Tuesday, May 28, 2013

Panbil Mall


Panbil Mall adalah salah satu pusat perbelanjaan di Batam. Mal ini didirikan pada tahun 2008. Mal ini terdiri dari 3 lantai dengan penyewa - penyewa yang sudah terkenal sebagai perusahaan besar baik skala nasional maupun internasional.

Di mal ini terdapat beberapa cabang franchise seperti Ramayana Department Store untuk memenuhi kebutuhan warga Batam dan sekitarnya.

wikipedia.org

Lucky Plaza Batam


Hp, PDA, Smartphone merk terbaru yang belum masuk secara resmi ke Indonesia terkadang sudah ada di Batam. Harganya murah, bahkan jika beruntung, kamu dapat membeli Hp bekas dengan kualitas yang 90% dengan harga 3/4 dari harga barunya.

Datang aja ke LUCKY PLAZA yang terletak di kawasan Nagoya. Semua orang Batam tahu, kalo di LUCKY PLAZA tempatnya mencari HAPE MURAH MERIAH. Segala jenis hape ada disitu.

Jika ngga ketemu jenis hape yang ingin kamu beli, request aja ke salah satu toko disitu.
Kalau ada yang menyanggupi, mungkin harganya agak tinggi. Waktu tunggu mungkin bervariasi antara 1 s/d 2 minggu.

Ini hanya berlaku buat kamu yang tidak peduli dengan yang namanya GARANSI, segala sesuatu yang berhubungan dengan RESMI dan juga KELENGKAPAN PRODUK.

Barang tanpa GARANSI di Batam disebut barang BE-EM alias Black Market.

Sebenarnya, GARANSI tetap ada. Cuma yang diberikan bukan GARANSI RESMI, melainkan GARANSI TOKO. Jadi jika hape yang kamu beli bermasalah, silahkan datang kembali ke TOKO tempat kamu membeli hape tersebut.

Untuk Hape baru BE-EM, biasanya garansi cuma seminggu. Sedangkan untuk Hape seken (bahasa Batam untuk bekas) biasanya cuma 3 hari.


kebatam.wordpress.com

Nagoya Hill Shopping Centre


Nagoya Hill Shopping Center mal Batam terbaru. Mall Ini mulai membuka pintunya pada tahun 2007 dan memiliki 4 lantai toko-toko ritel.

Tingkat bawah -

Hypermart menjual hampir segala sesuatu, dan itu cukup murah dengan makanan ringan, roti untuk membuat Anda sibuk setidaknya untuk satu atau dua jam. Di lantai yang sama ke kiri setelah keluar supermarket adalah toko-toko eceran yang menawarkan aksesoris handphone dan gadget, komputer, kantor dan peralatan rumah.

Tingkat 1 -

Arcade Makanan di lantai dasar memiliki variasi restoran untuk dipilih. Ada Godiva, PIZZA HUT Restoran, Restoran Cina dan sebuah restoran lokal yang menyajikan nasi padang dengan tempat duduk outdoor indoor dan tertutup.

Apabila mengunjungi Aksesori INDEX untuk kitchenweare, rumah dan perabotan kantor di mana mereka memiliki stasiun bermain anak-anak untuk membuat mereka sibuk saat Anda berbelanja.

Tingkat 3 -

Jika Anda memiliki waktu luang, mengapa tidak menangkap film yang baik di Cinema 21. Jangan khawatir, ada 3 hotel yang terletak dalam jarak berjalan kaki ke mal adalah: Nagoya Plasa, iHotel & Puri Gardens.

Hotel terdekat dengan taksi:

  • Novotel & Goodway, Harmoni, Novotel, Pacific Palace, Puri Gardens - 10 menit
  • Golden View Hotel: 25 menit
  • Holiday Inn & Harris Resort: 40 menit
  • Turi Beach & Batam View: 40 menit

Sumber : wisata-batam-kota.blogspot.com

Mega Mall Shopping Centre



Mega Mall adalah salah satu pusat perbelanjaan terbesar terletak tepat di seberang Terminal Ferry Batam Center - menggunakan jembatan penyeberangan pada tingkat 2 (di mana imigrasi check in) - untuk memulai pengalaman belanja Anda!



Mal ini mencakup 5 lantai dan itu dikemas dengan apparrel fashion, barang elektronik dan toko furnitur. Barang-barang bermerek bisa dibeli dari sebagian besar toko dengan harga yang baik. Penjualan diadakan secara berkala sepanjang tahun, khususnya selama bulan Ramadhan dan periode Natal & Tahun Baru Cina.

Lantai dasar adalah rumah bagi Hypermart, salah satu supermarket terbesar yang menjual berbagai item. Ia juga menawarkan berbagai macam kue dan roti yang disiapkan segar, setiap hari.

Restoran dan outlet makanan ringan yang tersebar di seluruh mal yang menawarkan bahasa Indonesia, cruisine Asia dan Barat atau kunjungi foodcourt yang terletak di lantai 5 yang memiliki pemandangan laut ... bagus ..

Terletak di lantai 4 adalah XXI Cineplex Film Teater, yang memiliki 6 ruang screening dan menunjukkan film-film terbaru. Patronised oleh penduduk setempat, tetapi jika Anda punya waktu luang, coba bioskop di Nagoya Hill Shopping Centre.

Mal ini sangat ideal sebagai lalu-singgah untuk berbelanja pada saat check out atau pada saat kedatangan. 

Hotel terdekat dengan taksi:

  • Goodway, Harmoni, Novotel, Pacific Palace, Puri Gardens - 10 menit.
  • Golden View Hotel: 25 menit
  • Holiday Inn & Harris Resort: 40 menit
  • Turi Beach & Batam View: 40 menit
  • Hotel Haris : 3 menit (jalan kaki)

Sumber : wisata-batam-kota.blogspot.com

DC Mall (Diamond City)


Diamond City Mall, atau lebih dikenal sebagai DC Mall, terletak di Nagoya. Ini adalah mal kelas menengah dengan cukup banyak toko. 60% dari Pakaian, aksesoris fashion adalah pakaian tradisional. Mal ini juga memiliki toko ritel yang mengkhususkan diri dalam pakaian tradisional Indonesia (batik) seta baju baju moeslem.


Ada berbagai macam toko-toko eceran yang menjual computer baru maupun bekas.Dimall ini juga memiliki sebuah supermarket yang sering dikunjungi oleh penduduk setempat.

Hotel terdekat dengan taksi:
  • Novotel & Pacific Palace - 5 menit
  • Goodway, Harmoni, Novotel, Pacific Palace, Puri Gardens - 10 menit.
  • Golden View Hotel: 25 menit
  • Holiday Inn & Harris Resort: 40 menit
  • Turi Beach & Batam View: 40 menit

Sumber : wisata-batam-kota.blogspot.com

BCS Mall - Batam City Square



Level bawah tanah -

Handphone & komputer aksesoris, peralatan rumah tangga dan beberapa restoran.

Tingkat 1 -

Beberapa Mesin ATM sesuai yang Anda inginkan - Ya, Anda dapat menggunakan Kartu ATM lokal Anda untuk menarik uang tunai (Rupiah). Ada juga banyak tempat Makan di setiap tingkatan. Jangan lupa untuk top-up bar mini Anda untuk makanan ringan dan minuman di Supermarket. Anda menemukan beberapa penukaran uang yang menawarkan cukup tingkat yang baik dibandingkan dengan Singapura.

Tingkat 2 -

Ada toko buku - restoran. Jangan lupa untuk mengunjungi GOLDEN TRULY, 3-tingkat toko yang membawa nama merek pakaian  dan seringmemberikan 'hadiah voucher juta rupiah storewide diskon sepanjang tahun.

Tingkat 3 -

Ada toko jual DVD dan berbagai console games serta restaurant 

Untuk yang suka petualangan,anda bisa sampai ke lantai 4 - ada hiburan keluarga di arena permainan, bowling, bioskop 21 dan KTV di mana Anda bisa bernyanyi-hati Anda keluar selama 2 jam disana hanya Rp60, 000 (SGD8.00 mengecualikan minuman tentu saja)

Hotel terdekat dengan taksi:

  • Hotel 89, Ozon - 5 menit
  • Goodway, Harmoni, Novotel, Pacific Palace, Puri Gardens - 10 menit.
  • Golden View Hotel: 25 menit
  • Holiday Inn Resort & Harris: 40 menit Turi Beach & Batam View: 40 menit

Sumber : wisata-batam-kota.blogspot.com

Tuesday, May 21, 2013

Sejarah Kota Batam


Menurut sejarah, pengembangan Pulau Batam dapat dilihat pada tiga periode yang berbeda yakni periode masa lampau, periode pendudukan kolonial dan periode globalisasi. Perkembangan pulau Batam awalnya berasal dari Pemerintahan Kesultanan yang sekarang telah berbaur dengan Republik Singapura dan kerajaan Malaysia yang terlebih dahulu menganut paham moderat.

Sejarah pulau Batam dapat ditelusuri ketika pertama kali Bangsa Mongolia dan Indo-Aryans pindah dan menetap di kerajaan Melayu sekitar tahun 1000 M atau sebelum kerajaan Islam Malaka dan Bintan muncul serta saat datangnya Pemerintahan Kolonial Eropa yang diprakarsai oleh bangsa Portugis, Belanda dan Inggris. 

Sejak tahun 1513 M, pulau Batam dan Singapura telah menjadi bagian dari kesultanan Johor. Penduduk pulau Batam sendiri berasal dari orang Melayu atau yang lebih dikenal dengan orang Selat atau orang Laut. Mereka menempati wilayah tersebut sejak zaman kerajaan Temasek atau paling tidak dipenghujung tahun 1300 M (awal abad ke-14). 

Referensi lain menyebutkan, pulau Batam telah dihuni orang Laut sejak 231 M.
Ketika Singapura dinamai Temasek yang dikelilingi oleh perairan, wilayah ini telah dijadikan sebagai pusat perdagangan yang dikuasai oleh Temanggung Tempatan (pemimpin wilayah).

Akibat dari pesatnya perdagangan tersebut membuat kerajaan Melayu Johor, Penyengat serta Lingga/Daik menjadi kuat dan mereka memperluas daerah kekuasaan sampai ke kawasan Malaka. Bukan itu saja, pulau Sumatera Bagian timur juga menjadi bagian dari kekuasaan mereka. sampai akhirnya datang bangsa Belanda dan Inggris pada tahun 1824 M, yang kemudia mengambil alih tampuk kekuasaan sekaligus menjadi daerah jajahannya dan muncullah paham politis yang baru. 

Di abad ke-19, persaingan antara Inggris dan Belanda amatlah tajam dalam upaya menguasai perdagangan di perairan Selat malaka. Bandar Singapura juga maju pesat, mengakibatkan Belanda dengan berbagai cara ingin menguasai perdagangn Melayu dan aktivitas lainnya yang melewati kawasan tersebut. Terjadilah penyusupan tersembunyi yang dilkukan oleh pedagang Singapura. hal ini sangat menguntungkan pulau Batam yang berdekatan dengan Singapura sebagai tempat bersembunyi dari gangguan patroli Belanda.

Pada 17 Maret 1824, Pemerintah Inggris Baron Fagel dari Belanda menandatangani perjanjian London (Anglo-Deutch Tractate berisi : Belanda mengaku kedudukan Inggris di Malaka dan Singapura, sementara itu Bencoolen (Bengkulu, Sumatera) menjadi kekuasaan Belanda sekaligus menguasai kepuluan Riau).

Setelah kerajaan Melayu Riau yang berpusat di Lingga berpisah dari Johor, maka yang dipertuan besar bergelar Sultan membagi wilayah administrasi pemerintahan dalam kerajaan Melayu Lingga-Riau menjadi tiga bagian. Yakni kekuasaan Sultan di Daik Lingga, Yang Dipertuan Muda di Penyengat dan Tumenggung di Bulang. Ketiga wilayah ini menjadi satu kesatuan yang utuh dalam menjalankan roda pemerintahan. namun secara umum yang menjadi titik sentral dalam menjalankan roda pemerintahan di kerajaan Melayu dipegang Yang Dipertuan Muda yang berkedudukan di Penyengat.

Batam sendiri saat itu, merupakan wilayah kekuasaan Tumenggung, Tumenggung yang pertama di Bulang bergelar Tengku Besar. Sementara yang menjadi Tumenggung terakhir adalah Tumenggung Abdul Jamal. Sebagai pusat kekuasaan dan yang menjalankan roda pemerintahan, pada tahun 1898, Yang Dipertuan Muda yang berpusat di Penyengat, mengeluarkan sepucuk surat yang ditujukan kepada Raja Ali Kelana bersama seorang saudaranya untuk mengelola pulau Batam. bekal surat itulah, Raja Ali Kelana kemudia mengembangkan usahanya di pulau Batam. Slaah satunya mendirikan pabrik batu bata.

Pada tahun 1965 Temasek melepaskna diri dari Federasi Malaysia (1963-1965) untuk menjadi negara Singapura yang bebas. Pada awal kemerdekaan Indonesia tahun 1945 hingga 1957, Tanjung Pinang dinobatkan sebagai pusat pemerintahan dan bisnis di bagian Timur Sumatera. Tanjung Pinang kemudian ditetapkan sebagai ibukota propinsi Riau yang kemudian diikuti oleh Pekanbaru yang terletak di Sumatera. Semenjak itu, Tanjung Pinang resmi menjadi ibukota Kabupaten Kepuluan Riau yang melingkupi 17 kecamatan termasuk di antaranya pulau Batam.

Untuk jangka panjang, belum ada pulau lain secara relatif bisa berkembang seperti Pulau Batam yang terus mengalami pembangunan yang sangat pesat. Padahal secara turun temurun, Belakang Padang adalah kota besar dan Batam hanya suatu tempat yang hanya dijadikan sebagai destinasi kedua setelah Belakang Padang. Tahun 1957 Pulau Buluh menjadi satu kesatuan dengan pulau Batam dan menjadi bagian dari Belakang Padang sekitar tahun 1965. Sementara pada tahun 1971, dengan keputusan Presiden No. 74 / 1971, Pemerintah pusat mengumumkan secara resmi bahwa pulau Batam sebagai suatu zona industri.

Pulau Batam yang merupakan bagian dari Propinsi Riau memiliki banyak nilai tambah. Dengan modal jalur pelayaran internasional serta jarak dengan negara Singapura hanya 12.5 mil laut atau sekitar 20 Km, maka untuk memacu perkembangan di wilayah nusantara dari semua aspek kehidupan, khususnya dibidang ekonomi, maka Pemerintah Indonesia mengembangkan Pulau Batam menjadi Otorita pengembangan Daerah Industri Pulau Batam (OPDIPB).

Sumber : pn-batam.go.id

Sejarah Pulau Batam

Batam merupakan salah satu pulau yang berada di antara perairan Selat Malaka dan Selat Singapura. Tidak ada literatur yang dapat menjadi rujukan dari mana nama Batam itu diambil. 

Pulau Batam merupakan sebuah pulau besar dan 329 pulau yang ada di wilayah Kota Batam. Satu-satunya sumber yang dengan jelas menyebutkan nama Batam dan masih dapat dijumpai sampai saat mi adalah Traktat London (1824). 

Penduduk asli Kota Batam diperkirakan adalah orang-orang Melayu yang dikenal dengan sebutan Orang Selat atau Orang Laut. Penduduk ini paling tidak telah menempati wilayah itu sejak zaman kerajaan Tumasik (sekarang Singapura) dipenghujung tahun 1300 atau awal abad ke-

14. Malahan dan catatan lainnya, kemungkinan Pulau Batam telah didiami oleh orang laut sejak tahun 231 M yang di zaman Singapura disebut Pulau Ujung. Pada masa jayanya Kerajaan Malaka, Pulau Batam berada di bawah kekuasaan Laksamana Hang Tuah. 

Setelah Malaka jatuh, kekuasaan atas kawasan Pulau Batam dipegang oleh Laksamana Hang Nadim yang berkedudukan di Bentan (sekarang P. Bintan). Ketika Hang Nadim menemui ajalnya, pulau ini berada di bawah kekuasaan Sultan Johor sampai pada pertengahan abad ke.18. 

Dengan hadirnya kerajaan di Riau Lingga dan terbentuknya jabatan Yang Dipertuan Muda Riau, maka Pulau Batam beserta pulau-pulau lainnya berada di bawah kekuasaan Yang Dipertuan Muda Riau, sampai berakhirnya keraj aan Melayu Riau pada tahun 1911.

Di abad ke-18, persaingan antara Inggris dan Belanda amatlah tajam dalam upaya menguasai perdagangan di perairan Selat Melaka. Bandar Singapura yang maju dengan pesat, menyebabkan Belanda berusaha dengan berbagai cara menguasai perdagangan melayu dan perdagangan lainnya yang lewat di sana. 

Hal ini mengakibatkan banyak pedagang yang secara sembunyi-sembunyi menyusup ke Singapura. Pulau Batam yang berdekatan dengan Singapura, amat bermanfaat bagi pedagang-pedagang untuk berlindung dan gangguan patroli Belanda. 

Pada abad ke-18, Lord Minto dan Raffles dan kerajaan Inggris melakukan Barter dengan pemerintah Hindia Belanda sehingga Pulau Batam yang merupakan pulau kembar dengan Singapura diserahkan kepada pemerintah Belanda. 

Sumber artikel : pn-batam.go.id
Sumber foto : saudaratua.wordpress.com

Related Posts