Showing posts with label Kota. Show all posts
Showing posts with label Kota. Show all posts

Wednesday, September 20, 2023

Warga Rempang Batal Direlokasi ke Pulau Galang

Warga Rempang Batal Direlokasi ke Pulau Galang, Bahlil Beberkan Opsi Pabrik Xinyi 

Rabu, 20 September 2023

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan merelokasi warga Pulau Rempang ke Pulau Galang.  Bahlil menuturkan, warga lokal yang terkena dampak dari rencana investasi produsen kaca asal China, Xinyi Group, hanya akan digeser ke daerah lain yang masih dalam satu kawasan Pulau Rempang. 

“Itu bukan relokasi karena kalau dari Rempang ke Pulau Galang itu kan relokasi beda pulau, tapi kalau dari Rempang ke Rempang itu bukan rekolasi, itu pergeseran,” kata Bahlil saat ditemui di Nusa Dua, Bali, Rabu (20/9/2023).  

Bahlil mengeklaim masyarakat yang terkena dampak rencana revitalisasi Pulau Rempang seluas 17.000 hektare itu sudah menyetujui proposal yang disampaikan pemerintah ihwal pergeseran tempat tinggal saat ini. 

Revitalisasi Pulau Rempang itu akan diarahkan untuk menjadi kawasan yang mencakup sektor industri, perdagangan, hunian, dan pariwisata yang terintegrasi.  Dari 17.000 hektare tersebut, hanya 7.000 hektare yang akan dikelola, sedangkan 10.000 hektare lainnya merupakan kawasan hutan lindung. 

Untuk tahap pertama, pembangunan kawasan industri akan dilakukan pada luas lahan sekitar 2.000-2.500 hektare.  

Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing Indonesia di kawasan Asia Tenggara. Untuk tahap awal, pengembangan kawasan ini sudah diminati oleh Xinyi Group yang akan berinvestasi untuk pembangunan pabrik kaca dan panel surya terintegrasi senilai US$11,5 miliar atau setara Rp174 triliun. 

Di sisi lain, Bahlil menegaskan, pemerintah akan menyiapkan hunian baru untuk 700 kepala keluarga yang terdampak pengembangan investasi di tahap pertama. Rumah type 45 dengan nilai sekitar Rp120 juta tersebut akan dibangun dalam rentang waktu 6 sampai 7 bulan. 

Sementara menunggu waktu konstruksi, warga akan diberikan fasilitas berupa uang dan tempat tinggal sementara.  “Start dimulai sekarang, kan kita sedang melakukan pendataan untuk mereka bisa bergeser, setelah itu langsung dibangun,” kata dia.  

Seperti diberitakan sebelumnya, Badan Pengusahaan (BP) Batam memperpanjang pendaftaran pemindahan warga Pulau Rempang yang terimbas proyek Rempang Eco City dari jadwal semula yang seharusnya berakhir 20 September 2023.  

Hal tersebut diungkapkan Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol Badan Pengusahaan (BP) Batam Ariastuty Sirait, Selasa (19/9/2023).   "Pendaftaran pertama tanggal 20 September 2023. Namun yang ini bersifat dinamis, kami mengikuti arahan dari pemerintah pusat saja," katanya di Gedung BP Batam.  

Begitu juga dengan rencana pengosongan tahap pertama, dimana batas akhirnya 28 September 2023. Lagi-lagi, Tuti menyebut masih akan melihat kondisi terbaru, sambil menunggu keputusan dari Jakarta. Sementara itu, ia juga menyebut bahwa jumlah warga yang sudah mendaftar untuk direlokasi baru sekitar 100 KK. "Sudah lebih dari 100 KK yang mendaftar," ungkapnya.


Sumber :

https://ekonomi.bisnis.com/read/20230920/9/1697052/warga-rempang-batal-direlokasi-ke-pulau-galang-bahlil-beberkan-opsi-pabrik-xinyi.

Wednesday, April 14, 2021

Batam untuk Saingi Singapura

Harapan BJ Habibie Membangun Batam untuk Saingi Singapura 

Presiden ketiga RI, Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto di Jakarta, Rabu (11/9/2019). Pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 itu meninggal akibat penyakit yang dideritanya. 

Semasa hidupnya, banyak hal yang telah diperbuat Presiden ketiga RI ini, terutama terhadap pembangunan di Batam, Kepulauan Riau. BJ Habibie, begitu panggilan akrabnya menginginkan Batam tumbuh pesat pembangunannya dan mampu menyaingi negara tetangga, yakni Singapura. 

Bahkan dalam kunjungannya belum lama ini ke Batam, BJ Habibie sempat berpesan dan menginginkan pengelolaan Batam kembali pada konsep awal. Hal ini menjadi solusi penting untuk menyelesaikan kisruh dualisme kewenangan yang terjadi di Batam saat ini antara BP Batam (Otorita Batam) dengan Pemko Batam, demi pengembangan Batam yang lebih baik. 

Ide pengembangan Batam: dari Soeharto hingga BJ Habibie Dia menceritakan ide pengembangan Batam pertama kali dicetuskan oleh Soeharto, sebelum menjadi Presiden. Saat ada konfrontasi dengan Malaysia, Soeharto ditugaskan di Batam. Pulau tidak berpenghuni ini letaknya berdekatan dengan Singapura, yang menjadi pusat lalu lintas perdagangan. 

Dan ketika Soeharto menjadi Presiden, Soeharto ingin Batam bisa menyaingi Singapura. Terlebih saat itu Pertamina sedang menikmati hasil keuntungan yang bagus, akibat harga minyak dunia yang tinggi. Tentunya tidak sulit bagi Soeharto untuk membangun Batam menjadi kota yang dapat menyaingi Singapura. 

Tahun 1971, Soeharto pun menugaskan Direktur Utama Pertamina Ibnu Sutowo untuk membangun Batam, pertimbangannya karena wilayah Batam dekat dengan daerah operasi Pertamina di Natuna. Pertamina membangun Batam menjadi lokasi logistik penyimpanan pipa untuk kebutuhan perminyakan. 

Baru dua tahun membangun Batam, Pertamina kesulitan keuangan. Ambil alih pengembangan Batam dari Pertamina Sehingga di tahun 1973 Soeharto meminta BJ Habibie mengambil alih pengembangan Batam dari Pertamina. BJ Habibie meminta agar pengembangan Batam diubah. 

Dia ingin pengembangan Batam dilakukan dengan caranya sendiri dan Soeharto menyetujuinya. Untuk bisa mengalahkan Singapura, luas Pulau Batam yang hanya 75 persen dari negara tersebut harus ditambah. 

Makanya dia memperluas daerahnya ke pulau lain di sekitarnya yakni Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang dan Pulau Galang Baru, dengan membangun enam Jembatan Barelang. Sebagai konseptor dan orang pertama yang menjadi Kepala Otorita Batam (BP Batam), BJ Habibie ingin Batam menjadi wilayah khusus ekonomi. 

"Batam ini dibangun untuk bisnis dengan harapan mampu menyaingi Singapura," kata Habibie saat berkunjung ke Batam belum lama ini. 

BJ Habibie ingin Batam menjadi ujung tombak pembangunan dan modernisasi Indonesia. Hingga akhirnya Batam diarahkan menjadi pusat industri di dalam negeri. Soal dualisme kewenangan BP Batam dan Pemkot Batam Saat ini dia cukup puas dengan pembangunan Batam yang sudah cukup maju, dibandingkan saat pertama kali dirinya masuk ke Batam. 

Meski begitu, dia mengakui masih ada permasalahan yang menghambat, terutama terkait dualisme kewenangan antara BP Batam dan Pemerintah Kota Batam. Bahkan untuk menimaliair dualisme kepemimpinan tersebut, Bapak Otorita Batam ini mengaku sangat setuju Batam menjadi provinsi tersendiri atau terlepas dari Kepulauan Riau. 

"Saya setuju Batam dijadikan provinsi istimewa dan sudah seharusnya Batam terpisah dari Kepulauan Riau untuk menjadi ujung tombak pusat ekonomi daerah terdepan Indonesia," jelas BJ Habibie. 

Dengan begitu, Batam bisa lebih cepat maju dengan konsep sebagai kota ekonomi, bila perlu menjadi kota pysat casino seperti Singapura dan Malaysia. 

"Yang penting sistemnya diperjelas, dan hanya diperuntukan untuk orang asing saja bukan orang Indonesia," paparnya.


Sumber :

https://regional.kompas.com/read/2019/09/12/06472021/harapan-bj-habibie-membangun-batam-untuk-saingi-singapura?page=all.

Monday, June 19, 2017

Batam Dulu dan Batam Sekarang

Batam Dulu

Mencari kerja di Batam pada periode tahun 1990 hingga tahun 2000 masih terbilang mudah. Bahkan para calon pekerja bisa memilih-milih di mana mereka hendak bekerja

“Bahkan sekuriti perusahaan sampai mengejar-ngejar orang yang lewat di depan perusahaan untuk merekrut orang,” ujar seorang warga Batam yang sudah tinggal sejak sekitar tahun 1990-an di Batam.

Bahkan saking mudahnya, para buruh pun dengan gampang berpindah-pindah perusahaan. Tak cocok di perusahaan yang satu, loncat lagi ke perusahaan lain.


Batam Kemudian

Tak heran lantas sejumlah perusahaan di Batam lebih memilih mencari pekerja dari luar Batam. Mendatangkannya melalui pengerah jasa tenaga kerja. Tujuannya agar tidak repot terus-terusan melakukan perekrutan.

Para pekerja yang didatangkan itu untuk kelas operator. Kebanyakan wanita. Mereka kemudian ditampung di mess atau dormitory. Dormitory ini masih bisa  dijumpai di Kawasan Industri Mukakuning.

Namun mengadu nasib di Batam memang tak semudah yang dibayangkan. Kendati banyak peluang namun banyak yang memutuskan kembali pulang. Peluang terbesar di Batam hanya sebatas operator kasar di pabrik-pabrik. Sedangkan tenaga ahli kerap diisi ekspatriat. Kalau pun ada penduduk lokal hanya sedikit.

Belum lagi biaya hidup di Batam yang cukup tinggi. Bahkan hasil survei BPS beberapa tahun lalu biaya hidup di Batam mencapai Rp 6 juta per bulan. Batam juga termasuk kota dengan biaya hidup termahal.

Batam Sekarang

Berbeda kondisinya saat ini. Pengangguran melonjak. Perusahan tutup. Kondisi ekonomi yang tak menentu dan kebijakan pemerintah yang tak pro rakyat semakin membuat kondisi semakin parah.

Bahkan terkadang, lowongan kerja untuk 10 orang saja, bisa diperebutkan ribuan orang. Kondisi ini bisa terlihat di sejumlah kawasan industri di Batam, terutama di Batamindo.

Bahkan ribuan orang yang putus asa dengan hidup di Batam memutuskan balik kampung dan tak kembali lagi. Sejumlah pengusaha juga menjerit. Investasi makin sulit.

Para investor berduyun-duyun berinvetasi ke negara seperti Vietnam dan China. Sudah tak terhitung berapa investor yang mengalihkan investasi ke Vietnam atau pun negeri tirai bambu China.


Sumber :
http://batamnews.co.id/berita-23790-mitos-merantau-ke-batam-bila-anda-tiba-anda-menyesal.html

BJ Habibie Setuju Batam Pisah dari Kepulauan Riau, Jadi Provinsi Istimewa

Sabtu 29 April 2017, 08:55 WIB

Mantan Ketua Otorita Batam BJ Habibie mengaku sangat setuju Batam menjadi provinsi tersendiri atau terlepas dari Kepulauan Riau. Menurut Habibie dengan begitu, Batam bisa menjadi ujung tombak ekonomi Indonesia.

“Saya setuju provinsi istimewa (Batam),” ujar Habibie kepada batamnews.co.id, usai pertemuan dengan pengusaha dari Kadin Provinsi Kepri di Harris Hotel, Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau, Kamis (28/4/2017).

Menurut Habibie, provinsi istimewa itu layaknya seperti DKI Jakarta dari sisi sistem pemerintahannya. “Seperti DKI,” ujar Habibie.

Sumber :
http://batamnews.co.id/berita-22217-bj-habibie-setuju-batam-pisah-dari-kepulauan-riau-jadi-provinsi-istimewa.html?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook#.WUCXiEC5KRE.facebook

Sunday, April 17, 2016

Suhu Udara Batam 34 Derajat Celcius

Wow, Suhu Udara Batam Lebihi 34 Derajat Celcius

Suhu udara di Kota Batam, Kepulauan Riau, panas menyengat dalam beberapa pekan terakhir. Bahkan berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam suhu mencapai lebih dari 34 derajat celcius.

"Suhu maksimum yang dicatat kemarin siang 34,2 detajat celcius," kata Kepala Stasiun BMKG Batam Philips Mustamu, Rabu (13/4).

Suhu udara di kota itu terasa lebih panas dibanding hari normal, dengan suhu antara 30-31 derajat Celcius. BMKG memprakirakan kondisi itu akan terus berlangsung hingga akhir April 2016.

Namun, diperkirakan suhu udara tidak akan mencapai 35 derajat Celcius. Selain suhu udara yang relatif tinggi, cuaca panas juga dipengaruhi kelembaban udara yang tinggi di wilayah Batam.

"Terasa gerah bukan hanya pengaruh temperatur saja, kelembaban udara yang tinggi dan langit yang tertutup awan secara penuh bisa membuat kita terasa gerah dan panas," ujarnya menjelaskan.

Potensi hujan tetap ada, hanya saja peluangnya kecil dan berupa hujan lokal dengan tempo singkat. BMKG memperingatkan masyarakat untuk mengantisipasi aktivitas awan comulus, yakni hujan yang deras dalam tempo singkat dan disertai petir dan guntur serta angin puting beliung. Saat ini, arah angin juga kerap berubah dengan kecepatan yang juga fluktuatif.

"Karena sudah masuk kondisi pancaroba maka perlu diwaspadai aktivitas comulus," ucapnya.

Philip menjelaskan, cuaca Batam yang panas dan waspada comulus itu tidak terkait dengan fenomena atau musim tertentu, karena wilayah itu tidak memiliki musim.

"Batam dan atau Kepri tidak memiliki musim, artinya tidak ada batasan yang jelas antara kemarau dan penghujan, tetapi memiliki tipe hujan equatorial karena memiliki dua puncak hujan yakni Desember hingga Januari dan Mei hingga Juni," jelasnya.

Sumber :
http://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/16/04/13/o5k8mi354-wow-suhu-udara-batam-lebihi-34-derajat-celcius

Tuesday, May 5, 2015

Rumah Liar (Ruli)


Ruli, Gusur Satu Tumbuh Seribu

Di sebuah warung di Kampung Nanas, Batam Kota, pembicaraan tentang rumah liar itu mengalun pelan. Yanti, pemilik warung, sudah bermukim di kampung itu sejak tahun 2004.

Kampung Nanas adalah salah satu permukiman liar yang cukup padat di Kota Batam. Di sana, keluarga kecil Yanti menempati sebuah petak milik kawan suaminya.

Pada 2008, Yanti dan suami sempat meninggalkan Kampung Nanas dan pulang kampung ke Padang. Mereka kembali lagi 1,5 tahun kemudian.

”(Saat balik ke Kampung Nanas) rumah itu sudah tidak ada. Kata orang-orang, kena badai,” ujar Yanti.

Yanti dan suaminya lantas datang ke seorang tua di sana. Namanya Pak Kopong. Mereka meminta sebuah lahan untuk bermukim. Pak Kopong menunjuk tanah yang hingga kini ia tempati bersama suami dan tiga anaknya itu.

Waktu itu, Yanti hanya membayar Rp 200 ribu. Itu upah tebas saja. Bangunan rumah tidak termasuk di dalamnya. Rumahnya menempati sebuah lahan kecil seluas seperempat lapangan bulu tangkis.

Ia membagi-baginya hingga menjadi empat ruangan.

Satu ruangan difungsikan sebagai warung. Satu ruangan untuk kamar tidur anak. Satu ruangan untuk kamar tidurnya dan suami. Satu lagi untuk dapur.

Dindingnya triplek saja. Atapnya seng. Kalau cuaca panas, gerahnya bukan main. Kalau hujan, air menetes di sana-sini.

”Seng sekarang kualitasnya nggak bagus. Harganya mahal, dipakai satu bulan sudah bocor,” katanya.

Meski begitu, ia bersyukur masih punya tempat tinggal. Ia tidak mungkin merepotkan kerabat-kerabatnya. Katanya, tidak banyak kerabatnya yang tahu ia tinggal di rumah liar.

Kalau tahu, kerabatnya pasti datang untuk mengentaskannya. Tapi, ”Tak enak. Sudah berkeluarga masa masih merepotkan saudara-saudara,” katanya.

Yanti tahu, tanah yang ia tinggali itu tanah ilegal. Suatu saat ia harus meninggalkannya dan pindah ke tempat lain. Se-Kampung Nanas juga sudah mengetahui kondisi itu.

Sudah ada persiapan?

Perempuan 32 tahun itu menggeleng sambil tertawa. Pendapatannya tak cukup untuk membeli kavling, seperti yang dilakukan para tetangganya. Ia lebih baik menggunakan uangnya untuk biaya sekolah anak-anaknya.

Ia memiliki tiga anak. Anak pertama kelas V SD. Anak kedua sekolah di PAUD. Dan yang terakhir baru lima bulan.

”Tahun ini, yang kedua mau masuk SD. Besoknya, yang pertama masuk SMP,” katanya.

Yanti sangat berharap pada lahan ganti-rugi. Setidaknya, sepetak kavling dan uang paku. Supaya ia bisa membangun rumah lagi di kavling yang baru nanti.

Sebagian besar tetangga di sana telah memiliki kavling. Dulu sempat ada orang yang datang dan menjajakan kavling-kavling di daerah Tiban. Mereka menjualnya dengan harga Rp 5 juta hingga Rp 6 juta per petak.

Yanti tak mungkin membelinya. Sementara Desi, istri Ketua RT 02 RW 09 di sana, sebenarnya bisa membelinya. Tapi ia urung membeli. ”Tak terpikir harganya akan semahal sekarang,” katanya.

Sekarang, harga kavling di wilayah Bengkong sudah sampai angka Rp 30 juta. Yang paling murah ada di wilayah Punggur. Harganya masih belasan juta rupiah. Paling mahal Rp 15 juta.

Sudah terlambat untuk membeli kavling. Desi dan suaminya, Syukur, hanya menunggu penggusuran saja. Supaya mendapat ganti kaveling.

Syukur tak sanggup jika harus membeli kavling itu. Ia masih harus membiayai dua anak yang hidup terpisah dengannya. Satu di Padang, satu di Tanjungpinang.

Sementara ia dan istrinya tidak memiliki pekerjaan tetap. Ia tenaga lepas untuk proyek-proyek pembangunan gedung dan perumahan. Dan istrinya bekerja sebagai guru di PAUD Negeri di kawasan itu. ”Ia jadi guru karena ia istri RT. Tapi ya itu, gajinya tidak terlalu besar,” kata Syukur.

Pria yang sudah tujuh tahun menjabat sebagai Ketua RT itu yakin, penggusuran itu pasti akan berbalas lahan pengganti. Karena begitulah yang terjadi sebelum-sebelumnya.

Dulu, ketika sebagian lahan Kampung Nanas digusur, para penduduknya mendapat lahan pengganti di daerah Tiban. Namun, tersisa 28 rumah yang belum diganti rugi.

Proses ganti rugi 28 rumah itu agak sulit. Proses negosiasi ganti rugi tak kunjung membuahkan kata sepakat. Terakhir, pihak perusahaan meminta salinan KTP dari kepala keluarga ke-28 rumah itu.

”Kami tidak kasih. Nanti dikiranya kami sudah setuju. Padahal kan belum,” katanya.

Sementara Desi – istrinya, percaya, tidak akan ada penggusuran lahan dalam beberapa pekan ini. Bahkan sampai akhir tahun nanti. Ini tahun politik. Siapa yang mau kehilangan banyak suara di sini.

”Kami semua punya KTP. Kami ini pemilih aktif,” ujar perempuan itu sambil mengangkat lagi teleponnya.

Sadar tinggal di lahan ilegal dan suatu saat pasti akan digusur juga diungkapkan warga permukiman liar Baloi Kebun. Abas, tokoh masyarakat di Baloi Kebun, selalu menggaungkan pemahaman itu kepada seluruh penghuni rumah liar. Terlebih bagi para calon penghuni.

”Makanya, kami membuat kesepakatan permintaan kami ini apa saja. Supaya ketika digusur nanti, kompak,” katanya, Kamis (9/4).

Yang mereka yakini, penggusuran pasti akan diiringi dengan pemberian ganti rugi. Seluruh penghuni rumah liar Baloi Kebun sepakat tidak ingin rumahnya diganti dengan uang. Melainkan lahan.

Sebab, uang bisa habis dalam hitungan detik.

”Kalau dikasih Rp 10 juta, dibawa ke mal, langsung habis,” kata Sri, warga Ruli Baloi Kebun.

Abas, pria yang sudah mendiami wilayah tersebut sejak tahun 1983, bahkan merasa perlu ada penggantian biaya material bangunan. Pasalnya, harga material kini semakin tinggi.

”Kalau hanya diberi lahan saja, bagaimana membangunnya?” ujarnya.

Sudah lebih dari sepuluh pemodal yang datang ke rumah liar Baloi Kebun. Mencoba berbincang dengan warga. Namun, selalu mentok. Ganti rugi yang mereka tawarkan tak cocok.

Tanah Baloi Kebun itu termasuk luas. Wilayahnya dimulai dari samping Kantor Kelurahan Baloi hingga samping bangunan Imperium lama. Keuntungan wilayah itu adalah berada di tepi jalan raya.

Namun, ada satu kerugiannya. Kawasan itu berada tepat di bawah tower. Setidaknya, pemodal harus merelakan satu hektare tanah di bawah tower untuk tidak dibangun apa-apa.

”Pertimbangan mereka ada di situlah. Padahal, kalau saya diami sekarang juga tidak ada masalah apa-apa,” ujarnya.

Kendati masih berharap ganti rugi jika digusur, sesungguhnya, sebagian penghuni rumah liar sudah punya rmah pribadi di perumahan yang legal.

Abas, umpamanya, sudah memiliki sebuah rumah di satu perumahan di Batamkota. Rumah itu kini ia kontrakkan. Suatu saat digusur, ia akan langsung pergi ke rumah tersebut. Dan menetap di sana.

”Kalau setelah digusur baru membangun, keluarga mau tinggal di mana?” ujarnya.

Hal yang sama juga dilakukan Sri. Warga yang sudah menetap sejak tahun 2000 di Ruli Baloi Kebun itu sudah membangun rumah di wilayah kaveling Tiban. Rumah itu bahkan sudah sempat ia tempati selama dua tahun.

Namun, ia kembali lagi ke rumah liar. Alasannya, suasana di kavling berbeda dengan di rumah liar. Ia rindu suasana keakraban di rumah liar. ”Kalau di kaveling atau perumahan itu orangnya di rumah semua. Sendiri-sendiri semua,” katanya.

Rumah itu sudah ia bangun sejak adanya isu penggusuran. Namun, nyatanya, rumah liar Baloi Kebun itu tak jadi digusur.

Rumah itu akan ia tempati ketika ia benar-benar digusur. Namun, jika ia mendapatkan ganti rugi berupa lahan, ia akan membangun rumah lagi di atas lahan tersebut.

”Saya harap bisa sekampung lagi dengan orang-orang sini,” ujarnya.

Niko, warga rumah liar Baloi Kolam, juga sudah punya rumah pribadi di sebuah perumahan di Batuaji. Rumah itu kini ia kontrakkan. ”Lebih baik di sinilah. Kan tidak bayar. Rumah yang di Batuaji disewakan, tambah-tambah penghasilan,” katanya.

Niko mengatakan, dengan tinggal di rumah liar ia bisa mendapatkan penghasilan Rp 1 juta sebulan dari menyewakan rumahnya. Tinggal di rumah liar, menurutnya, tidak terlalu ribet.

”Di sini ada air dan listrik juga. Lagian masih lamalah penggusuran,” katanya.

Selain memiliki rumah di Batuaji, pria beranak lima ini juga memiliki dua kaveling di daerah Punggur. Kaveling ini sudah lama ia miliki. Ia dapat dari pemberian Badan Pengusahaan (BP) Batam.

”Kalau itu sudah lama. Itu investasi, biar saja di situ,” katanya.


Sumber :
http://batampos.co.id/05-05-2015/ruli-gusur-satu-tumbuh-seribu/
https://yermiariezky.com/2013/09/14/cerita-rumah-liar-batam-1-hidup-dalam-intaian-bencana-lingkungan/

Friday, September 12, 2014

Habibie Usulkan Batam Jadi Provinsi Khusus


Mantan Presiden Bj Habibie mengusulkan Batam dijadikan provinsi khusus, yang mana kepemimpinannya dipegang langsung oleh Gubernur Kepulauan Riau.

Demikian disampaikan Habibie dalam acara silaturahmi bersama Kadin Batam dan pengusaha Provinsi Kepulauan Riau, di Haris Hotel, Batam, Sabtu (28/9/2013).

Dalam waktu dekat, Habibie akan menyampaikan usulan ini ke pemerintah pusat, agar Batam yang dulunya pernah mencapai 25 persen pertumbuhan perekonomian, bisa menggeliat kembali.

Apalagi, Batam merupakan wilayah industri yang strategis, dan berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia.

"Mudah-mudahan sebelum tanggal 7 Oktober 2013, hasilnya sudah bisa saya sampaikan kepada masyarakat Batam," ujar BJ Habibie.

Selain itu, dengan pembentukan provinsi Khusus untuk Batam, setidaknya konsep awal Batam yang dijadikan sebagai kota industri atau kota pusat perekonomian Indonesia, bisa kembali terwujud.

"Bila perlu, Batam membuat lokasi khusus perjudian, sehingga kita bisa banar-benar bersaing dengan negara sebelah," tutur Habibie.

Sumber :
http://www.tribunnews.com

Kepri Minta Dimekarkan, Batam Ingin Jadi Provinsi


DPRD Provinsi Kepulauan Riau akan minta daerah ini dimekarkan menjadi 15 labupaten/kota, sebagai upaya percepatan pembangunan. Sementara itu, DPD Kepri mendukung Batam dijadikan Provinsi Khusus Batam.

"Persoalannya, pembangunan di Kepri mandeg. Ini yang menjadi kendala untuk mempercepat pembangunan. Provinsi Kepri harus melakukan pemerkaran daerah dengan jumlah ideal mencapai 15 kabupaten/kota," kata Wakil Ketua III DPRD Kepri Iskandarsyah, Jumat (17/1).

Selain mempersingkat rentang kendali birokrasi, pemekaran juga akan dapat meningkatkan akses pembangunan yang dilaksanakan pada satu kabupaten/kota.

Dia memberikan contoh, Nusa Tenggara Timur (NNT) yang saat ini sudah mencapai 21 kabupaten/kota. Demikian juga dengan Sumatra Barat yang jumlah kabupaten/kotanya hampir mencapai 17 daerah.

Kabupaten/kota itu, katanya,  adalah Batam Pesisir, Bintan Timur dan Bintan Utara, Kabupaten, Natuna Selatan, dan Kabupaten Nutana Barat. Selain itu daerah lainnya yang layak adalah Tembelan, Kundur, dan Lingga dibagi jadi dua kabupaten.

Di tempat terpisah anggota DPD Kepri Zulbahri mengatakan rencana untuk menjadikan Batam sebagai Provinsi Khusus juga harus secepatnya dilaksanakan, karena warga Batam sudah siap menjadi provinsi baru.

Dia mengatakan Batam sudah memiliki SDM, luas daerah serta jumlah penduduk yang sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Pemekaran Daerah.

"Jika Batam jadi provinsi, justru yang paling diuntungkan itu pemerintah pusat, karena Batam jika dibandingkan daerah lain di Kepri sudah mandiri dan memiliki infrastruktur yang layak sebagai ibu kota provinsi," katanya. (Henri Kremer)

Editor: Asnawi Khaddaf
http://microsite.metrotvnews.com

Sunday, July 6, 2014

Tol Batam Sepanjang 25 kilometer Senilai Rp1,2-Rp1,6 triliun


Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Batam, akan melakukan koordinasi untuk pembangunan jalur lambat. Ini dilakukan guna menekan angka kecelakaan lalulintas dan kemacetan di ruas jalan-jalan utama.

Salah satu cara untuk membantu di dalam lalulintas dilakukan dengan menambah kapasitas jalan. Misal pelebaran dan pembuatan jalur lambat. Pemko sendiri ada program untuk menambah luas ruas jalan. Kalau ruas jalan arteri yang ada jalur lambat sudah kita koordinasikan. 

Ia menegaskan, Pemko Batam bukan hanya ingin membangun fly over di Simpang Jam hingga Simpang Kabil. Tetapi juga sudah memiliki rencana akan membangun jalan tol.

Dalam pembahasan terakhir lanjutnya, Pemko Batam sudah akan melakukannya pada awal 2015 akan dilakukan persiapan.

Jalan yang dijadikan ruas tol, merupakan jalan-jalan utama yang sudah ada. Di antaranya, jalan Simpang Jam, jalan Simpang Kabil, dan jalan lain yang mengarah ke rute tol.

"Nanti jalan-jalan itu akan kita overlay saja. Standart overlay lima sentimeter. Terus di persimpangan-persimpangan dikasih jalan layang. Jalan layang cuma secukupnya, cukup menghindari perempatan itulah. 

Adapun total anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan keseluruhan jalan tol mencapai Rp1,8 triliun. Setelah selesai, untuk pengelolaan jalan tol, nantinya akan diberikan kepada pihak ketiga.

Tak hanya menunggu Perpres untuk pembangunan jalan tol, BP Batam saat inipun tengah menunggu kepastian dari Kementerian terkait pembangunan Mono Rail Train (MRT)

Badan Pengusahaan Batam menyatakan rencana pembangunan jalan tol antara pelabuhan dan kawasan industri tetap akan dijalankan sebagai salah satu pengembangan fasilitas penunjang status kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas daerah itu.

Pembangunan jalan tol harus segera dimulai terkait langkah pihaknya menambah kapasitas jalan di kota ini sekaligus mempercepat akses barang bagi industri.

Jalan tol juga sebagai solusi kemacetan yang terjadi di Batam akibat terus bertambahnya kendaraan bermotor di kawasan tersebut.

BP Batam sebelumnya menyebutkan untuk membangun jalan tol, dana yang dibutuhkan sebesar Rp1,2 triliun hingga Rp1,6 triliun.

Proyek yang ditargetkan akan dimulai tahun ini dan beroperasi 2016 akan dibangun mulai dari Pelabuhan Batuampar, kawasan industri Mukakuning dan Bandara Hang Nadim. 

Sumber : 
http://batam.tribunnews.com
http://posmetrobatam.com
http://www.antaranews.com

Thursday, April 17, 2014

Batam Kota Transit Turis Asing


Kota Batam Kepulauan Riau dikembangkan menjadi kota perantara bagi wisatawan mancanegara (wisman). Sasaran utamanya adalah wisman dari Malaysia dan Singapura, yang hendak berwisata ke daerah lain di Indonesia dengan transit di Batam sebelum melanjutkan perjalanan.

"Batam tidak lagi menjadi tujuan akhir perjalanan, tapi menjadi tempat transit, pintu masuk ke daerah lain," kata Wali Kota Batam Ahmad Dahlan di Batam, Rabu (16/4/2014).

Akses dari Batam ke Singapura dan Malaysia sangat mudah, yaitu melalui kapal cepat yang tiap jamnya berlayar dari sejumlah pelabuhan internasional. Pelabuhan tersebut di antaranya Pelabuhan Sekupang, Pelabuhan Batam Centre, Pelabuhan Harbour Bay, dan Pelabuhan Nongsa Pura.

Untuk menuju daerah lain di Indonesia dari Batam juga mudah. Batam kini sudah memiliki alur penerbangan ke hampir seluruh kota, terutama di Pulau Sumatera.

"Penerbangan sudah banyak, sudah hampir semua kota di Sumatera memiliki jadwal penerbangan langsung. Bahkan sebentar lagi penerbangan ke Aceh hendak dibuka," kata Ahmad.

Selain itu, untuk daerah di sebelah pantai timur Sumatera, memiliki alur pelayaran tetap dari dan ke Batam. Hal ini dapat mempermudah akses wisatawan yang hendak berkunjung ke Pulau Sumatera.

Menurut Ahmad, pengembangan Batam menjadi kota transit pariwisata akan berdampak positif bagi perekonomian di kota itu. Sementara itu, Pemkot Batam menargetkan jumlah kunjungan wisman ke daerah itu mencapai 1.312.000 orang pada 2014 atau naik lima persen dari target tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam Yusfa Hendri mengatakan berbagai kegiatan nasional yang dilaksanakan di kota itu sepanjang 2014 yang dinilai mampu menyedot perhatian wisman.

Sumber :
http://travel.kompas.com

Saturday, March 8, 2014

Hal Menarik Di Pulau Batam


Berikut informasi mengenai pulau Batam yang bakalan menjadi tujuan utama para ibu-ibu dan gadget mania. Ada apa aja?

1. Barang-barang Fashion Impor

Tidak dipungkiri Batam merupakan sumber dari berbagai barang fashion impor yang ada di Indonesia. Barang-barang ini didatangkan dari Cina, Korea, dan Taiwan. Tas, jam tangan, parfum, pakaian, sepatu, dll.

Semuanya tersedia dengan berbagai merk seperti LV, Burberry, Hermes, dll… kualitasnyapun beragam dari KW3 hingga Original. Yang paling menggoda tentu harganya, ini lah alasan utama para ibu-ibu dan pri metroseksual berkunjung ke Batam :mrgreen:

2. Elektronik dan gadget

Saking identiknya dengan elektronik dan gadget, Batam sering diatasnamakan oleh berbagai penipuan online, padahal penipu tersebut tidak berlokasi di Batam. Mall Nagoya Hill dan Lucky Plaza merupakan tempat favorit bagi siapa saja yang ingin membeli komputer dan kamera. Ada puluhan penjual kamera dan komputer disini, line-upnya sangat lengkap.

Canon 1100D hingga 5D, Tamron hingga Carl Zeiss… harganya sangat bervariasi, harus pintar menawar dan jangan menawar di satu toko. Garansi? Hanya sebatas garansi toko, sesuai dengan kompensasi harga yang lebih murah. Buat dikirim ke luar daerah? Susah… bakal kena bea cukai.

3. Wisata Pantai

Sebagai sebuah pulau kecil, kemanapun kita pergi kita akan selalu dekat dengan pantai.
Sangat banyak pantai disini, namun tidak semuanya dapat dikunjungi sebagai tempat wisata. Sebagian menjadi pelabuhan, shipyard, daerah industri, hingga rumah penduduk. Wisata pantai Ocarina merupakan yang paling mudah untuk diakses karena letaknya yang sangat dekat dengan pusat kota Batam Center. Pantai-pantai yang lebih indah banyak terdapat di daerah Nongsa dan pantai-pantai tersebut dikelola oleh resort-resort internasional.

4. Kehidupan dan Hiburan Malam

Kehidupan dan Hiburan malam merupakan salah satu daya tarik utama Kota Batam, terutama bagi wisatawan manca negara. Anda akan sangat mudah menemukan diskotik, pub, bar, karaoke, dll. 

Tarifnya? Saya belum pernah mencobanya sama sekali dan insyaallah tidak akan pernah, namun dari informasi yang saya dapat tarifnya sangat murah dibandingkan dengan kualitas pelayanan yang didapat.

5. Mobil Impor Murah, dan Tentunya Brand New

Honda Fit 1.3, Honda CR-Z, Subaru Forester, Nissan 370Z, Subaru Legacy, Nissan GT-R, Range Rover Evogue, bahkan hingga Lamborghini Aventador bisa anda temukan di pulau kecil yang baru seumur jagung ini. Harganya? Cukup murah bisa dibandingkan dengan di Jakarta atau kota lainnya dikarenakan bebas dari PPN dan PPN BM. Tapi jangan berharap harganya akan bisa seharga motor bebek seperti kebanyakan hayalan orang. Harga kendaraan impor disini lebih murah 20-25% dari harga kendaraan impor di Jakarta.

Contohnya Ducati Monster 795 dijual Ducati Batam dengan banderol Rp175jt, sementara Ducati jakarta menjual dengan harga Rp215jt. Toyota 86 dijual dengan harga Rp475jt, sementara di jakarta harganya Rp600jt. Dibawa ke luar Batam? Jangan harap… karena tidak bayar PPN dan PPN BM, kalau mau ke luar pulau, bayar dulu PPN dan PPN BM-nya… jelas akan mahal :lol:

6. Lapangan Kerja di Sektor Industri

Batam juga dikenal sebagai pulau indsutri, di pulau ini banyak ditemukan kawasan industri yang di dalamnya terdapat ratusan hingga ribuan perusahaan. Rata-rata adalah perusahaan elektronik seperti Epson, Siemens, Panasonic, dll. Pekerja dengan latar belakang pendidikan di bidang teknik akan mudah mendapatkan pekerjaan disini, bahkan fresh graduate sekalipun.

7. Jalanan Yang Lebar, Lurus, Naik-Turun, dan Minim Hambatan

Ibu kost saya yang pernah tinggal di Jerman sewaktu pulang berkunjung dari batam mengatakan jalanan di Batam mirip di Jerman, bahkan beberapa spot terasa seperti di Autobahn. Entah lah, saya belum pernah ke Jerman. 80% jalanan di Batam terdiri dari 2 jalur yang masing-masing memiliki 2-4 ruas jalan.

Jalanan disini bisa mencapai 10km tanpa hambatan lampu lalu lintas. Tidak ada bangunan yang boleh berdiri tepat di pinggir jalan utama dan protokol, badan jalanpun masi sangat lebar sehingga tidak perlu terganggu oleh kemacetan yang diakibatkan oleh kendaraan yang parkir sembarangan. Benar-benar surga bagi Speedfreak.

8. Singapore

Singapore-Batam berjarak +/- 20km dengan waktu tempuh bervariasi dari 40-60 menit, tergantung dari pelabuhan mana anda berangkat. Harga tiket feri juga bervariasi, mulai dari 10SGD hingga 15SGD, tiket tersebut merupakan satu paket perjalanan pulang-pergi dan belum termasuk port tax.


Sumber :
http://emilioarmadasrg.wordpress.com

Monday, January 13, 2014

Batam Direndam Banjir




Wakil Wali Kota Batam Rudi mengerahkan 400 an anak buahnya dari anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Pekerjaan Umum, dan Petugas Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK) untuk membersihkan jalan di seputaran Nagoya-Jodoh, Senin (13/1) pagi.

Curah hujan yang cukup tinggi di Batam sejak hari Sabtu (11/1) hingga Minggu (12/1) kemarin memang sempat menimbulkan banjir di beberapa titik lokasi di Batam. Tak terkecuali pusat bisnis Batam, Nagoya dan Jodoh.

Hujan yang cukup deras dan angin yang sangat kencang membuat drainase terlihat tidak mampu lagi menampung luapan air hujan.

Banjir tak dapat terelakkan dan satu persatu kendaraan roda dua maupun roda empat tampak mengalami mogok di ruas jalan Nagoya.

Lumpur berwarna merah pekat pun terlihat mengotori jalanan sehingga menutup sebagian drainase yang ada. Sampah-sampah yang awalnya ada dalam drainase pun ikut terbawa air hingga ke jalanan.

Ratusan petugas terlihat bahu membahu turun langsung ke dalam drainase untuk mengeruk lumpur dan sampah-sampah. Tak terkecuali kepala dinas DKP, Suleman Nababan yang turut mengeruk lumpur yang mengotori jalanan depan Dana Graha Nagoya.

"Kalau saya tinggalin, nanti kabur semua orang ini. Bukan tidak dibenahi, secara rutin sudah dibenahi. Lihat sendiri, kemarin memangnya drainasenya sumbat ? Kan nggak. Sebenarnya, masalah pertama kebetulan air laut sedang pasang. Jadi air di drainase waktu hujan kemarin sama tingginya dengan air laut, jadi sulit mengalirnya. Kedua lagi, masyarakat kita juga yang kurang peduli," tutur Rudi saat itu.

Sumber :
http://batam.tribunnews.com
Batam Direndam Banjir

Wakil Wali Kota Batam Rudi mengerahkan 400 an anak buahnya dari anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Pekerjaan Umum, dan Petugas Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK) untuk membersihkan jalan di seputaran Nagoya-Jodoh, Senin (13/1) pagi.

Curah hujan yang cukup tinggi di Batam sejak hari Sabtu (11/1) hingga Minggu (12/1) kemarin memang sempat menimbulkan banjir di beberapa titik lokasi di Batam. Tak terkecuali pusat bisnis Batam, Nagoya dan Jodoh.

Lumpur berwarna merah pekat pun terlihat mengotori jalanan sehingga menutup sebagian drainase yang ada. Sampah-sampah yang awalnya ada dalam drainase pun ikut terbawa air hingga ke jalanan.

Ratusan petugas terlihat bahu membahu turun langsung ke dalam drainase untuk mengeruk lumpur dan sampah-sampah. Tak terkecuali kepala dinas DKP, Suleman Nababan yang turut mengeruk lumpur yang mengotori jalanan depan Dana Graha Nagoya.

"Kalau saya tinggalin, nanti kabur semua orang ini. Bukan tidak dibenahi, secara rutin sudah dibenahi. Lihat sendiri, kemarin memangnya drainasenya sumbat ? Kan nggak. Sebenarnya, masalah pertama kebetulan air laut sedang pasang. Jadi air di drainase waktu hujan kemarin sama tingginya dengan air laut, jadi sulit mengalirnya. Kedua lagi, masyarakat kita juga yang kurang peduli," tutur Rudi saat itu.

Sumber :
http://batam.tribunnews.com

http://batamtoday.com

Saturday, November 23, 2013

Kapal Ferry Batam-Singapore dengan Batam Fast


Batam Fast merupakan salah satu operator yang mengoperasikan Kapal Ferry dari Batam ke Singapore dengan Jadwal keberangkatan yang banyak. Batam Fast melayani Jalur Batam-Singapore di berbagai Pelabuhan Laut yang ada di Batam. Pelabuhan Laut tersebut diantaranya Pelabuhan Laut Batam Center, Pelabuhan Laut Sekupang, Pelabuhan Laut Harbour Bay dan Pelabuhan Laut Nongsa Pura.

Waktu perjalanan dari Batam ke Singapura maupun dari Singapura ke Batam pun berbeda-beda tergantung Pelabuhan Laut Batam yang digunakan, mulai dari 45 menit sampai 60 menit perjalanan. Di Singapura, terdapat 2 pelabuhan laut yang dipergunakan yaitu Pelabuhan Laut Harbour Front dan Tanah Merah Singapore. Jadi perlu hati-hati dalam menentukan pelabuhan laut Batam mana yang dipergunakan untuk menuju Pelabuhan laut Singapore yang mana. Dari Pelabuhan Laut Batam Center, Sekupang dan Harbour Bay akan menuju ke Pelabuhan laut Harbourfront Singapore, sedangkan dari Pelabuhan laut Nongsapura Batam akan menuju ke Pelabuhan laut Tanah Merah Singapore.
Harga Tiket dari Batam ke Singapore adalah SGD.30,- (Sudah termasuk SGD 7 untuk Pajak Pelabuhan Batam dan SGD 6 untuk Pajak Pelabuhan Singapura).

Berikut ini adalah Jadwal keberangkatan Kapal Ferry Batam Fast dengan tujuan Batam-Singapore di berbagai Pelabuhan Batam dan Singapore.
Batam Center Batam - Harbourfront Singapore

Dari Batam Center (WIB)      Dari Harbourfront Singapore (Waktu Singapore)
07.40                                        06.00
08.40                                        07.00
09.30                                        08.20
10.50                                        09.50
12.30                                        11.40
14.20                                        12.50
15.30                                        14.10
16.50                                        15.20
18.00                                        16.30
19.10                                        17.40
20.20                                        19.00
21.40                                        20.30

Sekupang Batam - Harbourfront Singapore

Dari Sekupang Batam (WIB)    Dari Harbourfront Singapore (Waktu Singapore)
07.50                                            06.00 
08.20                                            07.10
09.20                                            08.30
11.10                                            10.30
13.10                                            12.30
15.10                                            15.00
17.30                                            16.10
19.30                                            17.10
21.45                                            19.00

Harbour Bay Batam - Harbourfront Singapore

Dari Harbour Bay (WIB)           Dari Harbourfront Singapore (Waktu Singapore)
09.10                                            09.30
11.50                                            14.15
18.15                                            19.00
21.10                                            21.20

Nongsapura Batam - Tanah Merah Singapore

Dari Nongsapura Batam (WIB)    Dari Tanah Merah Singapore
08.00                                                06.00
09.00 #1                                           08.00 #2,#3
10.00 #2,#3                                      09.00
11.00 #2,#3                                      10.00 #2,#3
12.00                                                12.00
14.20                                                14.20
16.20                                                16.30
18.30                                                18.10
20.30

Keterangan untuk Pelabuhan Nongsapura (Batam) dan Tanah Merah (Singapore) :
#1 : Hanya beroperasi di Hari Sabtu, Minggu dan Hari Libur Singapura.
#2 : Tidak beroperasi pada Hari Rabu
#3 : Perlu konfirmasi kepastian Jadwal

Sumber : http://karimunbatam.blogspot.com

Saturday, November 16, 2013

Nagoya di Kota Batam


Batam terutama di Nagoya merupakan kota YANG dikunjungi setiap hari oleh banyak wisatawan dari luar negeri. Sabtu dan Minggu sangat ramai. Kota Batam umumnya memang kota industri. Tapi bagi wisatawan Nagoya memiliki daya tarik tersendiri. Benar-benar bagus untuk menikmati suasana kota Nagoya.

Oleh karena itu Pemerintah Batam memoles penampilan distrik bisnis perencanaan kota di Nagoya sebagai tujuan pariwisata terkemuka.

Pemerintah Kota Batam, melalui Peraturan Wali Kota menyeragamkan rupa bangunan di kawasan bisnis Nagoya. Nagoya, sebagai jantung bisnis Kota Batam dipilih menjadi Destinasi Pariwisata Unggulan Daerah (DPUD) karena menjadi tempat berbagai penyelenggaraan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Event) nasional maupun regional.

Karena lokasi MICE banyak di hotel-hotel yang ada di Kawasan Nagoya, maka Nagoya di pilih menjadi DPUD.

Pemerintah Kota juga akan mengatur lokasi parkir serta pusat pedagang kaki lima di kawasan itu, untuk mendukung kenyamanan kota.  Seperti di Kawasan Siang Malam, nanti akan ditata lagi tempat parkirnya.

Dana penataan wajah Nagoya dialokasikan dari APBN, APBD Provinsi dan APBD Kota Batam. 


Diharapkan  penataan kembali penampilan Nagoya akan menambah kenyamanan turis mancanegara yang berada di Batam.

Banyak hal bisa dinikmati di kota Nagoya Batam. Mulai dari wisata kuliner sampai hiburan wisata. Nagoya adalah tempat pilihan yang menyenangkan bagi mereka yang telah merencanakan perjalanan dengan keluarga di hari libur. Bagi Anda dari luar Batam bisa menggunakan mobil pribadi atau sewaan untuk menikmati wisata di daerah Nagoya ini.

Wisata kuliner di Nagoya misalnya, banyak pilihan yang bisa dikunjungi dan hampir setiap sudut kota Nagoya ada, seperti restoran Padang, Menu khas Padang yang selalu menggugah selera makan kita. Food court/pujasera juga yang paling banyak dikunjungi, Ciri khas Pujasera ini tidak beratap di atas terlihat sejuk dan tidak panas. Di food court kebanyakan buka pada malam hari, di Food Court beragam makanan dan minuman yang disajikan. Makanan laut yang paling banyak ditawarkan di food court. Bisa juga ditemui atau masakan daerah melayu tradisional lain. Menu oriental khas Cina seperti Ba Kut Teh atau Kwetiau juga menjadi menu paling favorit.

Lokasi hotel yang tarifnya terjangkau pun sangat mendukung perjalanan wisatawan dikawasan Nagoya. Contohnya, Hotel Nagoya Plaza yang jaraknya berdekatan dengan mall Nagoya Hill. Sepanjang jalan antara Hotel dan mall anda akan disuguhi dengan beraneka ragam dagangan kuliner khas Batam seperti sate, masakan dengan menu sea food dan Chinese food dengan berbagai pilihan. Semua itu bisa anda nikmati sambil melihat pemandangan khas kaki lima tapi tidak murahan. Jika tidak punya kendaraan sendiri agar lebih nyaman bisa menggunakan jasa rental mobil Batam untuk ke tempat-tempat ini.

Masing-masing tempat punya keistimewaan. Yang jelas Kota Nagoya ini mempunyai aura yang berbeda dengan tempat yang lain. Nagoya tidak hanya daerah wisata kuliner dan hiburan, wisata belanja pun sangat banyak, salah satunya mal, tempat yang komplit bagi yang suka belanja barang atau untuk oleh-oleh.
Begitu menjejakkan di kota Nagoya ini, akan merasakan suasana metropolitan seperti dijakarta. Melancong ke Batam, Nagoya ini menambahkan paket wisata menjadi lebih lengkap. Di daerah Nagoya ini juga, bertebaran sejumlah hotel. berbintang, salah satunya, Hotel Regency Panorama ini terletak ditengah pusat kota Batam, hotel lainnya Hotel Harmoni, Planet HoliDay, Goodway , i-hotel  dan lain-lainya.

Sumber : http://wisata-batam-kota.blogspot.com

Wednesday, October 23, 2013

Nama Kecamatan dan Kelurahan di Batam


Kecamatan dan kelurahan di Batam

Belakang padang
Tanjung sari
Sekanak Raya
Pemping
Kasu
Pecong
Pulau Terong

Batu ampar
T sengkuang
Sungai jodoh
Batu merah
Kampung Seraya

Sekupang
T.riau
Tiban Indah
Patam lestari
Tiban Baru
Patam Lama
Sei Harapan
Tanjung Pinggir

Nongsa
Kabil
Sambau
Batu besar
Ngenang

Bulang
Pulau buluh
Temoyong
Batu legong
Pantai gelam
Setokok
Bulang lintang

Lubuk Baja
Batu selicin
Lubuk baja kota
Kampung apelita
Baloi kota
Tanjung uma

Sungai beduk
T. piayu
Duriangkang
Mangsang
Muka kuning

Galang
Sijantung
Karas
Sembulang
Subang mas
Rempang cate
Air raja
Pulau abang
Galang baru

Bengkong
Bengkong laut
Bengkong indah
Sadai
Tanjung buntung

Batam Kota
Teluk tering
Taman baloi
Sukajadi
Belian
Sungai panas
Baloi permai

Sagulung
Tembesi
Sungai binti
Sungai lekop
Sagulung kota
Sungai langkai
Sei pelunggut

Batu aji
Bukit tempayan
Buliang
Kibing
Tanjung uncang

Tuesday, October 15, 2013

Kode Pos Kota Batam


Kode Pos BATAM KOTA
1 SEI PANAS (Eks Bukit Jodoh) 29456
2 BELIAN 29464
3 TELUK TERING 29461
4 SUKAJADI 29462
5 BALOI PERMAI 29463
6 TAMAN BALOI (Pec. Baloi Permai) 29463

Kode Pos BATU AMPAR
7 KAMPUNG SERAYA 29454
8 BATU MERAH 29452
9 TG. SENGKUANG (Eks Bkt Senyum) 29451
10 SUNGAI JODOH 29453

Kode Pos BATU AJI
11 BUKIT TEMPAYAN (Pec. Tiban Asri) 29424
12 BULIANG (Pec. Tiban Asri) 29424
13 KIBING (Pec. Tiban Asri) 29424
14 TANJUNG UNCANG 29423

Kode Pos BELAKANG PADANG
15 SEKANAK RAYA (Pec. Blk.Padang) 29411
16 TG. SARI (Pec. Blk.Padang) 29411
17 KASU 29415
18 PECONG 29414
19 PEMPING 29412
20 PULAU TERONG 29415

Kode Pos BENGKONG
21 BENGKONG LAUT 29458
22 TG. BUNTUNG (Pec. Bengkong Laut) 29458
23 BENGKONG INDAH (Eks. Harapan Baru) 29455
24 SADAI (Eks. Bengkong Harapan) 29457

Kode Pos BULANG
25 PULAU BULUH 29471
26 BATU LEGONG 29474
27 BULANG LINTANG 29471
28 PANTAI GELAM 29473
29 TEMOYONG 29475
30 PULAU SETOKOK 29476

Kode Pos GALANG
31 AIR RAJA (Galang Baru) 29484
32 SUBANG MAS 29483
33 SEMBULANG 29481
34 SIJANTUNG 29485
35 REMPANG CATE 29482
36 KARAS 29486
37 GALANG BARU 29484
38 PULAU ABANG 29487

Kode Pos LUBUK BAJA
39 BATU SELICIN 29441
40 LUBUK BAJA KOTA 29444
41 BALOI INDAH (Eks. Pangkalan Petai) 29442
42 KAMPUNG PELITA 29443
43 TANJUNG UMA 29445

Kode Pos NONGSA
44 BATU BESAR 29466
45 SAMBAU 29466
46 NGENANG 29468
47 KABIL 29467

Kode Pos SAGULUNG
48 TEMBESI 29434
49 SEI LEKOP 29434
50 SEI BINTI 29434
51 SAGULUNG KOTA 29439
52 SEI LANGKAI 29434
53 SEI PELUNGGUT 29434

Kode Pos SEI BEDUK
54 TANJUNG PIAYU 29437
55 DURIANGKANG 29437
56 MANGSANG 29437
57 MUKA KUNING 29433

Kode Pos SEKUPANG
58 PATAM LESTARI 29427
59 SUNGAI HARAPAN 29421
60 TANJUNG PINGGIR 29428
61 TANJUNG RIAU 29422
62 TIBAN INDAH 29426
63 TIBAN LAMA 29425
64 TIBAN BARU 29425

Sumber : http://batamkaskus.blogspot.com

Thursday, October 3, 2013

Batam Technoplex Alternatif Dunia Pendidikan di Batam


Yayasan Pendidikan Telkom/YPT yang berbasis di Kota Bandung, melalui Direktorat Pendidikan Dasar Menengah (Dikdasmen), berencana membangun kawasan pendidikan di Kota Batam dengan nama Batam Technoplex.

Menurut Ketua YPT Johni Girsang M.Sc, kawasan pendidikan ini akan memadukan pendidikan dari mulai TK, SD, SMP, SMA dan SMK, hingga akademi dengan prioritas di daerah Tiban karena lahan luas masih tersedia di kawasan tersebut.
“Kami ingin ada integrasi pendidikan dengan tujuan akhir menjadi pemasok sumber daya maupun ilmu bagi Telkom University yang berada di Bandung Technoplex kawasan Buah Batu,Kota Bandung,” katanya dalam rapat koordinasi/rakor perumusan rencana kerja manajerial dan anggaran Dikdasmen YPT tahun 2014 di Hotel Haris, Batam, 30 September-2 Oktober 2013.
Turut hadir dalam acara tersebut Director General Affair YPT Dedi Supriadi, Director PSE YPT Imelda Tirra Usnadibrata, VP Education Planning & Developement Dikdasmen PSE Sophia Yuliantie Sigit, AVP Education Planning Developement & Regulation PSE Suharsono, staff PSE, serta sejumlah kepala sekolah di bawah Dikdasmen dari seluruh Indonesia.
Menurut Johni, integrasi pendidikan sebagai implementasi konsep one pipe education system akan menguntungkan semua pihak, terutama siswa dan orangtua siswa. Sebab, proses pendidikan akan berlangsung terarah dan fokus dari awal hingga akhir.
Di sisi lain, kata Johni, penerapan konsep ini juga selaras dengan program mahakarya PT Telkom, Tbk (sebagai induk YPT) di bidang sumber daya manusia dengan menciptakan pendidikan berkualitas yang terjangkau di bawah kendali YPT.
“Ini pun selaras dengan konsep national university, dimana Telkom University nanti bukan hanya ada di Bandung, tapi juga akan dibuka cabangnya di Medan, Balikpapan, dan Makassar. Karena itulah, pembangunan komplek pendidikan dasar dan menengah harus dimulai,” katanya.
Imelda Tirra Usnadibrata menambahkan, sejumlah arahan rencana kerja untuk tahun depan, selain mendirikan Batam Technoplex, juga berencana membangun konsep pendidikan dasar menengah terintegrasi lainnya di Purwekerto dan Manado.
“Bahkan kami juga berencana go international, yang akan dijajaki adalah negara Sudan Selatan di Afrika mulai Oktober nanti. Tidak menutup kemungkinan kami akan dirikan TK, SD, dan semua jenjang Telkom School di negara tersebut,” katanya.
Menurut dia, pengembangan tersebut sangat memungkinkan jika mengacu potensi yang dimilikinya. Saat ini, Dikdasmen YPT mengelola 44 sekolah terdiri dari 31 Taman Kanak-kanak dan Playgroup, 1 SD, 1 SMP, 1 SMA, 3 SMK Pariwisata, dan 7 SMK Telkom.
Sekolah sebanyak itu tersebar di 37 kota di puluhan kota dari Pematang Siantar, Sumut hingga Jayapura, Papua. Juga, 44 sekolah tersebut telah eksis puluhan tahun di sedikitnya 10 provinsi di seluruh Indonesia.
“Karena itulah, mari kita samakan visi dengan bekerja keras dan berdoa. Saya meminta waktu kepada semua kepala sekolah, guru, dan seluruh pihak memberi kemasukan, juga berbagi kunci sukses penerapan program,” kata direktur yang belum dua bulan menjabat ini.
Johni Girsang mengungkapkan  seluruh target tadi bisa tercapai jika diseminasi nilai-nilai budaya kerja di Dikdasmen terus disesuaikan dengan budaya kerja PT Telkom, Tbk, sebagai induk perusahaan.
Salah satu yang ditekankan adalah program sadar budaya, peningkatan kompetensi, dan pembentukan karakter personel. Selain itu, harus terus berupaya menjaga performa tiap entitas di bawah Dikdasmen, baik dari sisi pendapatan maupun jumlah siswa.
Pendapatan diupayakan semakin mandiri, sebab jika terus disubsidi, maka tidak akan memunculkan prestasi individu maupun sekolah.
“Dari sisi jumlah siswa, tolong ikuti gaya Robi Johan, eks Dirut Garuda Indonesia. Dia tiap malam sediakan waktu mikirin mengapa Garuda waktu itu rugi terus sampai akhirnya untung. Jadi, pikirkanlah terus bagaimana caranya makin maju sekolah-sekolah kita,” pungkasnya. 

Tuesday, May 21, 2013

Sejarah Kota Batam


Menurut sejarah, pengembangan Pulau Batam dapat dilihat pada tiga periode yang berbeda yakni periode masa lampau, periode pendudukan kolonial dan periode globalisasi. Perkembangan pulau Batam awalnya berasal dari Pemerintahan Kesultanan yang sekarang telah berbaur dengan Republik Singapura dan kerajaan Malaysia yang terlebih dahulu menganut paham moderat.

Sejarah pulau Batam dapat ditelusuri ketika pertama kali Bangsa Mongolia dan Indo-Aryans pindah dan menetap di kerajaan Melayu sekitar tahun 1000 M atau sebelum kerajaan Islam Malaka dan Bintan muncul serta saat datangnya Pemerintahan Kolonial Eropa yang diprakarsai oleh bangsa Portugis, Belanda dan Inggris. 

Sejak tahun 1513 M, pulau Batam dan Singapura telah menjadi bagian dari kesultanan Johor. Penduduk pulau Batam sendiri berasal dari orang Melayu atau yang lebih dikenal dengan orang Selat atau orang Laut. Mereka menempati wilayah tersebut sejak zaman kerajaan Temasek atau paling tidak dipenghujung tahun 1300 M (awal abad ke-14). 

Referensi lain menyebutkan, pulau Batam telah dihuni orang Laut sejak 231 M.
Ketika Singapura dinamai Temasek yang dikelilingi oleh perairan, wilayah ini telah dijadikan sebagai pusat perdagangan yang dikuasai oleh Temanggung Tempatan (pemimpin wilayah).

Akibat dari pesatnya perdagangan tersebut membuat kerajaan Melayu Johor, Penyengat serta Lingga/Daik menjadi kuat dan mereka memperluas daerah kekuasaan sampai ke kawasan Malaka. Bukan itu saja, pulau Sumatera Bagian timur juga menjadi bagian dari kekuasaan mereka. sampai akhirnya datang bangsa Belanda dan Inggris pada tahun 1824 M, yang kemudia mengambil alih tampuk kekuasaan sekaligus menjadi daerah jajahannya dan muncullah paham politis yang baru. 

Di abad ke-19, persaingan antara Inggris dan Belanda amatlah tajam dalam upaya menguasai perdagangan di perairan Selat malaka. Bandar Singapura juga maju pesat, mengakibatkan Belanda dengan berbagai cara ingin menguasai perdagangn Melayu dan aktivitas lainnya yang melewati kawasan tersebut. Terjadilah penyusupan tersembunyi yang dilkukan oleh pedagang Singapura. hal ini sangat menguntungkan pulau Batam yang berdekatan dengan Singapura sebagai tempat bersembunyi dari gangguan patroli Belanda.

Pada 17 Maret 1824, Pemerintah Inggris Baron Fagel dari Belanda menandatangani perjanjian London (Anglo-Deutch Tractate berisi : Belanda mengaku kedudukan Inggris di Malaka dan Singapura, sementara itu Bencoolen (Bengkulu, Sumatera) menjadi kekuasaan Belanda sekaligus menguasai kepuluan Riau).

Setelah kerajaan Melayu Riau yang berpusat di Lingga berpisah dari Johor, maka yang dipertuan besar bergelar Sultan membagi wilayah administrasi pemerintahan dalam kerajaan Melayu Lingga-Riau menjadi tiga bagian. Yakni kekuasaan Sultan di Daik Lingga, Yang Dipertuan Muda di Penyengat dan Tumenggung di Bulang. Ketiga wilayah ini menjadi satu kesatuan yang utuh dalam menjalankan roda pemerintahan. namun secara umum yang menjadi titik sentral dalam menjalankan roda pemerintahan di kerajaan Melayu dipegang Yang Dipertuan Muda yang berkedudukan di Penyengat.

Batam sendiri saat itu, merupakan wilayah kekuasaan Tumenggung, Tumenggung yang pertama di Bulang bergelar Tengku Besar. Sementara yang menjadi Tumenggung terakhir adalah Tumenggung Abdul Jamal. Sebagai pusat kekuasaan dan yang menjalankan roda pemerintahan, pada tahun 1898, Yang Dipertuan Muda yang berpusat di Penyengat, mengeluarkan sepucuk surat yang ditujukan kepada Raja Ali Kelana bersama seorang saudaranya untuk mengelola pulau Batam. bekal surat itulah, Raja Ali Kelana kemudia mengembangkan usahanya di pulau Batam. Slaah satunya mendirikan pabrik batu bata.

Pada tahun 1965 Temasek melepaskna diri dari Federasi Malaysia (1963-1965) untuk menjadi negara Singapura yang bebas. Pada awal kemerdekaan Indonesia tahun 1945 hingga 1957, Tanjung Pinang dinobatkan sebagai pusat pemerintahan dan bisnis di bagian Timur Sumatera. Tanjung Pinang kemudian ditetapkan sebagai ibukota propinsi Riau yang kemudian diikuti oleh Pekanbaru yang terletak di Sumatera. Semenjak itu, Tanjung Pinang resmi menjadi ibukota Kabupaten Kepuluan Riau yang melingkupi 17 kecamatan termasuk di antaranya pulau Batam.

Untuk jangka panjang, belum ada pulau lain secara relatif bisa berkembang seperti Pulau Batam yang terus mengalami pembangunan yang sangat pesat. Padahal secara turun temurun, Belakang Padang adalah kota besar dan Batam hanya suatu tempat yang hanya dijadikan sebagai destinasi kedua setelah Belakang Padang. Tahun 1957 Pulau Buluh menjadi satu kesatuan dengan pulau Batam dan menjadi bagian dari Belakang Padang sekitar tahun 1965. Sementara pada tahun 1971, dengan keputusan Presiden No. 74 / 1971, Pemerintah pusat mengumumkan secara resmi bahwa pulau Batam sebagai suatu zona industri.

Pulau Batam yang merupakan bagian dari Propinsi Riau memiliki banyak nilai tambah. Dengan modal jalur pelayaran internasional serta jarak dengan negara Singapura hanya 12.5 mil laut atau sekitar 20 Km, maka untuk memacu perkembangan di wilayah nusantara dari semua aspek kehidupan, khususnya dibidang ekonomi, maka Pemerintah Indonesia mengembangkan Pulau Batam menjadi Otorita pengembangan Daerah Industri Pulau Batam (OPDIPB).

Sumber : pn-batam.go.id

Related Posts