Pages

Tuesday, November 25, 2014

4 - 10 Perusahaan di Batam akan Tutup


Badan Pengusahaan Kawasan Free Trade Zone Batam (BP Batam) mencatat ada empat perusahaan tutup sepanjang tahun 2014, sedangkan Disnaker memastikan 10 perusahan.

Perusahaan yang tutup usaha di Batam bergerak dalam bidang industri perkapalan dan elektronik. 10 perusahaan tutup usaha di Batam dan megakibatkan sekitar 3.000 orang kehilangan pekerjaan. Sementara pencari kerja mencapai 14 ribu dan lowongan kerja di 2014 ini hanya tiga ribu.

PT Nidec Seimitsu Batam adalah perusahaan penanaman modal asing asal Jepang yang memproduksi penggerak motor elektronik ke Saigon Hitech Industrial Park, Vietnam. Perusahaan ini sebelumnya bernama PT Sanyo Precision Batam, sebelum akhirnya diambil alih kepemilikan sahamnya oleh Nidec sekitar tiga tahun lalu.

Niksen menjelaskan banyak hal yang mengakibatkan PT Nidec tutup. Aksi demo yang disertai sweeping oleh pendemo terhadap pekerja membuat perusahaan ketakutan. Selain itu, upah yang ditetapkan pemerintah dianggap terlalu tinggi.

Untuk tahap awal, perusahaan mem-PHK-kan pekerja tingkat operator, kemudian supervisor, dan senior supervisor, di antaranya Nikson. Dia juga menjelaskan ada afiliasi PT Nidec yang juga mungkin tutup, yakni PT Nidec Servo dan PT Nidec Sankyo. Jumlah pekerja hampir delapan ribu orang.

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam mencatat, sekitar 3.000 pekerja telah menganggur akibat tutupnya 10 perusahaan galangan kapal di Batam. Menurut Kepala Disnaker Kota Batam, Zarefriadi, kenaikan upah minimum kota (UMK) Batam yang sulit diprediksi manajemen menjadi salah satu alasan 10 perusahan itu hengkang di tahun ini.

Dari awal tahun sampai awal April hanya dua yang dicabut izinnya. Yakni Panasonic Shikoku bergerak di bidang komponen elektronik di Batamindo dan Union Satria bergerak di bidang pengerjaan dan pembentukan logam yang berada di Kara Industrial Park.

Menurutnya, kedua perusahaan tersebut tutup dengan alasan perputaran produk barang-barang produksi yang telah habis masa pakainya. Satunya lagi karena memang odernya sepi, sehingga memilih tutup.


Sumber :
http://batam.bisnis.com/m/read/20140909/11/45293/bp-ftz-batam-disnaker-beda-data-soal-perusahaan-tutup
http://www.tempo.co/read/news/2014/09/17/090607619/Nidec-Seimitsu-Batam-Tutup-4500-Buruh-Di-PHK
http://batamtoday.com/berita47398-10-Perusahaan-di-Batam-Tutup,-3.000-Tenaga-Kerja-Menganggur.html
http://www.haluankepri.com/index.php/iklan/news/images/stories/Berita/2013/Maret2013/10Mar13/news/batam/45124-perusahaan-asing-tutup-bp-batam-belum-tahu.html

Saturday, October 18, 2014

AFTA, Gaji TKA Sama dengan Pekerja Lokal


Tahun 2015 mendatang yaitu saat pemberlakuan Asean Free Trade Area (AFTA) gaji Tenaga Kerja Asing (TKA) akan disamakan dengan tenaga kerja lokal.

Sama nantinya dalam hal penggajian atau upah. Yang membedakan adalah posisi atau jabatan disuatu perusahaan atau instansi mereka bekerja. Patokannya nanti tetap mengikuti UMK di daerah mana mereka bekerja nantinya.

Upaya kota Batam sendiri untuk mempersiapakan jelang datangnya AFTA tahun 2015, melalui Disnaker akan menfasilitasi tenaga kerja Ahli di Batam dengan mengadakan pelatihan melalui BLK nantinya akan diprogamkan seritifikat bertaraf internasional.

Untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja di Batam, kami akan membentuk pelatihan yang menghasilkan sertifikat berstandar Internasional. Kami juga akan terus mengadakan kegiatan bersertifikat tenaga keahlian.

Disnaker kota Batam telah bekerja sama dengan pihak ketiga (lembaga pelatihan) untuk menciptakan tenaga ahli yang bersertifikat internasional.

Dalam AFTA nanti, para TKA tetap dapat menggunakan fasilitas BPJS.

Kalau pekerja asing mayoritas sebelum kerja di Indonesia mereka itu sudah punya jaminan sosial sendiri di negara asalnya.  Kalau mereka tetap ingin ikut jaminan sosial seperti BPJS boleh saja, sifatnya tak diwajibkan tapi tetap bisa jadi peserta. Seandainya tenaga kerja asing itu tak punya asuransi jaminan sosial di negaranya dan bekerja di Indonesia mereka harus ikut BPJS.



Sumber :
http://batampos.co.id

Friday, September 12, 2014

Habibie Usulkan Batam Jadi Provinsi Khusus


Mantan Presiden Bj Habibie mengusulkan Batam dijadikan provinsi khusus, yang mana kepemimpinannya dipegang langsung oleh Gubernur Kepulauan Riau.

Demikian disampaikan Habibie dalam acara silaturahmi bersama Kadin Batam dan pengusaha Provinsi Kepulauan Riau, di Haris Hotel, Batam, Sabtu (28/9/2013).

Dalam waktu dekat, Habibie akan menyampaikan usulan ini ke pemerintah pusat, agar Batam yang dulunya pernah mencapai 25 persen pertumbuhan perekonomian, bisa menggeliat kembali.

Apalagi, Batam merupakan wilayah industri yang strategis, dan berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia.

"Mudah-mudahan sebelum tanggal 7 Oktober 2013, hasilnya sudah bisa saya sampaikan kepada masyarakat Batam," ujar BJ Habibie.

Selain itu, dengan pembentukan provinsi Khusus untuk Batam, setidaknya konsep awal Batam yang dijadikan sebagai kota industri atau kota pusat perekonomian Indonesia, bisa kembali terwujud.

"Bila perlu, Batam membuat lokasi khusus perjudian, sehingga kita bisa banar-benar bersaing dengan negara sebelah," tutur Habibie.

Sumber :
http://www.tribunnews.com

Kepri Minta Dimekarkan, Batam Ingin Jadi Provinsi


DPRD Provinsi Kepulauan Riau akan minta daerah ini dimekarkan menjadi 15 labupaten/kota, sebagai upaya percepatan pembangunan. Sementara itu, DPD Kepri mendukung Batam dijadikan Provinsi Khusus Batam.

"Persoalannya, pembangunan di Kepri mandeg. Ini yang menjadi kendala untuk mempercepat pembangunan. Provinsi Kepri harus melakukan pemerkaran daerah dengan jumlah ideal mencapai 15 kabupaten/kota," kata Wakil Ketua III DPRD Kepri Iskandarsyah, Jumat (17/1).

Selain mempersingkat rentang kendali birokrasi, pemekaran juga akan dapat meningkatkan akses pembangunan yang dilaksanakan pada satu kabupaten/kota.

Dia memberikan contoh, Nusa Tenggara Timur (NNT) yang saat ini sudah mencapai 21 kabupaten/kota. Demikian juga dengan Sumatra Barat yang jumlah kabupaten/kotanya hampir mencapai 17 daerah.

Kabupaten/kota itu, katanya,  adalah Batam Pesisir, Bintan Timur dan Bintan Utara, Kabupaten, Natuna Selatan, dan Kabupaten Nutana Barat. Selain itu daerah lainnya yang layak adalah Tembelan, Kundur, dan Lingga dibagi jadi dua kabupaten.

Di tempat terpisah anggota DPD Kepri Zulbahri mengatakan rencana untuk menjadikan Batam sebagai Provinsi Khusus juga harus secepatnya dilaksanakan, karena warga Batam sudah siap menjadi provinsi baru.

Dia mengatakan Batam sudah memiliki SDM, luas daerah serta jumlah penduduk yang sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Pemekaran Daerah.

"Jika Batam jadi provinsi, justru yang paling diuntungkan itu pemerintah pusat, karena Batam jika dibandingkan daerah lain di Kepri sudah mandiri dan memiliki infrastruktur yang layak sebagai ibu kota provinsi," katanya. (Henri Kremer)

Editor: Asnawi Khaddaf
http://microsite.metrotvnews.com

Monday, August 11, 2014

Ocarina


Ocarina adalah sebuah tempat wisata pantai yang terletak di Pulau Batam, Kepulauan Riau. Tempat wisata ini diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada bulan Januari 2009. Ocarina berada di lahan seluas 40 hektare berada di tepian Teluk Kering, dan komplek perumahan mewah Costarina.

Pembukaan Mega Wisata Ocarina ini diresmikan oleh Presiden SBY pada Januari 2009 dan berhasil mendapatkan 2 penghargaan dari MURI karena pembangunan huruf beton yang berukuran raksasa. Selain itu, bola dunia raksasa juga mendapatkan penghargaan.

Di Ocarina dibangun 30 jenis wahana lain yang dibangun seperti konsep  Giant Wheel dan arena permainan di Ancol. Di sini juga terdapat Kiddy Land yaitu taman rekreasi khusus untuk anak – anak.

Wisata air juga tidak mau ketinggalan. Di sini juga dibangun berbagai wahana air seperti arena tembak – tembakan, sepeda air, dan berbagai fasilitas yang letaknya menghadap langsung ke pantai. Wisata pantai Ocarina dikenal dengan pantainya yang berpasir putih. Di beberapa tempat terdapat bangunan – bangunan toko yang menjual berbagai cinderamata khas Batam.

Pihak pengelola yakin bahwa kawasan MWO sangat potensial untuk menjadi kawasan wisata berkelas internasional. Bahkan, kawasan ini sering mengadakan event bertajuk kesenian internasional. Untuk tiket masuk, Anda hanya perlu membayar RP 5 ribu dan Anda sudah bisa menikmati keindahan Coastarina dan pantainya.

Jika Anda membawa mobil, Anda akan dikenakan tiket masuk seharga Rp 10 ribu. Karena kawasan ini sangat luas, berkeliling dengan cara berjalan kaki tentu akan melelahkan. Untungnya, pihak pengelola telah menyediakan sepeda yang bisa disewa untuk mengelilingi kasawasan ini sepuasnya.


Wahana

Giant Wheel
Giant Wheel dengan garis tengah sekitar 30 meter yang dibangun diatas permukaan laut dengan ketinggian 25 meter dari permukaan laut, sehingga, ketika kita berada di titik puncaknya, akan terlihat seluruh Kawasan Mega Wisata Ocarina, Perumahan Elit Costarina dan pemandangan separuh kota Batam. Giant wheel ini memiliki 16 gondola. Tiap Gondola dapat ditumpangi lima orang dewasa, dan tujuh anak-anak.

Ekstrem Sky runners
Sky Runners terbuat dari aluminium dengan bentuk lengkung dari telapak kaki hingga dengkul dilengkapi dengan pegas dan kaki beralaskan karet. Pengunjung yang menggunakan sepasang alat bantu Sky Runners, dapat berjalan cepat dengan melompat-lompat macam burung unta, bahkan yang sudah mahir dapat berlari bahkan bersalto layaknya bermain atraksi. Saat ini Sky Runners tengah menjadi tren di dunia, seperti di Eropa, Kanada, dan Afrika Selatan.

Wahana air, seperti banana boat, kapal dayung, renang, atau bahkan menyelam.

Kampoeng Indonesia
Kampoeng Indonesia merupakan pusat jajanan yang menjadi pusat wisata kuliner

Kampoeng Seni
Kampoeng seni menjadi pusat oleh-oleh dengan menjual berbagai produk kerajinan dan karya seni.


Sumber ;
http://id.wikipedia.org
http://www.yukpegi.com

Sunday, July 6, 2014

Tol Batam Sepanjang 25 kilometer Senilai Rp1,2-Rp1,6 triliun


Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Batam, akan melakukan koordinasi untuk pembangunan jalur lambat. Ini dilakukan guna menekan angka kecelakaan lalulintas dan kemacetan di ruas jalan-jalan utama.

Salah satu cara untuk membantu di dalam lalulintas dilakukan dengan menambah kapasitas jalan. Misal pelebaran dan pembuatan jalur lambat. Pemko sendiri ada program untuk menambah luas ruas jalan. Kalau ruas jalan arteri yang ada jalur lambat sudah kita koordinasikan. 

Ia menegaskan, Pemko Batam bukan hanya ingin membangun fly over di Simpang Jam hingga Simpang Kabil. Tetapi juga sudah memiliki rencana akan membangun jalan tol.

Dalam pembahasan terakhir lanjutnya, Pemko Batam sudah akan melakukannya pada awal 2015 akan dilakukan persiapan.

Jalan yang dijadikan ruas tol, merupakan jalan-jalan utama yang sudah ada. Di antaranya, jalan Simpang Jam, jalan Simpang Kabil, dan jalan lain yang mengarah ke rute tol.

"Nanti jalan-jalan itu akan kita overlay saja. Standart overlay lima sentimeter. Terus di persimpangan-persimpangan dikasih jalan layang. Jalan layang cuma secukupnya, cukup menghindari perempatan itulah. 

Adapun total anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan keseluruhan jalan tol mencapai Rp1,8 triliun. Setelah selesai, untuk pengelolaan jalan tol, nantinya akan diberikan kepada pihak ketiga.

Tak hanya menunggu Perpres untuk pembangunan jalan tol, BP Batam saat inipun tengah menunggu kepastian dari Kementerian terkait pembangunan Mono Rail Train (MRT)

Badan Pengusahaan Batam menyatakan rencana pembangunan jalan tol antara pelabuhan dan kawasan industri tetap akan dijalankan sebagai salah satu pengembangan fasilitas penunjang status kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas daerah itu.

Pembangunan jalan tol harus segera dimulai terkait langkah pihaknya menambah kapasitas jalan di kota ini sekaligus mempercepat akses barang bagi industri.

Jalan tol juga sebagai solusi kemacetan yang terjadi di Batam akibat terus bertambahnya kendaraan bermotor di kawasan tersebut.

BP Batam sebelumnya menyebutkan untuk membangun jalan tol, dana yang dibutuhkan sebesar Rp1,2 triliun hingga Rp1,6 triliun.

Proyek yang ditargetkan akan dimulai tahun ini dan beroperasi 2016 akan dibangun mulai dari Pelabuhan Batuampar, kawasan industri Mukakuning dan Bandara Hang Nadim. 

Sumber : 
http://batam.tribunnews.com
http://posmetrobatam.com
http://www.antaranews.com

Thursday, April 17, 2014

Batam Kota Transit Turis Asing


Kota Batam Kepulauan Riau dikembangkan menjadi kota perantara bagi wisatawan mancanegara (wisman). Sasaran utamanya adalah wisman dari Malaysia dan Singapura, yang hendak berwisata ke daerah lain di Indonesia dengan transit di Batam sebelum melanjutkan perjalanan.

"Batam tidak lagi menjadi tujuan akhir perjalanan, tapi menjadi tempat transit, pintu masuk ke daerah lain," kata Wali Kota Batam Ahmad Dahlan di Batam, Rabu (16/4/2014).

Akses dari Batam ke Singapura dan Malaysia sangat mudah, yaitu melalui kapal cepat yang tiap jamnya berlayar dari sejumlah pelabuhan internasional. Pelabuhan tersebut di antaranya Pelabuhan Sekupang, Pelabuhan Batam Centre, Pelabuhan Harbour Bay, dan Pelabuhan Nongsa Pura.

Untuk menuju daerah lain di Indonesia dari Batam juga mudah. Batam kini sudah memiliki alur penerbangan ke hampir seluruh kota, terutama di Pulau Sumatera.

"Penerbangan sudah banyak, sudah hampir semua kota di Sumatera memiliki jadwal penerbangan langsung. Bahkan sebentar lagi penerbangan ke Aceh hendak dibuka," kata Ahmad.

Selain itu, untuk daerah di sebelah pantai timur Sumatera, memiliki alur pelayaran tetap dari dan ke Batam. Hal ini dapat mempermudah akses wisatawan yang hendak berkunjung ke Pulau Sumatera.

Menurut Ahmad, pengembangan Batam menjadi kota transit pariwisata akan berdampak positif bagi perekonomian di kota itu. Sementara itu, Pemkot Batam menargetkan jumlah kunjungan wisman ke daerah itu mencapai 1.312.000 orang pada 2014 atau naik lima persen dari target tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam Yusfa Hendri mengatakan berbagai kegiatan nasional yang dilaksanakan di kota itu sepanjang 2014 yang dinilai mampu menyedot perhatian wisman.

Sumber :
http://travel.kompas.com