Sunday, November 5, 2017

UMK Batam 2018

UMK Batam Naik di Tengah Lesunya Perekonomian


Upah Minimum Kota (UMK) Batam mengalami kenaikan 8,71 persen menjadi Rp Rp3.523.427 dari sebelumnya Rp 3.241.125. Peningkatan UMK ini terjadi di tengah lesunya perekonomian.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Sakyakirti mengatakan, kenaikan 8,71 persen UMK Batam merupakan hasil rapat antara pengusaha dan perwakilan serikat pekerja.

"Dan dari hasil kesepakatan, didapatlah angka Rp 3.523.427 atau naik 8,71 persen dari angka UMK sebelumnya Rp3.241.125," kata Rudi, Jumat (3/11/2017).

Rudi, begitu sapaan akrabnya juga mengaku sudah mengajukan kenaikan UMK Batam ke Gubernur Kepri.

"Hasilnya sudah kami sampaikan, apakah sudah diproses atau dipelajari, kami belum tahu. Yang jelas kita tunggu saja hasilnya dari Gubernur," tuturnya.

Sementara itu, Kadisnaker Kepulauan Riau, Togar Napitupulu berharap agar kabupaten/kota menjadikan besaran UMP sebagai salah satu acuan pembahasan UMK.

"Setidaknya dalam menentukan angka UMK, Dewan Pengupahan kabupaten/kota bisa menjadikan acuan angka UMP Provinsi Kepri. Dan diharapkan sudah mengirimkan rekomendasi usulan UMK 2018 sebelum 10 November 2017," katanya.

Tagor juga meminta pemerintah bijak dalam menjalankan aturan. Caranya dengan memerhatikan hak-hak pekerja serta melihat kondisi perekonomian Kepri saat ini, yang hanya tumbuh di bawah 1,04 persen dari triwulan pertama 2017.


Sumber :
http://regional.kompas.com/read/2017/11/03/14293341/umk-batam-naik-di-tengah-lesunya-perekonomian

Friday, August 18, 2017

Jalan Tol di Batam

Pembangunan jalan tol di Batam sepanjang 25 kilometer (km) telah dibahas oleh Wali Kota Rudi  dengan Presiden RI Joko Widodo hal ini telah sesuai keputusan presiden (Kepres) atau Perpres.
Pembangunan jalan tol itu sesuai dengan Perpres Nomor 3 tahun 2016. Dalam peraturan itu, diminta ada trase-trase pembangunan jalan lintas Sumatera untuk memacu pertumbuhan.

Proyek jalan itu akan menelan anggaran sekitar Rp 1,6 triliun.

Jalan tol yang akan dibangun mulai dari Batuampar hingga ke simpang Bandara Hang Nadim dan Simpang Kepri Mall ke daerah Muka Kuning. Pembangunan jalan tol itu memiliki manfaat dari sisi kecepatan akses dan kemudahan berlalulintas. Meskipun ada pemberlakuan tarif di dalamnya.


Rencananyan jalur tol ini dibangun dengan memanfaatkan jalan yang sudah ada, dengan kedua sisi dipergunakan untuk jalur biasa atau jalur lamban. Jadi nantinya mirip  beberapa ruas jalan tol di tengah kota Jakarta, seperti yang melintas di Jembatan Semanggi.

Batam sedang dipersiapkan untuk menjadi kawasan industri. Menuju ke arah itu perlu didukung dengan kelancaran arus transportasi. Baik untuk barang maupun penumpang. Mulai dari pelabuhan Batuampar dan Bandara Hang Nadim menuju kawasan industri yang terdapat di Mukakuning.



Sumber :
http://batam.tribunnews.com/2017/08/10/keren-wali-kota-rudi-sebut-jalan-tol-di-batam-tak-lama-lagi-akan-dibangun-di-sini-lokasinya
http://batam.tribunnews.com/2017/05/09/setelah-jalan-layang-batam-juga-bakal-miliki-jalan-tol-dimana-saja-jalurnya
http://batamnews.co.id/berita-22583-jalan-tol-batam-dibangun-pada-2019-ini-rutenya.html
http://www.jawapos.com/read/2017/05/09/128826/kurangi-kemacetan-pemerintah-siapkan-jalan-tol-di-batam

Wednesday, July 19, 2017

20 Galangan Kapal di Batam Tutup

Miris! 20 Galangan Kapal di Batam Tutup Akibat Merosotnya Pesanan
Merosotnya bisnis perkapalan menyebabkan turunnya permintaan pemesanan kapal baru di Batam. Asosiasi perusahaan shipyard Batam atau Batam Shipyard Offshore Association (BSOA) mencatat, setidaknya  sudah ada 20 galangan industri galangan kapal  tutup karena sepinya pesanan.

"Anggota BSOA itu ada 50, dan 20 perusahaan sudah berhenti produksi," kata Sekretaris BSOA, Suri Teo seperti ditulis Batam Pos (Jawa Pos Group), Minggu (16/4).

Sementara 30 perusahaan lainnya mencoba bertahan karena masih menyelesaikan pesanan kapal di tahun lalu. Sebagian lainnya hanya melakukan perbaikan kapal-kapal kecil. Saat ini, tersisa sekitar 2.500 karyawan yang masih bekrja di industri galangan kapal.

Kondisi suram industri galangan kapal ini diperburuk oleh tarif jasa kepelabuhanan yang melambung. Tarif terbaru  yang dirilis Badan Pengusahaan (BP) Batam dinilai sangat memberatkan. "Untuk melakukan perbaikan kapal saja, para pemilik kapal akan menghitung kembali karena biayanya tinggi," jelasnya.

Ia menjelaskan tarif utama yang dianggap tinggi adalah tarif labuh tambat. "Kalau bisa tarif labuh tambat itu turun agar bisa bersaing dengan tetangga," jelasnya.

Memang untuk tarif kapal berbendera Indonesia masih kompetitif. Namun untuk kapal berbendera asing sangatlah tinggi. "Ya kami ingin tarifnya diturunkan untuk mengundang kapal besar masuk ke Batam," jelasnya.

Ia menjelaskan Malaysia berwacana akan menerapkan tarif labuh tambat nol persen untuk kapal yang akan melakukan perbaikan. "Seharusnya kita bisa lebih dulu menolkan tarif tersebut," jelasnya.

Dengan begitu, maka kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan dunia maritim akan bergerak. "Kru kapal akan isi minyak, air, dan akan berbelanja sehingga ekonomi bisa hidup," ujarnya.

Sedangkan Anggota Tim Teknis Dewan Kawasan (DK) Pelabuhan dan Perdagangan Bebas Batam, Taba Iskandar, mengatakan permasalahan tarif jasa pelabuhan harus didudukkan antara lembaga BP Batam dan para pengusaha pelayaran.

"Masalah ini harus didudukkan secara kelembagaan. Jangan karena dulu ada kebocoran jadi ditimpakan dengan tarif mahal untuk tutup kebolongan tersebut," ujarnya. (leo/nas/JPG)


Sumber :
http://www.jawapos.com/read/2017/04/16/123687/miris-20-galangan-kapal-di-batam-tutup-akibat-merosotnya-pesanan#.WWye4vFDGew.facebook

Monday, June 19, 2017

Batam Dulu dan Batam Sekarang

Batam Dulu

Mencari kerja di Batam pada periode tahun 1990 hingga tahun 2000 masih terbilang mudah. Bahkan para calon pekerja bisa memilih-milih di mana mereka hendak bekerja

“Bahkan sekuriti perusahaan sampai mengejar-ngejar orang yang lewat di depan perusahaan untuk merekrut orang,” ujar seorang warga Batam yang sudah tinggal sejak sekitar tahun 1990-an di Batam.

Bahkan saking mudahnya, para buruh pun dengan gampang berpindah-pindah perusahaan. Tak cocok di perusahaan yang satu, loncat lagi ke perusahaan lain.


Batam Kemudian

Tak heran lantas sejumlah perusahaan di Batam lebih memilih mencari pekerja dari luar Batam. Mendatangkannya melalui pengerah jasa tenaga kerja. Tujuannya agar tidak repot terus-terusan melakukan perekrutan.

Para pekerja yang didatangkan itu untuk kelas operator. Kebanyakan wanita. Mereka kemudian ditampung di mess atau dormitory. Dormitory ini masih bisa  dijumpai di Kawasan Industri Mukakuning.

Namun mengadu nasib di Batam memang tak semudah yang dibayangkan. Kendati banyak peluang namun banyak yang memutuskan kembali pulang. Peluang terbesar di Batam hanya sebatas operator kasar di pabrik-pabrik. Sedangkan tenaga ahli kerap diisi ekspatriat. Kalau pun ada penduduk lokal hanya sedikit.

Belum lagi biaya hidup di Batam yang cukup tinggi. Bahkan hasil survei BPS beberapa tahun lalu biaya hidup di Batam mencapai Rp 6 juta per bulan. Batam juga termasuk kota dengan biaya hidup termahal.

Batam Sekarang

Berbeda kondisinya saat ini. Pengangguran melonjak. Perusahan tutup. Kondisi ekonomi yang tak menentu dan kebijakan pemerintah yang tak pro rakyat semakin membuat kondisi semakin parah.

Bahkan terkadang, lowongan kerja untuk 10 orang saja, bisa diperebutkan ribuan orang. Kondisi ini bisa terlihat di sejumlah kawasan industri di Batam, terutama di Batamindo.

Bahkan ribuan orang yang putus asa dengan hidup di Batam memutuskan balik kampung dan tak kembali lagi. Sejumlah pengusaha juga menjerit. Investasi makin sulit.

Para investor berduyun-duyun berinvetasi ke negara seperti Vietnam dan China. Sudah tak terhitung berapa investor yang mengalihkan investasi ke Vietnam atau pun negeri tirai bambu China.


Sumber :
http://batamnews.co.id/berita-23790-mitos-merantau-ke-batam-bila-anda-tiba-anda-menyesal.html

BJ Habibie Setuju Batam Pisah dari Kepulauan Riau, Jadi Provinsi Istimewa

Sabtu 29 April 2017, 08:55 WIB

Mantan Ketua Otorita Batam BJ Habibie mengaku sangat setuju Batam menjadi provinsi tersendiri atau terlepas dari Kepulauan Riau. Menurut Habibie dengan begitu, Batam bisa menjadi ujung tombak ekonomi Indonesia.

“Saya setuju provinsi istimewa (Batam),” ujar Habibie kepada batamnews.co.id, usai pertemuan dengan pengusaha dari Kadin Provinsi Kepri di Harris Hotel, Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau, Kamis (28/4/2017).

Menurut Habibie, provinsi istimewa itu layaknya seperti DKI Jakarta dari sisi sistem pemerintahannya. “Seperti DKI,” ujar Habibie.

Sumber :
http://batamnews.co.id/berita-22217-bj-habibie-setuju-batam-pisah-dari-kepulauan-riau-jadi-provinsi-istimewa.html?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook#.WUCXiEC5KRE.facebook

PT Saipem Karimun PHK 10 Ribu Karyawan

Kamis 15 Juni 2017, 10:53 WIB

PT Saipem Indonesia Karimun Branch mem-PHK ribuan karyawan. Angka pekerja yang di-PHK mencapai 10 ribu orang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Karimun, Hazmi Juliansyah mengaku sudah mendapat kabar tersebut.

Saat ini pekerja di perusahaan asing asal Italia itu hanya tersisa sekitar 3.000 orang saja.

Hazmi mengatakan, pengurangan karyawan itu sudah berlangsung sejak enam bulan terakhir.

“Dari awal berdiri pekerja PT Saipem mencapai sekitar 13.000. Sekarang ini terakhir kita dapat datanya hanya 3.000. Sekitar 10 ribu pekerja sudah habis kontraknya,” kata Hazmi di kantornya, Kamis (15/6/2017).

Hazmi mengatakan, pengurangan pekerja itu disebabkan proyek di PT SIKB tersebut semakin berkurang.

“Saat ini informasinya hanya ada proyek jangkrik saja ya. Pengurangannya berkala, setiap bulan ada saja yang diputus kontraknya,” katanya.

Mendapat kabar banyak pengurangan pekerja di perusahaan anjungan lepas pantai tersebut, Hazmi langsung menggelar rapat dengan bupati Karimun untuk segera mencarikan solusinya.

Siang ini, Hazmi mengundang beberapa stakeholders seperti perwakilan karyawan PT SIKB, serikat pekerja dan pemerintah menggelar pertemuan tertutup di kantor Disnaker tersebut.


Sumber :
http://batamnews.co.id/berita-23727-pt-saipem-karimun-phk-10-ribu-karyawan.html

Friday, May 19, 2017

Operasi McDermott di Batam

McDermott Segera Tutup Operasi di Batam?
Selasa 16 Mei 2017, 16:29 WIB

PT McDermott Indonesia, Batam dikabarkan merumahkan ratusan karyawannya. Perusahaan besar yang sudah terkenal sejak puluhan tahun di Batam itu dikabarkan tidak lagi mendapatkan proyek.

Hal ini diungkapkan beberapa karyawan perusahaan yang terletak di Kawasan Industri Batuampar tersebut, Selasa (15/05/2017).

Seorang karyawan yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, ada ratusan karyawan PT McDermott yang di-PHK, disebabkan tidak ada lagi proyek yang akan dikerjakan. “Kabarnya memang ada yang di-PHK, sampai ratusan orang,” ujarnya kepada wartawan Batamnews.co.id.

Dia mengaku mendapatkan kabar tersebut langsung dari teman kerjanya yang jadi korban PHK. “Ya. Proyek sepi sekali,” katanya.

Pantauan Batamnews.co.id, beberapa kedai yang berada di sekitar kawasan industri itu juga telihat sepi. Hanya ada tiga atau empat motor yang terpakir di depannya. Padahal biasanya penuh. “Sepi, mereka tidak ada proyek lagi. Investor pada lari semua,” ujar Ija, pedagang makanan.

Dia juga menyebut beberapa orang yang masih makan di warungnya hanya tinggal menunggu waktu untuk berhenti. “Mereka ada yang cerita begitu,” katanya.

Kemungkingan, ia pun akan menutup warungnya setelah lebaran.

Saat dihubungi via telpon, General Manager Affari McDermott, Raja Muhammad Amin tidak bisa memberikan keterangan. “Saya tidak bisa bicara sama wartawan. Silahkan hubungi bagian komunikasi kami,” katanya.

Wartawan Batamnews.co.id mencoba menemui pimpinannya namun belum berhasil. Mereka beralasan harus ada janji untuk bertemu dengan pimpinan perusahaan.

Geliat industri di Kota Batam terlihat menurun, terutama pada perusahaan galangan kapal. Sudah puluhan perusahaan yang hengkang dari Kota Batam.

Belum diketahui kepastian tutupnya PT McDermott ini. Namun, jumlah karyawan di perusahaan tersebut terus menurun.

Sumber :
http://batamnews.co.id/berita-22796-mcdermott-segera-tutup-operasi-di-batam.html



McDermott Bubar, Apakah Ini Tanda Batam Menggelepar?
Rabu 17 Mei 2017, 12:05 WIB

Bahkan kompleks industri Sekupang yang semula ingar-bingar para pekerja, kini sudah bersalin rupa menjadi hutan beton lusuh dengan tiang-tiang besi berkarat yang sunyi. Laksana rumah-rumah hantu yang jika malam hanya ramai dengan nyanyian jangkrik.

Kabar terbaru yang kembali memukul ekonomi Batam adalah rencana hengkangnya PT McDermott Indonesia yang sudah memberhentikan sejumlah karyawannya. Masalahnya sama, ekonomi di Batam sudah mulai kurang menjanjikan, perusahaan ini mulai sepi pekerjaan.

Berhentinya beroperasi McDermott ini jelas menunjukkan kondisi Batam yang sedang menggelepar. Soalnya, McDermott ini adalah perusahaan yang pertama kali menanamkan modalnya di Batam, saat pulau ini mulai menyalakan api ekomominya pada 1972.

Menempati lahan seluas 120  hektar di Batu Ampar - sebelah barat Pulau Batam, perusahaan ini berawal dengan nama PT Inggram Constraction. Perusahaan ini menggeluti bisnis jacket, plat farm atau deck, dan living quarter. Semua alat-alat ini dipakai dalam proses pengeboran minyak lepas pantai.

Pada 1972, Inggram Constraction berganti nama menjadi PT McDermott Indonesia di Batam. Ini perusahaan patungan Indonesia-Amerika Serikat. Itulah sebabnya namanya PT. McDermott Indonesia (PTMI) yang menjadi anak perusahaan McDermott Incorporated.

Bidang usahanya adalah jasa konstruksi lepas pantai, yang  5 sub-bidang, yaitu management proyek, engineering/rekayasa, fabrikasi, pengadaan material, dan instalasi lepas pantai.

Jadilah perusahaan ini menjadi primadona pencari kerja di Batam. Sampai 2011, McDermott Indonesia mempekerjakan sekitar 5000 karyawan. Di tahun yang sama pula muncul isu bahwa perusahaan ini akan hengkang dari Batam dan pindah ke Johor, Malaysia.

Setahun kemudian, mulai ada cerita pemecatan karyawan di McDermot. Sehingga terjadi peristiwa sekitar 50 orang menggeruduk kantor ini pada Oktober 2012. Tahun-tahun berikutnya, McDermott mengisi cerita dengan pemberhentian karyawan.

Empat tahun berlalu, soal hengkangnya McDermott belum terwujud. Namun kini muncul cerita baru bahwa McDermott, salah satu perusahaan raksasa dari Amerika itu, mulai merumahkan dan memberhentikan karyawannya. Ini akibat pekerjaan yang makin menyusut.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Batam, Rudi Sakyakirti, membenarkan bahwa PT McDermott telah mem-PHK (pemutusan hubungan kerja)  karyawannya. "Tadi pagi saya coba konfirmasi dengan pihak McDermott, mereka mengatakan memang ada PHK kepada sebagian karyawan," ujar Rudi, Rabu (17/5/2017).

Apakah cerita McDermott ini menjadi titik awal kebangkitan Batam yang kemudian berganti menjadi titik akhir kejayaan Batam?

Sumber :
http://batamnews.co.id/berita-22818-mcdermott-bubar-apakah-ini-tanda-batam-menggelepar-.html



McDermott Batam PHK Besar-besaranKamis 18 Mei 2017, 08:30 WIB

PT McDermott Batam dikabarkan merumahkan ribuan karyawannya. Proses perumahan karyawan itu sudah berlangsung sejak April 2017 lalu.

McDermott Batam diperkirakan memiliki sekitar 3000 hingga 5000 karyawan.

Pantauan batamnews.co.id, sejumlah karyawan di sekitar perusahaan mengakui hal tersebut. Selain itu warga di sekitar juga mengakui hal serupa.

“Proyek lagi sepi,” ujar seorang warga yang berdagang di sekitar lokasi perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi minyak dan gas itu di Batu Ampar beberapa hari lalu.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Batam Rudi Sakyakirti juga sudah mendengar kabar tersebut.

Ia membenarkan McDermott sudah melakukan pemutusan hubungan kepada karyawan.

"Tadi pagi saya coba konfirmasi dengan pihak McDermott, mereka mengatakan bahwa memang ada PHK kepada sebagian karyawan," ujar Rudi saat dihubungi batamnews.co.id di Batam, Rabu (17/5/2017).

Menurutnya, PHK ini merupakan hal yang lumrah terjadi di McDermott, karena karyawannya sudah menjadi karyawan tetap.

"Sudah seringlah, saya kurang tahu berapa orang yang diPHK," kata Rudi.

Menurut Rudi, alasan PHK tersebut karena McDermott tengah sepi proyek atau hanya tinggal menyelesaikan beberapa proyek sisa.

Ia juga mengungkapkan setelah McDermott kembali mendapat orderan, pihak perusahaan akan memanggil karyawan yang sudah di-PHK berdasarkan database yang sudah ada.

"Nanti dipanggil lagi, tunggu ada proyek, bukan sembilan nanti kata pihak perusahaan akan ada lagi proyek, kemungkinan besar karyawan yang sudah di PHK dipanggil kembali," kata dia.

Sumber :
http://batamnews.co.id/berita-22841-mcdermott-batam-phk-besarbesaran.html


Penjelasan Bos McDermott Batam soal Isu Tutup dan PHK
Jumat 19 Mei 2017, 10:49 WIB

Managemen PT McDermott Batam menepis perusahaan kontruksi minyak dan gas itu hendak tutup, hanya saja nyaris kehabisan proyek. Kendati demikian, Dermott mengakui sejumlah karyawan telah dirumahkan dan di-PHK.

"McDermott terus berusaha mendapatkan proyek baru dan apabila proyek baru sudah pasti didapat, kami selalu memanggil kembali karyawan kami," ujar Ray Regan, Director of Batam Fabrication Operation McDermott, secara eksklusif kepada batamnews.co.id saat dijumpai di Kantor McDermott, Jalan Kerapu Batu Ampar, Batam, Kamis (18/5/2017).

Rey Regan didampingi Raja Muhammad Amin, General Affair Manager dan APAC Ethics dan Compliance Teamns serta Philip Ng Manager Asia Area Global Communicaions McDermott.

Menurut Regan, sudah menjadi hal yang lumrah, karyawan McDermott setelah habis proyek putus hubungan, namun setelah kembali ada proyek, para karyawan yang di-PHK tersebut kembali dipanggil.

"Bagi kami melepaskan karyawan selepas kesudahan proyek adalah biasa dan normal. Perusahaan kami tidak akan pernah tutup," katanya.

Ray Regan mengatakan, perusahaan sejenis McDermott bekerja berdasarkan proyek. Ada saat sepi dan ramai. “Tergantung proyek,” ujar dia.

Lanjutnya, McDermott di Batam merupakan pusat eksekusi utama untuk Asia Pasifik dan pasar global oil dan gas. Penyesuaian jumlah karyawan dengan volume pekerja adalah praktek yang standar dalam industri ini.

"Pengurangan karyawan yang terjadi tidak bisa dijadika bukti bahwa McDermott akan menutup operasi di Batam," ujar Regan.

Menurut Regan, sepinya proyek saat ini disebabkan keadaan industri minyak dan gas yang masih lemah di Asia, akibat rendahnya harga minyak dunia.

Keadaan tersebut juga tidak hanya terjadi di Indonesia namun di belahaan negara lainnya.

"Bagi kami melepaskan karyawan selepas kesudahan proyek adalah biasa dan normal. Perusahaan kami tidak akan pernah tutup," katanya.

Menurut pimpinan McDermott, PHK karyawan sudah biasa malah karyawan pun memahami keadaan ini.

Mengenai menurunnya kepercayaan investor dan buruknya iklim investasi di Batam, pihak McDermott enggan berkomentar lebih jauh.

Bagi mereka faktor lokal tidak terlalu menganggu kepada perusahaan yang bekerja sama antar negara tersebut.

"Kemarin baru selesai proyek dari Rusia sekarang dalam pengerjaan proyek dari Arab Saudi," ungkap Regan.

Dari keterangan pihak McDermott ketika peresahaan sedang mendapatkan proyek banyak dia pernah merekrut 8000 ribu karyawan.

McDermott kini mempunyai 3000 karyawan, kurang dari 30 persen dibandingkan 31 Desember 2016 lalu.

Sumber :
http://batamnews.co.id/berita-22884-penjelasan-bos-mcdermott-batam-soal-isu-tutup-dan-phk.html