Pages

Monday, February 8, 2016

RIbuan Pencari Pekerja Serbu Sumitomo Batam

Pencari Kerja di Batam Membludak, Disinyalir Imbas dari PHK Massal di Jawa

Jumlah pencari kerja (pencaker) di Batam meningkat.‎Selain menurunnya orderan perusahaan industri di Batam yang menyebabkan banyaknya PHK, angka pencaker juga datang dari PHK massal dari Jawa sehingga sebagian menyerbu Batam.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Pemko Batam, Gintoyono, yang ditemui di gedung DPRD, Jumat (5/2/2016) mengatakan sebelumnya dia menerima kiriman foto ribuan pelamar mengantri di salah satu perusahaan di kawasan Batamindo, Mukakuning.

Perusahaan tersebut sedang membuka lowongan untuk perluasan usahanya. Namun yang mengejutkan, jumlah pekerja yang ingin melamar sangat banyak. Mereka berdesak-desakan untuk ikut memasukkkan lamaran kerja.‎

"Tadi saya dapat juga fotonya. Tapi persoalannya, apakah itu pekerja yang di PHK dari perusahaan di Batam atau pekerja yang datang dari Jakarta dan daerah lain akibat PHK besar-besaran seperti di Jawa, itu kita belum tahu," ujar Gintoyono.

Di tempat yang sama, Sekretaris Komisi ‎IV DPRD Batam yang membidangi tenaga kerja, kesehatan dan pendidikan, Udin P Sihal‎oho mengatakan, peningkatan pencaker Batam, karena industri yang banyak lesu.
Namun disisi lain tidak ditampik kalau dampak penutupan perusahaan elektronik Jepang di Jawa juga bisa berimbas pada peningkatan pencaker Batam.

"Banyak alasan yang melatarbelakangi itu. Mulai dari imbas tutup perusahaan elektronik di Jakarta. Jatuhnya harga minyak dunia, iklim investasi yang dipandang investor kurang begitu meyakin, menjadi faktor lain," tutur Udin P Sihaloho.

http://batam.tribunnews.com/2016/02/05/pencari-kerja-di-batam-membludak-disinyalir-imbas-dari-phk-massal-di-jawa


Ribuan Pelamar Kerja Serbu PT. Sumitomo

Ribuan pelamar kerja dari berbagai perjuru Batam menyerbu PT. Sumitomo yang berlokasi di kawasan Industri Batamindo, Muka Kuning, Sei Beduk, sejak Jum’at (05/02) pagi.

Pantaun keprinet.com, pelamar kerja memadati pintu tiga kawasan Industri Batamindo. Sejak pukul 08.00WIB, pelamar sudah memenuhi depan gerbang perusahaan tersebut untuk menyerahkan surat lamaran pekerjaan.

Anto(23), mengatakan, meskipun dirinya sudah kerja di kawasan Industri Panbil, namun dirinya tetap ikut antri memasukan lamaran kerja lantaran perusahaan tempatnya berkarja saat ini tidak ada uang lemburnya (oti).

“Saya dengar dari kawan, kalau di PT. Sumitomo ini banyak otinya. Kalau gak di terima ya sudah, yang penting kita kan berusaha. Ya, cari yang bisa menghasilkan uang banyak lah,”ungkap warga Sagulung ini.

Security PT. Sumitomo, Valentinus Pulo menjelaskan, kondisi seperti itu sudah biasa dihadapinya setiap ada pembukaan lowongan pekerjaan. “Informasinya, Selasa (09/02) nanti ada pembukaan lowongan kerja lagi di sini. Yang penting kalau memarkirkan kendaraan yang tertib, mengunci stang dan kunci tambahan,” imbuhnya.

http://keprinet.com/2016/02/05/kepri/batam/ribuan-pelamar-kerja-serbu-pt-sumitomo/


Ribuan Pencaker Serbu PT Sumitomo

Ribuan pencari pekerjaan (pencaker) menyerbu komplek PT Sumitomo Wiring System Batam, Indonesia, di Batamindo Industrial Park (BIP) Mukakuning, Jumat (5/2) pagi. Informasinya, perusahaan elektronik tersebut membuka lowongan untuk 80 orang. Pantauan di lapangan, para pencaker berdesak-desakan di gerbang perusahaan menunggu antrean untuk memasukkan lamaran. Bahkan ruas jalan di depan PT Sumitomo sempat dibuat macet.

Arya (22) salah satu pencaker mengaku sudah berada di PT Sumitomo sejak pukul 06.00 WIB. Sayangnya, lamaran Arya ditolak, lantaran pelamar laki-laki akan diterima lamarannya pada Selasa (9/2) pekan depan.

"Padahal sudah berharap sekali, sampai rebutan tadi. Malah yang diambil lamarannya yang cewek dulu hari ini, kemudian Selasa-nya baru lamaran cowok ditampung," kata pria yang sudah menganggur enam bulan ini.

Kekecewaan juga disampaikan Yanti (22), pencaker dari Batam centre. Pasalnya selain telah berdesak-desakan, wanita yang sudah menganggur tiga bulan ini tak sempat memberikan lamarannya. Dia mengaku setiap hari berkeliling untuk mencari lowongan, bahkan Pujasera Batamindo sudah termasuk menjadi rumah kedua baginya.

"Kirain banyak tadi yang diambil. Udah capek-capek, tapi udahlah yang penting usaha, pasti dapat nanti. Memang, sulit cari kerja sekarang," ujarnya sambil menyemangati dirinya.

Amin (38), seorang petugas keamanan PT Sumitomo mengatakan, ribuan pencaker ini sudah sejak pagi memadati komplek. Bahkan, untuk menerima surat lamaran itu, sekuriti kewalahan lantaran banyak pencaker yang langsung menodongkan surat lamaran itu.

Dalam pengamanan para pencaker itu, Amin mengatakan mereka tidak ada kendala. Semua surat lamaran itu selalu ditampung. Sampai saat ini sudah 600 orang mendaftar.

"Kebetulan hari ini adalah hari Jumat, kita pun membatasi lowongan kerja ini. Kita hanya buka sampai pukul 12.00 WIB,. Untuk penerimaan laki-laki jatuh pada hari Selasa, pekan depan," katanya kepada awal media. (ded)

http://www.haluankepri.com/batam/87366-ribuan-pencaker-serbu-pt-sumitomo-.html


Ribuan Pelamar Serbu PT Sumitomo Batam

Sekitar seribuan orang pencari kerja menyerbu PT Sumitomo Wiring System Indonesia di Kawasan Industri Batamindo, Mukakuning, Batam, Kepulauan Riau, Jumat (5/2/2016). Padahal PT Sumitomo membuka lowongan hanya untuk 80 orang pekerja untuk bagian operator.

Perusahaan tersebut diketahui memproduksi harner kabel untuk peralatan otomotif dan elektrik.

Tampak ribuan orang itu berdesak-desakan di depan perusahaan sejak pagi, sebelum perusahaan itu buka.

Sejumlah warga Batam heran dengan kondisi demikian. Mereka tak menyangka, kendati lowongan yang tersedia, namun pelamar mencapai ribuan orang.

“Padahal lowongannya kalau nggak salah cuma 80 orang,” ujar seorang warga, Jumat (5/2/2016).

Hingga pagi tadi masih terlihat ribuan orang tersebut menyerahkan lamaran. Mereka rata-rata masih lulusan SMA dan sederajat.

Belakang isu mengenai PHK gencar terdengar. Sejumlah perusahaan besar di Jakarta mulai melakukan PHK terhadap sejumlah pekerja.

http://batamnews.co.id/berita-10821-ribuan-pelamar-serbu-pt-sumitomo-batam.html

Thursday, December 31, 2015

Masa Depan Batam

Pemerintah Sibuk Pikirkan Masa Depan Batam yang Mulai Suram

Batam dulu disebut-sebut surga investasinya Indonesia. Tapi kondisi saat ini berubah di mana kegiatan investasi maupun industri di kota Batam menurun, seperti tak ada lagi kegairahan investor membenamkan modalnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, pemerintah masih terus melakukan rapat intensif mengenai nasib masa depan Batam.

"Minggu pertama Desember lalu kami menggelar rapat kabinet terbatas membicarakan masa depan Batam. Ini penting dibahas karena perkembangan Batam tidak lagi sesuai harapan. Jangankan naik, investasi dan industri yang masuk ke kota Batam justru cenderung turun," di Jakarta, Kamis (31/12/2015).

"Kami akan merumuskan usulan apa yang harus dilakukan dengan Batam. Karena Batam itu punya sejarah yang sangat panjang, mulai dirancang 1970, sudah ada berbagai peraturan sudah diterbitkan," paparnya.

Masalah utama di kota Batam terkait sektor ekonominya, Darmin menjelaskan, ada tumpang tindih kewenangan antara Badan Pengelola Batam dengan pemerintah daerah kota Batam, Walikota maupun Gubernurnya.

"Makanya kita akan segera rakor (rapat koordinasi) pada awal Januari 2016 dan minggu keduanya akan kita sampaikan usulan itu ke Presiden untuk kembali dirapatkan. Usulan ini harus menjawab persoalan tumpang tindih dan melihat dalam konteks ekonomi regional menuju MEA. Jadi cari jalan keluarnya, walaupun keputusan bukan di Januari 2016," tuturnya.

Seperti diketahui, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyatakan otorita batam dicabut dengan membubarkan BP Batam, pasalnya negara merugi Rp 20 triliun.

"Dengan adanya otorita, 10 tahun negara kehilangan Rp 20 triliun di perpajakan. Presiden mempertanyakan, bagaimana caranya (agar tidak merugi)," ujar Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo usai melantik Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Riau Nurmantyo di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

Sebagai informasi, detail dari kerugian tersebut antara lain terdiri dari kontribusi bea masuk sebesar Rp 5,8 triliun, pajak pertambahan nilai sebesar Rp 10,7 triliun, pajak penjualan barang mewah sebesar Rp 500 miliar, dan pajak penghasilan Rp 2,8 triliun.

Alhasil, pemerintah memutuskan untuk menghapus otorita Batam per Januari 2016 mendatang. "Otorita Batam per Januari, hapus! Untuk mempercepat investasi," lanjut Tjahjo.


Sumber :
http://bisnis.liputan6.com/read/2402151/pemerintah-sibuk-pikirkan-masa-depan-batam-yang-mulai-suram



Negara Rugi Rp 20 Triliun, Pemerintah Bubarkan BP Batam

Jakarta Pemerintah berencana akan mencabut otorita Batam dengan membubarkan Badan Pengusahaan (BP) Batam yang menjadi otoritas dalam sektor ekonomi di kawasan Batam, Kepulauan Riau. Pembubaran dilakukan karena dianggap ada tumpang tindih kewenangan antara BP Batam dengan Pemerintah Kota Batam.
Pemerintah juga menaksir dengan adanya otorita Batam yang dikelola oleh BP Batam, negara telah merugi setidaknya sebesar Rp 20 triliun.

"Dengan adanya otorita, 10 tahun negara kehilangan Rp 20 triliun di perpajakan. Presiden mempertanyakan, bagaimana caranya (agar tidak merugi)," ujar Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo usai melantik Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Riau Nurmantyo xdi Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Kamis (31/12/2015).

Alhasil, pemerintah memutuskan untuk menghapus otorita Batam per Januari 2016 mendatang. "Otorita Batam per Januari, hapus! Untuk mempercepat investasi," lanjut Tjahjo.

Dengan demikian, di kemudian hari Batam tidak lagi akan bersifat khusus dari sektor ekonomi. Pemerintah akan memperlakukan Batam seperti wilayah lain pada umumnya di Indonesia tanpa mengeluarkan undang-undang.

"Nanti dengan PP (Peraturan Pemerintah) saja. Batam (nantinya) sudah tidak lagi diberlakukan daerah yang terlalu khusus," terang Tjahjo.

Tjahjo kembali menambahkan, jelang penghapusan otorita Batam, termasuk pembubaran BP Batam, lintas kementerian akan melakukan kajian terlebih dahulu.

"Pembahasan dengan Menko Perekonomian dan menteri-menteri terkait minggu lalu, memutuskan perlu studi cepat yang akan selesai pertengahan Januari 2016 mengenai status otorita Batam," sambungnya.


Berubah Status dari Free Trade Zone menjadi Kawasan Eonomi Khusus

Status kawasan perdagangan dan pelabuhan Batam yang semula FTZ (Free Trade Zone) juga akan berganti menjadi KEK (Kawasan Ekonomi Khusus). Dalam surat yang ditandatangani Sekretaris Kabinet Pramono Anung pada 15 Desember lalu mengenai sikap pemerintah terhadap penghapusan otorita Batam dijelaskan bahwa, FTZ telah diawali dengan pembentukan BP Batam melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 65 Tahun 1970

Pada tahun 2000, FTZ memberikan fasilitas bea masuk. Pada saat inilah dimulai keributan dualisme pengelolaan Batam karena Batam menjadi status kota dan menjadi bagian dari provinsi.

Polemik dari status FTZ tidak berhenti sampai di situ, ternyata begitu sulit untuk memberlakukan Batam sebagai area FTZ. Pasalnya, wilayah FTZ harus bebas dari penduduk dan harus dipagari. Sementara, industri sudah tumbuh di tengah kota. Akhirnya ditetapkanlah seluruh pulau Batam dan sebagian pulau Bintan menjadi FTZ. Hal tersebut menyebabkan harga barang mewah di Batam menjadi murah.

Masih dalam surat yang sama, dijelaskan bahwa masalah yang terjadi di Batam adalah tidak adanya pelabuhan. Hal tersebut membuat Batam ketergantungan dengan Singapura untuk keperluan bongkar muat peti kemas.

Kinerja Batam pun dinilai tidak memuaskan yang menyebabkan banyak investor keluar dari Batam. Hal itu ditambah lagi dengan pemicu pembentukan Iskandar Development Region Malaysia yang sudah dibentuk dengan posisi berhadapan dan berseberangan dengan Batam.


Sumber :
http://bisnis.liputan6.com/read/2401959/negara-rugi-rp-20-triliun-pemerintah-bubarkan-bp-batam

Friday, November 13, 2015

Hang Nadim sebagai Bandara Hub Internasional

Ingin Jadi Hub seperti Singapura, Pengelola Bandara Korsel Ingin Kelola Hang Nadim

Perusahaan pengelola bandar udara asal Korea Selatan (Korsel), Incheon International Airport Corporate (IIAC) berkunjung ke BP Batam, Rabu (12/11/2015). Kunjungan ini dalam rangka niatan perusahaan tersebut untuk mengelola Bandara Hang Nadim, khususnya dalam pelayanan kegiatan alih muatan.Perwakilan dari Korea Selatan ini diterima langsung oleh Istono selaku Deputi III Bidang Pengusahaan Sarana Usaha, dan Direktur Humas Promosi, Purnomo Andiantono dan beberapa staff BP Batam.

“Menurut pemikiran mereka akan menjadikan Hang Nadim sebagi bandara hub bertaraf internasional,” ungkap Istono.

Istono mengatakan kunjungan dari Korsel ini merupakan kunjungan yang ketiga kali. Dan ini masih dalam tahap penjajakan. Nantinya jika Incheon mengembangkan Bandara Hang Nadim, mereka akan menggunakan biaya sendiri.

“Mereka tadi memaparkan rencana dari aspek ukuran, teknis pengelolaan finansial. Kita belum bicara hasil kajian. Semuanya masih rencana mereka,” kata Istono.

Menurut Istono selain Incheon, Angkasa Pura juga berminat mengelola Bandara Hang Nadim. Dimana, jika Incheon lebih menginginkan Hang Nadim dikelola untuk Hub internasional, Angkasa Pura lebih meningkatkan pelayanan untuk penerbangan domestik.

“Antara Incheon dan Angkasa Pura, sudut pandangnya berbeda. Incheon berbicara soal pengembangan taraf internasional, sedangkan angkasa pura tidak, domestik saja,” tambah Istono.

BP Batam mendorong untuk mengkerjasamakan pengelolaan Hang Nadim yang saat ini di bawah badan usaha bandar udara (BUBU), kepihak ketiga, tujuannya adalah peningkatan pelayanan. Selain itu, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan Hang Nadim.

“Kalau mereka yang mengelola, kita harapkan akan menghasilkan lebih besar pendapatan. Kalau tidak lebih menguntungkan, ngapain kita kerjasama. Demikian juga dengan pelayanan, tentu harus meningkat dong” katanya.

Director Incheon Internasional Airport Corporation, Cho Yong Soo dan Associate Principal SAMWOO Architects and Engineering, dalam kunjungan sebelumnya juga sudah menyatakan minatnya untuk mengelola Hang Nadim. Bahkan sudah beberapa perwakilan dari Korsel untuk terus menjajaki pertemuan dengan pejabat BP Batam.

Sementara untuk Angkasa Pura II, menyatakan kesiapannya untuk melakukan investasi, senilai Rp1 triliun. Namun siapa di antara mereka yang paling berpotensi, masih dalam proses. Diharapkan siapun pun nanti yang berpeluang mengelola, maka pelayanan akan lebih meningkat (ian).


Sumber :
http://batampos.co.id/13-11-2015/ingin-jadi-hub-seperti-singapura-pengelola-bandara-korsel-ingin-kelola-hang-nadim/

Tuesday, August 11, 2015

Koperasi di Batam

Koperasi McDermott Raih Standar Internasional


Koperasi Karyawan (Kopkar) Mc Dermott meraih sertifikat ISO 9001:2008 untuk cakupan jasa simpan pinjam keuangan dan pengadaan barang dari lembaga sertifikasi ISO, TUV NORD yang berpusat di Jerman. Dengan sertifikat itu, maka koperasi tersebut telah memenuhi syarat internasional dalam hal mutu produk/jasa yang dihasilkan.

”Nanti Wali Kota Batam yang akan menyerahkan penghargaan kepada Kopkar tersebut saat acara Peringatan Hari Koperasi ke-68 tingkat Kota Batam pada 30 Juli di Alun-alun Engku Putri,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pasar, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (PMP-KUKM) Kota Batam, Pebrialin.

Tak hanya itu, koperasi Batam lainnya, Kopkar Sumitomo Bahagia Insani juga meraih penghargaan Koperasi Berprestasi tingkat nasional dari Menteri Koperasi. Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap koperasi yang memperlihatkan kinerja positif.

Sementara koperasi berprestasi tingkat Kota Batam diserahkan pada enam koperasi di Batam, yakni Kopkar Sumitomo Bahagia Insani, Kopkar Labtech, Kopkar TEC, KPRI Asoka, Koperasi Mubud Sakinah Makmur, dan Koperasi Harapan Sejahtera Bersama.

”Nanti kami juga akan memberikan apresiasi uang bantuan pembinaan dengan jumlah berbeda sesuai urutan tingkat prestasi mereka,” terangnya.


Sumber :
http://batampos.co.id/29-07-2015/koperasi-mcdermott-raih-standar-internasional/

Sunday, August 2, 2015

Vihara Samudra Dharma

Destinasi Wisata Religi di Vihara Samudra Dharma Tiban

Sebagai salah satu destinasi wisata religi, Vihara Samudra Dharma (cui kao pe kong keng) Tiban Mentarau, Tiban terus berbenah. Saat ini, Vihara hadir dengan bangunan lebih luas dan bisa menampung ribuan umat. "Vihara samudra dharma kondisinya saat ini sudah banyak mengalami perubahan, dengan bangunan lebih luas sehingga umat yang datang berdoa bisa lebih nyaman," kata Ketua yayasan samudra dharma Tiban Mentarau, Hartoyo Aheng, Sabtu (23/7/2015).

Aheng menambahkan, awal berdirinya Vihara samudra dharma tahun 1990, dulunya hanya sebuah gubuk kecil yang berdindingkan papan. Gubuk ini dulunya bekar proses pembuatan dapur arang. Keberadaan vihara juga berawal dari warga keturunan yang datang dan berusaha ke Batam.

"Disini tempanya proses dapur arang waktu itu, banyak warga keturunan berusaha di Batam, sebagai bentuk rasa syukur bisa berusaha di Batam perantau bersama-sama mendirikan vihara ini," jelasnya

Seiring berjalan waktu, secara bersama warga keturunan yang telah sukses dalam berbagai usaha di Batam, bangunan vihara mendapat pemugaran. Awalnya bangunan tempat sembahyang pek kong utama mendapat perluasan

Secara perlahan bangunan utama selain Pek kong, juga terdapat bangunan vihara budha yang berdiri bersebelahan dengan bangunan pek kong, serta dibagian belakang terdapat patung Dewi kwan yin, vihara ini juga dilengkapi 12 simbol sio yang dibuat dalam bentuk patung.

"Bangunan vihara ini akan terus mendapat perbaikan termasuk akan dibuat gerbang utama dan akses jalan masuk yang lebih nyaman," katanya

Vihara samudra dharma berada di daerah Tiban mentarau, Tiban, berdiri diatas area seluas 2,1 hektar. Vihara ini berada di lokasi yang dipercaya memiliki view yang bagus untuk berdoa atau bersembahyang. berdiri diatas perbukitan yang didepannya berhadapan langsung dengan muara (air).

Seiring dengan berjalannya waktu, keberadaan vihara jadi lebih dibutuhkan bagi umat vihara yang bernaung dibawah Yayasan samudra dharma mentarau jadi tujuan destinasi wisata di sektor pariwisata.

Sebagai destinasi wisata religi, keberadaan pek kong juga menjadi warisan budaya, tidak sedikit wisman asal singapura yang berkunjung ke vihara samudra dharma saat datang ke Batam, termasuk warga lokal

"Setiap akhir pekan dan hari libur banyak wisatawan Singapura atau negara lainnya berkunjung ke sini, terkadang rombongan wisman datang menyempatkan diri melihat dan berdoa di sini," jelas Aheng.

Selain itu, Vihara yang baru saja memperingati hari ulang tahun ke 25 yang berlangsung pada 20-21 Juli 2015, juga akan digelar dengan khidmat, sebanyak 5.000 lebih umat datang silih berganti untuk bersembahyang dan bersilahturahmi

"Ramai yang datang waktu acara ulang tahun vihara, seperti lautan manusia saja," jelas Hasan Gozali ketua panitia HUT Vihara samudra dharma  

Kemeriahan acara ulang tahun juga dihadiri oleh wakil Gubernur Kepri Soerya Respationo, Anggota DPD RI Haripinto Tanuwijaya, anggota DPRD Kepri Asmin patros, anggota DPRD Batam Hendra Asman, Li Khai, Eddy Hussy ketua PSMTI Kepri, Randy Tan ketua PSMTI Batam, Kartono ketua perhimpunan inti kota Batam dan tokoh-tokoh tionghoa Batam dan Kepri.

Rangkaian acara syukuran perayaan hut pek kong diisi dengan kegiatan hiburan dan lelang amal, vihara ini diharapkan dikunjungi oleh banyak warga sekaligus menjadi pusat pendidikan bagi umat budha.


Sumber :
http://batam.tribunnews.com/2015/07/26/destinasi-wisata-religi-di-vihara-samudra-dharma-tiban

Wednesday, July 8, 2015

Perusahaan yang Hengkang dari Batam

Sejumlah Perusahaan Asing Hengkang dari Batam, Ada Apa?

Diam-diam, ada sejumlah perusahaan asing berkelas di Batam yang hengkang ke luar negeri. Para perusahaan tersebut tak tahan dengan adanya demo yang dilakukan serikat pekerja di Batam.
Perusahaan yang hengkang bahkan berskala multinasional, dan sudah punya nama yang besar. Statusnya di Indonesia adalah Penanaman Modal Asing (PMA).

Franky mendapatkan laporan dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepulauan Riau, terkait banyaknya aksi demo di kawasan free trade zone ini. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun sempat mengunjungi Batam dan mendengarkan langsung keluhan dari para pengusaha tersebut.

Demo yang dilakukan sudah cenderung anarkis, selain sweeping terjadi juga penyanderaan, mogok kerja, dan lainnya.

50.000 Pegawai Kena PHK

Demo pekerja yang berlangsung di Batam sudah terjadi dalam 3 tahun belakangan, membuat sejumlah perusahaan asing memutuskan hengkang. Alhasil, banyak pekerja yang terpaksa kini menganggur. Tahun lalu, 2014,  yang di-PHK itu minimum 50.000 orang sepanjang 2014 tahun.

Herannya, demo ini terus menerus dilakukan. Bahkan dia menduga ada sesuatu di balik demo yang terjadi.


2 Bulan Didemo Pekerja

"Gara-gara PHK, segala macam. Kalau yang namanya PHK itu kan bisa dibawa ke PHI (Pembinaan Hubungan Industrial) segala macam," kata Cahya, kala berbincang dengan detikFinance, Rabu (8/7/2015).

"Kadang PHK 5 orang, yang demonya itu ratusan orang dan berlangsung terus menerus. Kadang dari luar masuk, bukan pekerja 5 orang itu. Kan manajeman melakukan PHK karena ada alasannya. Sah-sah saja kalau saya lihat PHK itu," tuturnya. ‎

Selain itu, lanjut Cahya, beberapa pekerja pun melakukan demo karena menuntut tunjangan dan upah naik, seperti pada umumnya. Namun, demonstrasi yang dilakukan justru tak membuat suasana kerja menjadi baik. Bahkan ada salah satu kasus demo yang dilakukan tak berhenti.

"Demonya dua bulan ini. Ini yang mengkahwatirkan. Kita kan tahu aturannya, Apindo tahu mana yang normatif dan tidak normatif. Kami tidak mengerti, serikat pekerja itu menjadi-jadi," jelasnya.

Demonstrasi ini menurut Cahya sudah terjadi sejak 3 tahun belakangan ini. 


Ini Perusahaan yang Hengkang dari Batam Karena Demo Pekerja

Perusahaan-perusahaan asing berskala besar, satu persatu hengkang dari Batam, Kepulauan Riau. Sungguh sayang, karena perusahaan yang berstatus Penanaman Modal Asing (PMA) tersebut‎ sudah punya nama besar. Apa saja?

Perusahaan yang sudah hengkang adalah Siemens. Kini, perusahaan tersebut tak lagi mengoperasikan pabriknya di Batam. Kemudian ada Japan Servo, lalu Seagate, Xenon, Sun Creation Indonesia dan lain-lain. 

Penyebab perusahaan ini hengkang adalah karena tak kuat dengan demo buruh yang terjadi. Demo yang dilakukan pekerja dan serikat pekerja di Batam ini, sudah tergolong mengkhawatirkan, mengganggu lingkungan pekerjaan. Alhasil, perusahaan-perusahaan tersebut hengkang dari Indonesia. 

Yang saat ini masih didemo Phillips sudah dua bulan, yang masih didemo sampai sekarang Sanmina, Sanyo, Mcdermoot ada indikasi untuk relokasi pabrik keluar Batam.

Batam hingga saat ini belum bisa mengalahkan Singapura yang jauh lebih maju, meski jaraknya berdekatan. Entah mengapa, Batam selalu diganggu isu demo, yang membuat pertumbuhan industrinya lambat, dan sulit mengalahkan tetangganya Singapura.


Tanggapan Menteri

Aksi demonstrasi oleh para buruh di Batam, Kepulauan Riau membuat beberapa perusahaan asing memutuskan untuk hengkang. Di antaranya adalah Siemens, Seagate, Japan Servo dan beberapa perusahaan lainnya.

Menteri Perindustrian Saleh Husin menilai kondisi ini sebenarnya hanya akan merugikan para buruh sendiri. Sebab ketika perusahaan hengkang, maka buruh akan hilangnya kesempatan bekerja.

Menurutnya, dalam penanganan persoalan ini penting sekali komunikasi yang intensif dengan buruh. Termasuk jika yang dibahas adalah penetapan upah buruh.

Demonstrasi memang merupakan hak bagi para buruh. Tapi inti dari aktivitas tersebut adalah penyampaian aspirasi. Bila dengan komunikasi mampu menyampaikan aspirasi, tentu aksi yang merugikan banyak pihak tidak akan terjadi.

Hal ini bukan hanya sekedar persoalan penetapan upah dan jaminan oleh buruh terhadap perusahaan. Melainkan tarik menarik investor antar negara secara regional.

Perebutan investor antar negara adalah bagian dari kompetisi. Tentu banyak upaya yang dilakukan oleh pihak negara lain untuk menarik investor. Tak terkecuali memanfaatkan kekuatan buruh.

Dalam keyakinannya, Franky mengatakan investor yang hengkang dari Indonesia tidak akan jauh-jauh mencari lokasi baru. Karena pasar yang dituju tetaplah Asia Tenggara dan sekitarnya.


Sumber :
http://finance.detik.com/read/2015/07/08/114957/2963358/4/perusahaan-asing-hengkang-dari-batam-50000-pegawai-kena-phk
http://finance.detik.com/read/2015/07/08/152402/2963666/1036/2/siemens-hingga-seagate-hengkang-dari-batam-ini-kata-menperin
http://finance.detik.com/read/2015/07/08/080940/2963112/1036/ini-perusahaan-yang-hengkang-dari-batam-karena-demo-pekerja
http://finance.detik.com/read/2015/07/08/071641/2963085/1036/diam-diam-sejumlah-perusahaan-asing-hengkang-dari-batam-ada-apa
http://finance.detik.com/read/2015/07/08/083603/2963133/1036/perusahaan-pilih-cabut-dari-batam-karena-2-bulan-didemo-pekerja

Wednesday, June 10, 2015

Pekerja Galangan Kapal Menyusut

Dulu Pekerja Galangan Kapal 250.000 Orang, Sekarang hanya 30.000

Sekretaris Asosiasi Perusahaan Galangan Kapal Batam (Batam Shipyard and Offshore Association/BSOA), Hermanto mengatakan industri galangan kapal di Batam mulai menurun sejak lima tahun terakhir. Ia mengatakan penurunan itu ditandai dengan berkurangnya tenaga pekerja yang digunakan industri.

“Dulu, pekerja galangan kapal di Batam mencapai 250.000 orang, sekarang hanya 30.000 orang saja,” kata Hermanto.

Jumlah perusahaan yang masih aktif pun kini berkisar 20-30 perusahaan saja dari sekitar 110 perusahaan di masa keemasan industri shipyard Batam.

Salah satu industri galangan kapal terbesar di Batam, yaitu PT Nippon Steel & Sumikin Batam Offshore Service Tanjunguncang ikut merasakan lambatnya pertumbuhan galangan di Batam. Perusahaan asal Jepang ini kehilangan pesanan dan ribuan karyawan terpaksa diberhentikan sejak 31 Maret lalu.

Pantauan Batam Pos di lokasi, tak terlihat aktivitas di dalam perusahaan. Beberapa bahan utama pembuatan baja dan scrap sama sekali tak terlihat. Hanya dua orang satpam berjaga di pintu masuk perusahaan.

“Sudah tutup perusahaannya. Tidak ada yang tertinggal di sini, hanya sekuriti saja,” kata Suwarji, salah seorang satpam kepada Batam Pos, Kamis (16/4) siang.

Sepinya pesanan atau orderan di PT Nippon Steel sudah terjadi pada September 2014. Beberapa pekerja kontrak sudah mulai diberhentikan dan peralatan pengeboran minyak serta alat produksi konstruksi baja mulai dibawa dan dijual ke perusahaan lain.

“Sekarang masa pembersihan. Karena tidak ada lagi yang tersisa,” terangnya.

PT Nippon Steel & Sumikin Batam Offshore Service Tanjunguncang merupakan industri yang selalu mendapatkan orderan dari negara Australia, India, dan Amerika. Namun, belakangan ini negara-negara tersebut diperkirakan beralih ke perusahaan di Tiongkok karena pertimbangan insentif yang menggiurkan.

“Terakhir orderan di sini dari Australia pada Agustus 2014. Setelah itu tidak ada lagi,” paparnya.

Lemahnya pertumbuhan galangan kapal di Batam juga terlihat pada pembayaran gaji karyawan. Banyak karyawan yang berdemo akibat tidak mendapatkan haknya tersebut, bahkan beberapa karyawan di-PHK sepihak.

Sebelumnya, puluhan buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Logam Mesin dan Elektronik (Lemonik) menggelar aksi unjuk rasa di luar kawasan PT Batamec Industri, Tanjunguncang, Selasa (7/4) pagi. Mereka menuntut kejelasan dari pihak perusahaan PT Kim Huat atas PHK sepihak yang dilakukan kepada 15 pekerja.

Para buruh ini juga meminta gaji selama tiga bulan yang tak kunjung dibayar manajemen perusahaan. Padahal, sebelumnya buruh sudah melayangkan surat ke Disnaker, namun pihak manajemen tetap menolak memenuhi tuntutan buruh tersebut.


Sumber :
batampos.co.id
http://batampos.co.id/17-04-2015/dulu-pekerja-galangan-kapal-250-000-orang-sekarang-hanya-30-000/