Showing posts with label Perjalanan. Show all posts
Showing posts with label Perjalanan. Show all posts

Monday, April 10, 2023

Batam-Tanjungpinang Dominasi Pelayaran Mudik

Pemprov Kepri: Rute Batam-Tanjungpinang Dominasi Pelayaran Mudik

Senin 10 Apr 2023 14:06 WIB

 

Sejumlah penumpang turun dari KM Kelud yang baru bersandar di Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau, Ahad (9/4/2023). Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyebutkan rute Batam-Tanjungpinang ataupun sebaliknya mendominasi angkutan pelayaran saat mudik Lebaran 2023.

Titik padat mudik dengan moda angkutan pelayaran di Kepri hampir merata.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyebutkan rute Batam-Tanjungpinang ataupun sebaliknya mendominasi angkutan pelayaran saat mudik Lebaran 2023.

Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Adi Prihantara di Batam, Kepri, Senin (10/4/2023), mengatakan, titik padat mudik dengan moda angkutan pelayaran di wilayahnya hampir merata di setiap kabupaten dan kota. "Tapi, hal itu sudah diantisipasi dengan banyaknya kapal cepat (speedboat), kemudian kapal roro yang juga terus ditingkatkan. Jadi, sudah tidak ada masalah lagi," kata Adi.

Ia menambahkan untuk perjalanan pelayaran tujuan Natuna dan Anambas akan mengikuti jadwal kapal yang telah ditetapkan. Sementara, untuk tujuan Lingga dan Karimun masih dapat dijangkau pada H-1 Lebaran.

"Posko mudik Lebaran ada di setiap pelabuhan dibuat, kemudian yang di darat ada beberapa titik yang dibuat, beserta petugas keamanan untuk pemantauan keamanan lalu lintas," ujar dia.

Sebelumnya, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam Kepulauan Riau mengimbau masyarakat melakukan mudik Lebaran/Idul Fitri lebih awal. Kepala KSOP Khusus Batam M Takwim mengatakan hal tersebut sebagai upaya mengurangi volume penumpang pada saat puncak mudik Lebaran 2023/Idul Fitri 1444 Hijriah.

"Imbauan untuk pemudik, diharapkan mudik lebih awal agar tidak menumpuk. Kemudian dipastikan semua dokumen dan tiket terdaftar, sehingga lebih mudah dipantau dan tidak ada masalah saat berangkat," kata Takwim.

Pihaknya telah melakukan pengecekan 40 unit kapal yang dipastikan siap melayani angkutan Lebaran. Selain itu, juga disiapkan 200 personel yang terdiri atas pihak kepolisian, bea cukai, imigrasi, hingga kantor kesehatan pelabuhan (KKP) dalam angkutan Lebaran 2023.


Sumber :

https://ramadhan.republika.co.id/berita//rsw13k457/pemprov-kepri-rute-batam-tanjungpinang-dominasi-pelayaran-mudik?

Friday, December 24, 2021

Bandara Hang Nadim Batam dan kawasan Batam, Bintan dan Karimun

Pengembangan Bandara Hang Nadim Batam akan Dorong Kawasan BBK

Rabu, 22 Desember 2021 / 11:34 WIB


Pengembangan Bandara Hang Nadim Batam akan mendorong kawasan Batam, Bintan dan Karimun (BBK). Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Badan Usaha Pelaksana Proyek KPBU Pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Selasa (22/12).

Hal tersebut dilakukan untuk pengembangan Kawasan Batam, Bintan dan Karimun (BBK) yang diharapkan mendorong terbukanya akses penerbangan yang langsung. Terutama ke Korea Selatan, China, serta beberapa negara lain. 

Di samping itu, Kementerian Koordinator Perekonomian menyebut, Batam akan dapat menjadi alternatif hub untuk penerbangan internasional, terutama ke Pulau Jawa, Bali, NTB, Sulawesi, Maluku, dan Papua dengan memanfaatkan jaringan bandara yang dioperasikan Angkasa Pura I tersebut.

Jaringan penerbangan internasional dari dan ke Batam dinilai akan mempercepat pemulihan dan pengembangan industri pariwisata di Kawasan BBK. Serta dapat mengefisienkan layanan kargo, yang akan dapat meningkatkan daya saing industri dan mengurangi biaya logistik di Batam. Selain itu, juga dapat mendorong supply chain barang elektronik, baik dari bahan baku maupun produknya sendiri.

“Penandatanganan PKS ini menandai era baru dari proses panjang dalam upaya percepatan pengembangan Bandara Hang Nadim Batam dalam menunjang pengembangan kawasan BBK, serta kawasan regional Indonesia bagian barat, maupun menghubungkan dengan pasar global seperti Korea, Jepang, dan Tiongkok, bahkan bisa menjangkau Amerika Serikat,” jelas Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan secara virtual, Rabu (22/12). 

Peluang tersebut diyakini akan dapat dicapai dengan memperhatikan kapasitas dan kapabilitas anggota konsorsium. Yakni PT Angkasa Pura I telah mengelola 15 bandara di Indonesia dengan layanan 83,4 juta penumpang dan 556.000 ton kargo pada 2019, Incheon International Airport Corporation yang memiliki superprioritas jaringan rute antar benua dengan 88 maskapai, 52 negara destinasi, dan 173 kota destinasi, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. yang memiliki portofolio overseas project di Asia dan Afrika.

Airlangga mengatakan, KPBU ini merupakan proyek brownfield dengan nilai investasi sebesar Rp 6,9 triliun dengan masa kerja sama selama 25 tahun. Ia juga mengharapkan KPBU ini dapat memberikan manfaat kepada BP Batam senilai Rp 34,58 triliun.

“Adapun dampak tidak langsung, namun sangat diperlukan, adalah terjadinya peningkatan pelayanan kebandarudaraan dengan target awal untuk lima tahun ke depan, yaitu pelayanan penumpang sebesar 2 kali lipat dan pelayanan kargo sebesar 1,5 kali lipat yang dihitung dengan capaian tahun 2019 sebelum pandemi Covid-19,” ujar Airlangga.

Kekuatan badan usaha konsorsium tersebut diyakini akan dapat menyusun dan menerapkan strategi pengembangan rute yang berorientasi ke global transhipment, yaitu menjadikan Batam sebagai hub logistik nasional.

Batam nantinya akan menjadi gerbang masuk dan keluar Amerika Serikat - Korea Selatan - Batam dan Tiongkok - Batam, Singapore market shifting dengan peningkatan fasilitas dan layanan warehousing, e-commerce fulfillment center dengan target produk ke Tiongkok dan Korea Selatan, serta meningkatkan ekspor produk pertanian dan perikanan dari Indonesia ke mancanegara.

Memperhatikan tujuan dan dampak besar dari pelaksanaan KPBU tersebut, Airlangga mengharapkan, operasionalisasi PKS ini dapat segera dijalankan dalam satu sampai dua bulan ke depan.

"Saya juga berharap proyek Bandara Hang Nadim ini akan dapat menjadi jembatan untuk kerja bersama, maju bersama, dan sejahtera bersama, antara Indonesia dan Korea Selatan,” imbuh Airlangga.


Sumber :

https://nasional.kontan.co.id/news/pengembangan-bandara-hang-nadim-batam-akan-dorong-kawasan-bbk

Friday, June 5, 2015

Mudik dari Batam

Peristiwa mudik merupakan peristiwa yang mengasyikkan dan membanggakan bagi pekerja di Batam. Mengasyikkan karena akan bertemu dengan saudara di kampung dan membanggakan karena akan share kesuksesan setelah 1 tahun lamanya bekerja.

Mudik akan menjadi lancar jika moda transportasi cukup mumpuni. Lalu bagaimana kesiapan dari armada untuk mudik tersebut, berikut berita updatenya.


Antisipasi Mudik Lebaran, Lion Air Cadangkan Tiga Pesawat di Hang Nadim

Maskapai penerbangan Lion Air telah menyiagakan tiga pesawat cadangan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada musim mudik Lebaran di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam.
Selain untuk menangani penumpang dari dan menuju Bandara Hang Nadim, pesawat cadangan juga bisa digunakan untuk membantu operasional penerbangan di bandara-bandara sekitar Batam.

"Pihak Lion Air sudah menyampaikan hal itu. Pesawat cadangan yang siaga di Batam ini juga bisa diperbantukan jika terjadi lonjakan penumpang di bandara lain sekitar Batam," kata Suwarso, Kepala Bagian Umum Bandara Hang Nadim Batam.

Dijelaskan, Lion Air merupakan maskapai dengan jumlah penerbangan terbanyak di Bandara Hang Nadim. Lion Air melayani rute di regional Sumatera, seperti dari Batam menuju Medan, Padang, Pekanbaru, Jambi, dan Palembang. Sementara di luar wilayah Sumatera, Lion Air juga menerbangi Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Pontianak, dan Balikpapan.

Kendati demikian, pihak Lion Air memang belum mengajukan penambahan frekuensi penerbangan untuk musim mudik Lebaran. "Memang ada (pengajuan tambahan penerbangan). Namun, mereka sudah menyampaikan akan menyiagakan pesawat cadangan untuk memenuhi kebutuhan Lebaran," jelas Suwarso.

Saat ini, Lion telah menjadikan Bandara Hang Nadim Batam sebagai hub penerbangan antara wilayah di bagian timur dengan wilayah di bagian barat, terutama Sumatera, tanpa harus transit di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta yang sudah sangat padat. Selain itu, Lion Air juga memiliki fasilitas perawatan dan perbaikan pesawat (MRO) di Bandara Hang Nadim Batam.


Antisipasi Mudik Lebaran, PT Pelni Batam Tambah Jadwal Keberangkatan KM Kelud ke Belawan

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Batam menambah jadwal pelayaran rute Batam - Belawan melalui KM Kelud. Penambahan itu untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada periode mudik Lebaran 2015.
"Jadwal keberangkatan tujuan Batam ke Belawan, Sumatera Utara, akan ditambah dari hari biasanya. Setidaknya ada tiga jadwal keberangkatan sebelum Lebaran," ujar Abdullah N Tue, Kepala PT Pelni Cabang Batam, kepada BATAMTODAY.COM, Jumat (5/6/2015).

Penambahan jadwal pelayaran itu sudah disosialisasikan kepada masyarakat dengan memasang spanduk di beberapa titik, seperti di Pelabuhan Beton, Sekupang dan kantor Pelni. Tujuannya agar calon penumpang bisa membeli jauh-jauh hari.

"Kan lebih baik jauh-jauh hari sudah beli daripada membeli tiket pada hari-H. Siapa tahu tiket sudah habis untuk tujuan Batam-Belawan," ujar pria yang baru satu minggu menjabat sebagai kepala kantor cabang Batam itu.

Pasalnya, kata dia, sebanyak 30-40 persen tiket dari Batam ke Belawan pada hari tertentu atau tanggal 7, 12, dan 16 Juli 2015 sudah dibeli oleh calon penumpang. Sementara kapasitas penumpang KM Kelud maksimal hanya 1905 ditambah 30 persennya. Sehingga total sekitar 2.600 termasuk penumpang transit dari pemberangkatan sebelumnya.

"Kalau penjualan tiket pada jadwal tersebut sudah mencapai 2.600 lebih, otomatis penjualan atau pencetakan tiket Pelni akan dihentikan," terangnya.



Sumber :
http://bpbatam.batamtoday.com/detil_berita.php?id=57772
http://www.batamtoday.com/berita57925-Antisipasi-Mudik-Lebaran,-PT-Pelni-Batam-Tambah-Jadwal-Keberangkatan-KM-Kelud-ke-Belawan.html

Wednesday, May 20, 2015

Xiaomi Ogah Bangun Pabrik di Indonesia

Alasan Xiaomi Ogah Bangun Pabrik di Indonesia

Rabu 20 Mei 2015 10:41 WIB

Vice President Global Xioami, Hugo Barra

Perusahaan telefon seluler asal China, Xiaomi, menyatakan untuk saat ini belum menyiapkan rencana membangun pabrik di Indonesia, sebagai upaya untuk mengantisipasi dorongan pemerintah terkait pengaturan kandungan lokal perangkat genggam 4G. Hal tersebut disampaikan oleh Vice President of Internasional, Hugo Barra, disela acara peluncuran smartphone terbaru, Mi 4i.

Hugo Barra mengakui, saat ini Xiaomi memang belum memiliki strategi untuk mendirikan pabrik smartphone di Indonesia. Tetapi dirinya mengetahui tentang aturan soal Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) tersebut dan menyatakan siap mematuhinya.

“Kami tahu soal regulasi tersebut di negara ini dan kami sebisa mungkin akan mengikutinya. Namun bicara soal membangun pabrikan manufaktur di Indonesia itu rasanya terlalu dini untuk saat ini,” ucap Hugo Barra di Lounge Plaza Senayan, Jakarta, (19/5/2015).

Disampaikan dalam kesempatan berbeda oleh General Manager Xiaomi Southeast Asia, Steve Vickers . Dirinya mengatakan akan mempertimbangkan peraturan pemerintah Indonesia untuk memasukan unsur kandungan lokal dalam negeri pada smartphone.

Steve menyatakan jika aturan persentase mengenai tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) telah rampung, Xiaomi kemungkinan akan merakit smartphone di Indonesia dengan menggandeng rekanan lokal (partner lokal), bukan membangun pabrik.

Steve berharap akan dapat merealisasikan niat tersebut pada 2015. Diakuinya Xiaomi ingin mendukung serta mendorong penetrasi 4G di Indonesia.

Ketika disinggung mengenai perusahaan Electronic Manufacturing Services (EMS) mana yang akan digandeng oleh Xiaomi untuk merakit ponselnya, Steve menjawab belum menentukan pabrikan mana yang akan diajak kerjasama. Seperti diketahui di Indonesia ada dua perusahaan yang bergerak di bidang tersebut yakni PT Tirdharma Persada (TDK) dan Satnusa Persada.


Aturan TKDN

Kebijakan penggunaan material lokal yang akan dilakukan pemerintah mengenai perhitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dikabarkan telah rampung. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, mengungkapkan bahwa perturan tersebut sudah ditandatanganinya.

“Kita akan uji publik mengenai TKDN ini. Saat ini, komposisi TKDN dalam satu produk yang sudah berjalan adalah 30:20 persen, 30 untuk network dan 20 persen untuk sub scriber station. Perhitungan untuk peraturan baru di awal 2017, akan menjadi 40:30, 40 untuk network dan 30 persen untuk sub scriber station,” jelas Rudiantara, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dirinya juga menuturkan bahwa peraturan baru ini tidak akan memberatkan produsen lokal maupun global, peraturan akan diikuti oleh semua produsen di industri telekomunikasi dalam produk besutannya yang akan dijual di dalam negeri.

Kebijakan mengenai TKDN untuk ponsel basis 4G diklaimnya akan dimulai pada bulan Janurari 2017 mendatang. Sedang perhitungannya diperkirakan sudah tepat, karena telah juga disepakati oleh tiga kementerian yang di Indonesia.


Sumber :

https://techno.okezone.com/read/2015/05/20/207/1152392/alasan-xiaomi-ogah-bangun-pabrik-di-indonesia

Related Posts