Friday, February 26, 2021

Batam Jadi Kota Paling Makmur

Kalahkan Medan, Batam Jadi Kota Paling Makmur di Region Sumatra   

Kota memang identik dengan kehidupan modern yang gemerlap. Akan tetapi, data kali ini mengajak Kawan GNFI melihat lebih dalam, seberapa makmur kota-kota di Indonesia, khususnya di wilayah Sumatra. Caranya, kita lihat bagaimana kinerja PDRB per kapita mereka.

Dengan menggunakan harga berlaku, kita bisa melihat pergeseran-pergeseran yang terjadi dalam sektor ekonomi. Selain itu, bisa juga untuk melihat struktur ekonomi yang dimiliki oleh suatu kota, wilayah atau provinsi.

Bisa dikatakan bahwa PDRB adalah jumlah keseluruhan nilai tambah barang dan jasa yang dihasilkan dari semua kegiatan perekonomian di seluruh wilayah dalam periode tahun tertentu, yang pada umumnya dalam waktu satu tahun.

Biasanya data PDRB disajikan dalam bentuk per kapita, seperti halnya pendapatan. PDRB per kapita merupakan gambaran dan rata-rata pendapatan yang diterima oleh setiap penduduk selama satu tahun di suatu wilayah/daerah tertentu.

PDRB per kapita diperoleh dari hasil bagi antara total PDRB dengan jumlah penduduk suatu kota/provinsi. Data yang tersaji dalam bentuk ini merupakan salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu wilayah.


Pendapatan per kapita Batam Tertinggi di Sumatra

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019 yang dirilis pada 2020, menempatkan Batam sebagai kota terkaya di wilayah Sumatra. PDRB per kapitanya menyentuh angka Rp119,33 juta/tahun atau hampir dua kali lipat dari PDRB per kapita Indonesia.

Batam merupakan markas dari beragam industri pengolahan berskala besar. Kemegahan kota ini juga tampak dari deretan gedung-gedung tinggi yang kian gemerlap. Dibanding kota lain di Sumatra, skyline Batam terlihat lebih menawan.

Posisi kedua diisi oleh Dumai, meskipun secara pamor tidak sekaliber Medan dan Palembang, tapi kota yang terletak di pesisir provinsi Riau ini termasuk salah satu kota paling tajir di Sumatra. Tercatat PDRB per kapita Dumai menyentuh angka Rp117,19 juta/tahun.

Dumai merupakan markas dari beragam perusahaan-perusahaan raksasa seperti Pertamina (kilang), Wilmar Group, Sinarmas Group, Asian Agri hingga Chevron.

Sementara Medan yang selalu digembor-gemborkan sebagai kota paling maju di region Sumatra hanya menempati posisi ketiga di bawah Batam dan Dumai. Pendapatan per kapitanya hanya senilai Rp105,91 juta/tahun.

Dua kota di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau lain menempel diposisi keempat dan kelima. Pekanbaru yang berstatus sebagai ibu kota Provinsi Riau berhasil mencatatkan nominal sebesar Rp104,17 juta tepat satu tingkat di atas Tanjung Pinang yang mencatatkan PDRB per kapita senilai Rp95,31 juta.


Berikut urutan kota-kota terkaya di Sumatra berdasarkan PDRB per kapita:

  1. Batam (Rp119,27 juta)
  2. Dumai (Rp117,19 juta)
  3. Medan (Rp105,91 juta)
  4. Pekanbaru (Rp104,17 juta)
  5. Tanjung Pinang (Rp95,31 juta)
  6. Palembang (Rp93,09 juta)
  7. Sungai Penuh (Rp82,36 juta)
  8. Banda Aceh (Rp68,87 juta)
  9. Bukittinggi (Rp66,52 juta)
  10. Padang (Rp65,58 juta)

Empat dari 10 kota terkaya di Sumatra berada di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau. Sementara kota-kota di Provinsi Bengkulu, Bangka Belitung dan Lampung tidak satupun masuk dalam daftar 10 kota terkaya di Sumatra.


Sumber :

https://www.goodnewsfromindonesia.id/2021/02/25/kalahkan-medan-batam-jadi-kota-paling-makmur-di-region-sumatra

Related Posts