meningkat.‎Selain menurunnya orderan perusahaan industri di Batam yang menyebabkan banyaknya PHK, angka pencaker juga datang dari PHK massal dari Jawa sehingga sebagian menyerbu Batam.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Pemko Batam, Gintoyono, yang ditemui di gedung DPRD, Jumat (5/2/2016) mengatakan sebelumnya dia menerima kiriman foto ribuan pelamar mengantri di salah satu perusahaan di kawasan Batamindo, Mukakuning.

Perusahaan tersebut sedang membuka lowongan untuk perluasan usahanya. Namun yang mengejutkan, jumlah pekerja yang ingin melamar sangat banyak. Mereka berdesak-desakan untuk ikut memasukkkan lamaran kerja.‎

"Tadi saya dapat juga fotonya. Tapi persoalannya, apakah itu pekerja yang di PHK dari perusahaan di Batam atau pekerja yang datang dari Jakarta dan daerah lain akibat PHK besar-besaran seperti di Jawa, itu kita belum tahu," ujar Gintoyono.

Di tempat yang sama, Sekretaris Komisi ‎IV DPRD Batam yang membidangi tenaga kerja, kesehatan dan pendidikan, Udin P Sihal‎oho mengatakan, peningkatan pencaker Batam, karena industri yang banyak lesu.
Namun disisi lain tidak ditampik kalau dampak penutupan perusahaan elektronik Jepang di Jawa juga bisa berimbas pada peningkatan pencaker Batam.

"Banyak alasan yang melatarbelakangi itu. Mulai dari imbas tutup perusahaan elektronik di Jakarta. Jatuhnya harga minyak dunia, iklim investasi yang dipandang investor kurang begitu meyakin, menjadi faktor lain," tutur Udin P Sihaloho.

http://batam.tribunnews.com/2016/02/05/pencari-kerja-di-batam-membludak-disinyalir-imbas-dari-phk-massal-di-jawa


Ribuan Pelamar Kerja Serbu PT. Sumitomo

Ribuan pelamar kerja dari berbagai perjuru Batam menyerbu PT. Sumitomo yang berlokasi di kawasan Industri Batamindo, Muka Kuning, Sei Beduk, sejak Jum’at (05/02) pagi.

Pantaun keprinet.com, pelamar kerja memadati pintu tiga kawasan Industri Batamindo. Sejak pukul 08.00WIB, pelamar sudah memenuhi depan gerbang perusahaan tersebut untuk menyerahkan surat lamaran pekerjaan.

Anto(23), mengatakan, meskipun dirinya sudah kerja di kawasan Industri Panbil, namun dirinya tetap ikut antri memasukan lamaran kerja lantaran perusahaan tempatnya berkarja saat ini tidak ada uang lemburnya (oti).

“Saya dengar dari kawan, kalau di PT. Sumitomo ini banyak otinya. Kalau gak di terima ya sudah, yang penting kita kan berusaha. Ya, cari yang bisa menghasilkan uang banyak lah,”ungkap warga Sagulung ini.

Security PT. Sumitomo, Valentinus Pulo menjelaskan, kondisi seperti itu sudah biasa dihadapinya setiap ada pembukaan lowongan pekerjaan. “Informasinya, Selasa (09/02) nanti ada pembukaan lowongan kerja lagi di sini. Yang penting kalau memarkirkan kendaraan yang tertib, mengunci stang dan kunci tambahan,” imbuhnya.

http://keprinet.com/2016/02/05/kepri/batam/ribuan-pelamar-kerja-serbu-pt-sumitomo/


Ribuan Pencaker Serbu PT Sumitomo

Ribuan pencari pekerjaan (pencaker) menyerbu komplek PT Sumitomo Wiring System Batam, Indonesia, di Batamindo Industrial Park (BIP) Mukakuning, Jumat (5/2) pagi. Informasinya, perusahaan elektronik tersebut membuka lowongan untuk 80 orang. Pantauan di lapangan, para pencaker berdesak-desakan di gerbang perusahaan menunggu antrean untuk memasukkan lamaran. Bahkan ruas jalan di depan PT Sumitomo sempat dibuat macet.

Arya (22) salah satu pencaker mengaku sudah berada di PT Sumitomo sejak pukul 06.00 WIB. Sayangnya, lamaran Arya ditolak, lantaran pelamar laki-laki akan diterima lamarannya pada Selasa (9/2) pekan depan.

"Padahal sudah berharap sekali, sampai rebutan tadi. Malah yang diambil lamarannya yang cewek dulu hari ini, kemudian Selasa-nya baru lamaran cowok ditampung," kata pria yang sudah menganggur enam bulan ini.

Kekecewaan juga disampaikan Yanti (22), pencaker dari Batam centre. Pasalnya selain telah berdesak-desakan, wanita yang sudah menganggur tiga bulan ini tak sempat memberikan lamarannya. Dia mengaku setiap hari berkeliling untuk mencari lowongan, bahkan Pujasera Batamindo sudah termasuk menjadi rumah kedua baginya.

"Kirain banyak tadi yang diambil. Udah capek-capek, tapi udahlah yang penting usaha, pasti dapat nanti. Memang, sulit cari kerja sekarang," ujarnya sambil menyemangati dirinya.

Amin (38), seorang petugas keamanan PT Sumitomo mengatakan, ribuan pencaker ini sudah sejak pagi memadati komplek. Bahkan, untuk menerima surat lamaran itu, sekuriti kewalahan lantaran banyak pencaker yang langsung menodongkan surat lamaran itu.

Dalam pengamanan para pencaker itu, Amin mengatakan mereka tidak ada kendala. Semua surat lamaran itu selalu ditampung. Sampai saat ini sudah 600 orang mendaftar.

"Kebetulan hari ini adalah hari Jumat, kita pun membatasi lowongan kerja ini. Kita hanya buka sampai pukul 12.00 WIB,. Untuk penerimaan laki-laki jatuh pada hari Selasa, pekan depan," katanya kepada awal media. (ded)

http://www.haluankepri.com/batam/87366-ribuan-pencaker-serbu-pt-sumitomo-.html


Ribuan Pelamar Serbu PT Sumitomo Batam

Sekitar seribuan orang pencari kerja menyerbu PT Sumitomo Wiring System Indonesia di Kawasan Industri Batamindo, Mukakuning, Batam, Kepulauan Riau, Jumat (5/2/2016). Padahal PT Sumitomo membuka lowongan hanya untuk 80 orang pekerja untuk bagian operator.

Perusahaan tersebut diketahui memproduksi harner kabel untuk peralatan otomotif dan elektrik.

Tampak ribuan orang itu berdesak-desakan di depan perusahaan sejak pagi, sebelum perusahaan itu buka.

Sejumlah warga Batam heran dengan kondisi demikian. Mereka tak menyangka, kendati lowongan yang tersedia, namun pelamar mencapai ribuan orang.

“Padahal lowongannya kalau nggak salah cuma 80 orang,” ujar seorang warga, Jumat (5/2/2016).

Hingga pagi tadi masih terlihat ribuan orang tersebut menyerahkan lamaran. Mereka rata-rata masih lulusan SMA dan sederajat.

Belakang isu mengenai PHK gencar terdengar. Sejumlah perusahaan besar di Jakarta mulai melakukan PHK terhadap sejumlah pekerja.

http://batamnews.co.id/berita-10821-ribuan-pelamar-serbu-pt-sumitomo-batam.html

No comments:

Post a Comment

Related Posts