Friday, February 2, 2018

Batam Kembangkan Pariwisata Bahari

Sabtu 13 January 2018 03:40 WIB

Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau ingin mengembangkan pariwisata bahari, terutama mengoptimalkan pantai sebagai objek tujuan pariwisata untuk mendongkrak angka kunjungan wisatawan internasional.

"Kami ingin mengembangkan pariwisata di pantai," kata Wali Kota Batam Kepulauan Riau.

Untuk mengembangkan pariwisata di pantai, maka Pemkot perlu memastikan hak pengelolaan di sejumlah pantai. Hal itu mengingat pemegang hak kelola lahan di Pulau Batam adalah Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, bukan Pemkot.

Menurut dia ada beberapa pantai yang potensial untuk dikembangkan di pulau utama dan pulau penyangga. "Ada beberapa pantai, kami siapkan regulasi," kata dia.

Sambil menunggu regulasi untuk mengembangkan pariwisata di pantai, Pemkot Batam kini memperbaiki infrastruktur kota, juga untuk menarik wisman.

Selama ini, kebanyakan wisman, terutama asal Singapura dan Malaysia yang datang ke Batam untuk menikmati wisata dengan berbelanja di tengah kota. Wali Kota menekankan keseriusan pemerintah membangun industri pariwisata, sebagai penyokong ekonomi masyarakat.

Tugas utama pemerintah membangun infrastruktur untuk membuat pelancong nyaman selama berada di kota yang berseberangan dengan Singapura dan Malaysia itu.

Ia mengaku pemerintah belum menyelenggarakan acara khusus untuk mendatangkan wisman, karena fokus utama masih untuk memperbaiki infrastruktur. "Pembenahan jalan utama dan jalan alteri. Acara apa pun yang mau ditampilkan, kalau kota jelek, bagaimana. Seperti menyuruh orang ke rumah saya, rumahnya harus cantik, wangi dulu," kata dia.

Wali Kota juga mempersilahkan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas Batam, bila ingin menyelenggarakan kegiatan penarik wisman. Menurut dia, tidak penting siapa yang menyelenggarakan kegiatan, karena yang diuntungkan adalah masyarakat Batam.

Namun, Wali Kota mengingatkan agar menyelenggarakan kegiatan untuk wisatawan domestik dan wisatawan manca negara, bukan untuk lokal Batam. "Kalau hanya mendatangkan orang lokal, uang tidak masuk," kata dia.


Sumber :
http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/18/01/12/p2fvn7284-batam-kembangkan-pariwisata-bahari

Dentuman Misterius di Batam

Dentuman misterius di Batam, BMKG tak bisa pastikan itu apa
Senin, 29 Januari 2018 13:26 WIB

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim, Batam, belum memastikan penyebab dentuman disertai goncangan yang terjadi di Pulau Batam, Senin.

"Itu bukan gempa, juga bukan petir. Untuk sementara kami belum memastikan itu apa," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Hang Nadim Batam, Suratman.

Namun, kata dia, kemungkinan bunyi disertai goncangan itu sama dengan yang terjadi beberapa waktu lalu.

Hari ini warga kota di barat Indonesia itu dikagetkan oleh bunyi dentuman dan goncangan secara bersamaan.

"Tadi kami memang merasakan goyang sekejap, sekitar pukul 12.00 WIB," kata Kwartya, warga Batam.

Goncangan itu mengagetkan karena terjadi tiba-tiba dan bersamaan.

Seorang warga Batam lainnya bernama Habibie juga merasakan getaran yang sama.

"Iya, tadi ada goyang," kata Habibie.

Ia berharap aparat berwenang segera mengetahui sumber suara dan getar, serta mengantisipasi bila ada hal mengkhawatirkan dari peristiwa itu.


Sumber :
https://www.antaranews.com/berita/681323/dentuman-misterius-di-batam-bmkg-tak-bisa-pastikan-itu-apa

Sunday, November 5, 2017

UMK Batam 2018

UMK Batam Naik di Tengah Lesunya Perekonomian


Upah Minimum Kota (UMK) Batam mengalami kenaikan 8,71 persen menjadi Rp Rp3.523.427 dari sebelumnya Rp 3.241.125. Peningkatan UMK ini terjadi di tengah lesunya perekonomian.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Sakyakirti mengatakan, kenaikan 8,71 persen UMK Batam merupakan hasil rapat antara pengusaha dan perwakilan serikat pekerja.

"Dan dari hasil kesepakatan, didapatlah angka Rp 3.523.427 atau naik 8,71 persen dari angka UMK sebelumnya Rp3.241.125," kata Rudi, Jumat (3/11/2017).

Rudi, begitu sapaan akrabnya juga mengaku sudah mengajukan kenaikan UMK Batam ke Gubernur Kepri.

"Hasilnya sudah kami sampaikan, apakah sudah diproses atau dipelajari, kami belum tahu. Yang jelas kita tunggu saja hasilnya dari Gubernur," tuturnya.

Sementara itu, Kadisnaker Kepulauan Riau, Togar Napitupulu berharap agar kabupaten/kota menjadikan besaran UMP sebagai salah satu acuan pembahasan UMK.

"Setidaknya dalam menentukan angka UMK, Dewan Pengupahan kabupaten/kota bisa menjadikan acuan angka UMP Provinsi Kepri. Dan diharapkan sudah mengirimkan rekomendasi usulan UMK 2018 sebelum 10 November 2017," katanya.

Tagor juga meminta pemerintah bijak dalam menjalankan aturan. Caranya dengan memerhatikan hak-hak pekerja serta melihat kondisi perekonomian Kepri saat ini, yang hanya tumbuh di bawah 1,04 persen dari triwulan pertama 2017.


Sumber :
http://regional.kompas.com/read/2017/11/03/14293341/umk-batam-naik-di-tengah-lesunya-perekonomian

Friday, August 18, 2017

Jalan Tol di Batam

Pembangunan jalan tol di Batam sepanjang 25 kilometer (km) telah dibahas oleh Wali Kota Rudi  dengan Presiden RI Joko Widodo hal ini telah sesuai keputusan presiden (Kepres) atau Perpres.
Pembangunan jalan tol itu sesuai dengan Perpres Nomor 3 tahun 2016. Dalam peraturan itu, diminta ada trase-trase pembangunan jalan lintas Sumatera untuk memacu pertumbuhan.

Proyek jalan itu akan menelan anggaran sekitar Rp 1,6 triliun.

Jalan tol yang akan dibangun mulai dari Batuampar hingga ke simpang Bandara Hang Nadim dan Simpang Kepri Mall ke daerah Muka Kuning. Pembangunan jalan tol itu memiliki manfaat dari sisi kecepatan akses dan kemudahan berlalulintas. Meskipun ada pemberlakuan tarif di dalamnya.


Rencananyan jalur tol ini dibangun dengan memanfaatkan jalan yang sudah ada, dengan kedua sisi dipergunakan untuk jalur biasa atau jalur lamban. Jadi nantinya mirip  beberapa ruas jalan tol di tengah kota Jakarta, seperti yang melintas di Jembatan Semanggi.

Batam sedang dipersiapkan untuk menjadi kawasan industri. Menuju ke arah itu perlu didukung dengan kelancaran arus transportasi. Baik untuk barang maupun penumpang. Mulai dari pelabuhan Batuampar dan Bandara Hang Nadim menuju kawasan industri yang terdapat di Mukakuning.



Sumber :
http://batam.tribunnews.com/2017/08/10/keren-wali-kota-rudi-sebut-jalan-tol-di-batam-tak-lama-lagi-akan-dibangun-di-sini-lokasinya
http://batam.tribunnews.com/2017/05/09/setelah-jalan-layang-batam-juga-bakal-miliki-jalan-tol-dimana-saja-jalurnya
http://batamnews.co.id/berita-22583-jalan-tol-batam-dibangun-pada-2019-ini-rutenya.html
http://www.jawapos.com/read/2017/05/09/128826/kurangi-kemacetan-pemerintah-siapkan-jalan-tol-di-batam

Wednesday, July 19, 2017

20 Galangan Kapal di Batam Tutup

Miris! 20 Galangan Kapal di Batam Tutup Akibat Merosotnya Pesanan
Merosotnya bisnis perkapalan menyebabkan turunnya permintaan pemesanan kapal baru di Batam. Asosiasi perusahaan shipyard Batam atau Batam Shipyard Offshore Association (BSOA) mencatat, setidaknya  sudah ada 20 galangan industri galangan kapal  tutup karena sepinya pesanan.

"Anggota BSOA itu ada 50, dan 20 perusahaan sudah berhenti produksi," kata Sekretaris BSOA, Suri Teo seperti ditulis Batam Pos (Jawa Pos Group), Minggu (16/4).

Sementara 30 perusahaan lainnya mencoba bertahan karena masih menyelesaikan pesanan kapal di tahun lalu. Sebagian lainnya hanya melakukan perbaikan kapal-kapal kecil. Saat ini, tersisa sekitar 2.500 karyawan yang masih bekrja di industri galangan kapal.

Kondisi suram industri galangan kapal ini diperburuk oleh tarif jasa kepelabuhanan yang melambung. Tarif terbaru  yang dirilis Badan Pengusahaan (BP) Batam dinilai sangat memberatkan. "Untuk melakukan perbaikan kapal saja, para pemilik kapal akan menghitung kembali karena biayanya tinggi," jelasnya.

Ia menjelaskan tarif utama yang dianggap tinggi adalah tarif labuh tambat. "Kalau bisa tarif labuh tambat itu turun agar bisa bersaing dengan tetangga," jelasnya.

Memang untuk tarif kapal berbendera Indonesia masih kompetitif. Namun untuk kapal berbendera asing sangatlah tinggi. "Ya kami ingin tarifnya diturunkan untuk mengundang kapal besar masuk ke Batam," jelasnya.

Ia menjelaskan Malaysia berwacana akan menerapkan tarif labuh tambat nol persen untuk kapal yang akan melakukan perbaikan. "Seharusnya kita bisa lebih dulu menolkan tarif tersebut," jelasnya.

Dengan begitu, maka kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan dunia maritim akan bergerak. "Kru kapal akan isi minyak, air, dan akan berbelanja sehingga ekonomi bisa hidup," ujarnya.

Sedangkan Anggota Tim Teknis Dewan Kawasan (DK) Pelabuhan dan Perdagangan Bebas Batam, Taba Iskandar, mengatakan permasalahan tarif jasa pelabuhan harus didudukkan antara lembaga BP Batam dan para pengusaha pelayaran.

"Masalah ini harus didudukkan secara kelembagaan. Jangan karena dulu ada kebocoran jadi ditimpakan dengan tarif mahal untuk tutup kebolongan tersebut," ujarnya. (leo/nas/JPG)


Sumber :
http://www.jawapos.com/read/2017/04/16/123687/miris-20-galangan-kapal-di-batam-tutup-akibat-merosotnya-pesanan#.WWye4vFDGew.facebook

Monday, June 19, 2017

Batam Dulu dan Batam Sekarang

Batam Dulu

Mencari kerja di Batam pada periode tahun 1990 hingga tahun 2000 masih terbilang mudah. Bahkan para calon pekerja bisa memilih-milih di mana mereka hendak bekerja

“Bahkan sekuriti perusahaan sampai mengejar-ngejar orang yang lewat di depan perusahaan untuk merekrut orang,” ujar seorang warga Batam yang sudah tinggal sejak sekitar tahun 1990-an di Batam.

Bahkan saking mudahnya, para buruh pun dengan gampang berpindah-pindah perusahaan. Tak cocok di perusahaan yang satu, loncat lagi ke perusahaan lain.


Batam Kemudian

Tak heran lantas sejumlah perusahaan di Batam lebih memilih mencari pekerja dari luar Batam. Mendatangkannya melalui pengerah jasa tenaga kerja. Tujuannya agar tidak repot terus-terusan melakukan perekrutan.

Para pekerja yang didatangkan itu untuk kelas operator. Kebanyakan wanita. Mereka kemudian ditampung di mess atau dormitory. Dormitory ini masih bisa  dijumpai di Kawasan Industri Mukakuning.

Namun mengadu nasib di Batam memang tak semudah yang dibayangkan. Kendati banyak peluang namun banyak yang memutuskan kembali pulang. Peluang terbesar di Batam hanya sebatas operator kasar di pabrik-pabrik. Sedangkan tenaga ahli kerap diisi ekspatriat. Kalau pun ada penduduk lokal hanya sedikit.

Belum lagi biaya hidup di Batam yang cukup tinggi. Bahkan hasil survei BPS beberapa tahun lalu biaya hidup di Batam mencapai Rp 6 juta per bulan. Batam juga termasuk kota dengan biaya hidup termahal.

Batam Sekarang

Berbeda kondisinya saat ini. Pengangguran melonjak. Perusahan tutup. Kondisi ekonomi yang tak menentu dan kebijakan pemerintah yang tak pro rakyat semakin membuat kondisi semakin parah.

Bahkan terkadang, lowongan kerja untuk 10 orang saja, bisa diperebutkan ribuan orang. Kondisi ini bisa terlihat di sejumlah kawasan industri di Batam, terutama di Batamindo.

Bahkan ribuan orang yang putus asa dengan hidup di Batam memutuskan balik kampung dan tak kembali lagi. Sejumlah pengusaha juga menjerit. Investasi makin sulit.

Para investor berduyun-duyun berinvetasi ke negara seperti Vietnam dan China. Sudah tak terhitung berapa investor yang mengalihkan investasi ke Vietnam atau pun negeri tirai bambu China.


Sumber :
http://batamnews.co.id/berita-23790-mitos-merantau-ke-batam-bila-anda-tiba-anda-menyesal.html

BJ Habibie Setuju Batam Pisah dari Kepulauan Riau, Jadi Provinsi Istimewa

Sabtu 29 April 2017, 08:55 WIB

Mantan Ketua Otorita Batam BJ Habibie mengaku sangat setuju Batam menjadi provinsi tersendiri atau terlepas dari Kepulauan Riau. Menurut Habibie dengan begitu, Batam bisa menjadi ujung tombak ekonomi Indonesia.

“Saya setuju provinsi istimewa (Batam),” ujar Habibie kepada batamnews.co.id, usai pertemuan dengan pengusaha dari Kadin Provinsi Kepri di Harris Hotel, Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau, Kamis (28/4/2017).

Menurut Habibie, provinsi istimewa itu layaknya seperti DKI Jakarta dari sisi sistem pemerintahannya. “Seperti DKI,” ujar Habibie.

Sumber :
http://batamnews.co.id/berita-22217-bj-habibie-setuju-batam-pisah-dari-kepulauan-riau-jadi-provinsi-istimewa.html?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook#.WUCXiEC5KRE.facebook