Monday, January 13, 2014
Batam Direndam Banjir
Wakil Wali Kota Batam Rudi mengerahkan 400 an anak buahnya dari anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Pekerjaan Umum, dan Petugas Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK) untuk membersihkan jalan di seputaran Nagoya-Jodoh, Senin (13/1) pagi.
Curah hujan yang cukup tinggi di Batam sejak hari Sabtu (11/1) hingga Minggu (12/1) kemarin memang sempat menimbulkan banjir di beberapa titik lokasi di Batam. Tak terkecuali pusat bisnis Batam, Nagoya dan Jodoh.
Hujan yang cukup deras dan angin yang sangat kencang membuat drainase terlihat tidak mampu lagi menampung luapan air hujan.
Banjir tak dapat terelakkan dan satu persatu kendaraan roda dua maupun roda empat tampak mengalami mogok di ruas jalan Nagoya.
Lumpur berwarna merah pekat pun terlihat mengotori jalanan sehingga menutup sebagian drainase yang ada. Sampah-sampah yang awalnya ada dalam drainase pun ikut terbawa air hingga ke jalanan.
Ratusan petugas terlihat bahu membahu turun langsung ke dalam drainase untuk mengeruk lumpur dan sampah-sampah. Tak terkecuali kepala dinas DKP, Suleman Nababan yang turut mengeruk lumpur yang mengotori jalanan depan Dana Graha Nagoya.
"Kalau saya tinggalin, nanti kabur semua orang ini. Bukan tidak dibenahi, secara rutin sudah dibenahi. Lihat sendiri, kemarin memangnya drainasenya sumbat ? Kan nggak. Sebenarnya, masalah pertama kebetulan air laut sedang pasang. Jadi air di drainase waktu hujan kemarin sama tingginya dengan air laut, jadi sulit mengalirnya. Kedua lagi, masyarakat kita juga yang kurang peduli," tutur Rudi saat itu.
Sumber :
http://batam.tribunnews.com
Batam Direndam Banjir
Wakil Wali Kota Batam Rudi mengerahkan 400 an anak buahnya dari anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Pekerjaan Umum, dan Petugas Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK) untuk membersihkan jalan di seputaran Nagoya-Jodoh, Senin (13/1) pagi.
Curah hujan yang cukup tinggi di Batam sejak hari Sabtu (11/1) hingga Minggu (12/1) kemarin memang sempat menimbulkan banjir di beberapa titik lokasi di Batam. Tak terkecuali pusat bisnis Batam, Nagoya dan Jodoh.
Lumpur berwarna merah pekat pun terlihat mengotori jalanan sehingga menutup sebagian drainase yang ada. Sampah-sampah yang awalnya ada dalam drainase pun ikut terbawa air hingga ke jalanan.
Ratusan petugas terlihat bahu membahu turun langsung ke dalam drainase untuk mengeruk lumpur dan sampah-sampah. Tak terkecuali kepala dinas DKP, Suleman Nababan yang turut mengeruk lumpur yang mengotori jalanan depan Dana Graha Nagoya.
"Kalau saya tinggalin, nanti kabur semua orang ini. Bukan tidak dibenahi, secara rutin sudah dibenahi. Lihat sendiri, kemarin memangnya drainasenya sumbat ? Kan nggak. Sebenarnya, masalah pertama kebetulan air laut sedang pasang. Jadi air di drainase waktu hujan kemarin sama tingginya dengan air laut, jadi sulit mengalirnya. Kedua lagi, masyarakat kita juga yang kurang peduli," tutur Rudi saat itu.
Sumber :
http://batam.tribunnews.com
http://batamtoday.com
Subscribe to:
Posts (Atom)
Related Posts
-
Peristiwa mudik merupakan peristiwa yang mengasyikkan dan membanggakan bagi pekerja di Batam. Mengasyikkan karena akan bertemu dengan saudar...
-
1 Cammo Industrial Park Luas Kawasan : 18 Ha Tenants : 92 2 Batu Ampar Industrial Estate Tenants : 92 3 Batamindo Industrial Pa...
-
Dulu Pekerja Galangan Kapal 250.000 Orang, Sekarang hanya 30.000 Sekretaris Asosiasi Perusahaan Galangan Kapal Batam (Batam Shipyard and O...
-
Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Batam, akan melakukan koordinasi untuk pembangunan jalur lambat. Ini dilakukan guna menekan angka kecelaka...
-
Badan Pengusahaan Kawasan Free Trade Zone Batam (BP Batam) mencatat ada empat perusahaan tutup sepanjang tahun 2014, sedangkan Disnaker m...
