Tuesday, January 15, 2019

Batam dari Free Trade Zone Jadi Kawasan Ekonomi Khusus

Batam Akan Diubah dari Free Trade Zone Jadi Kawasan Ekonomi Khusus

Bisnis.com, BATAM – Produk industri di Batam akan dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri.

Untuk itu, status Batam sebagai kawasan Free Trade Zone (FTZ) akan segera diubah menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Ada 262 juta konsumen di dalam negeri, Batam harus berkontribusi,” ujar Kepala BP Batam Edy Putra Irawady, Selasa (15/1).

Selama ini Batam mendapatkan fasiltias FTZ, yang memungkinkan barang impor dan ekspor di Batam tak kena tarif PPN, PPN BM, dan Bea. Namun jika produk industri Batam dijual ke dalam negeri, kewajiban membayar PPN, PPNBM, dan Bea kembali dikenakan.

Pemberian Fasilitas KEK di Batam dianggap menjadi solusi karena dengan KEK produk hasil industri di Batam bisa dijual ke dalam negeri tanpa dikenakan tarif pajak.

“Yang paling utama adalah untuk substitusi impor, karena itu konsep KEK itu kan, supaya pengusaha bisa jual ke dalam negeri, tentu dengan berbagai fasiltias. Itu yang saya pikir untuk tahun ini,” jelasnya.

Selain memenuhi pasar dalam negeri, Batam juga akan tetap berperan sebagai penyumbang ekspor nasional. Kedepan, seluruh barang dari luar negeri bisa dikumpulkan di Batam, untuk kemudian diekspor kembali ke negara-negara yang membutuhkan.

“Orientasi ekspor kita adalah untuk global value chain,” ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pembenahan jasa logistik Batam akan terus digesa.

Terutama untuk meningkatkan kapasitas air cargo Bandara Hang Nadim. Pengembangan bandara Hang Nadim sendiri telah memasuki masa pre qualifikasi sejak awal bulan ini.

“Misalnya dari Surabaya mau kirim ke Eropa, dikumpulkan di Batam lalu diangkut dengan yang besar,” jelasnya.

Sektor pelabuhan juga terus dibenahi. Pelabuhan Batuampar akan didesain sebagai Hub Angkutan laut agar biaya logistik yang tinggi bisa ditekan.

Untuk menekan ongkos logistik, Batam harus meningkatkan volume angkut melalui perluasan jaringan. (K31)


Sumber :
https://sumatra.bisnis.com/read/20190115/534/878790/batam-akan-diubah-dari-free-trade-zone-jadi-kawasan-ekonomi-khusus

Wednesday, September 12, 2018

3 Perusahaan di Kawasan Industri Batamindo Buka Lowongan


Ribuan pencari kerja kembali memadati kawasan Multi Pupose Hall (MPH) Batamindo di Mukakuning sepanjang, Rabu (12/9) kemarin. Itu karena sejumlah perusahaan di kawasan Industri Batamindo membuka lowongan kerja diantaranya PT Dynacast, Unisem dan Ciba Vision.

Informasi yang didapat dari pihak PT Tunas Karya sebagai perusahaan perekrut, perekrutan tenaga kerja teknisi yang paling banyak dari PT Dynacast yakni 150 pekerja wanita dengan batas usia maksimal 23 tahun.

Sementara perusahan lainnya hanya membutuhkan dua hingga tiga orang pekerja saja khusus untuk pekerja pria.

“Untuk cewek yang banyak. Sekitar 150 orang yang dibutuhkan oleh PT Dynacast. Kalau yang lainnya hanya dua atau tiga orang untuk pria,” ujar Heru, petugas perekrut, kemarin.

Meskipun tak banyak yang direkrut namun lowongan kerja tersebut menjadi perhatian para pencaker untuk beradu nasib. Pantauan di lapangan, ada sekitar tiga ribuan pencaker yang memadati lokasi MPH Batamindo sejak pukul 07.00 WIB.

Tidak sedikit pencaker yang harus pulang dengan kecewa sebab tidak memenuhi persyaratan memasukan berkas lamaran seperti usia diatas 23 tahun hingga tinggi badan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh pihak perusahaan yang membuka lowongan kerja.

“Banyak yang tak masuk karena umur dan tinggi badan tak sesuai,” ujar Heru.

Selain itu ada juga pencaker yang mengurungkan niat mereka untuk memasukan lamaran sebab tidak sesuai dengan keinginan.

Sandra Juwita misalkan, gadis 22 tahun itu mengurungkan niatnya memasukan lamaran ke salah satu perusahaan yang buka lowongan kerja itu, lantaran dia pernah kerja di sana sebelumnya. Dia memutuskan untuk berhenti sebab pekerjaan terlampau berat.

“Bukannya milih-milih, tapi memang terlalu berat kerja di PT itu,” ujar Sandra.


Sumber :
https://batampos.co.id/2018/09/12/tiga-perusahaan-di-kawasan-industri-batamindo-buka-lowongan/

Friday, February 2, 2018

Batam Kembangkan Pariwisata Bahari

Sabtu 13 January 2018 03:40 WIB

Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau ingin mengembangkan pariwisata bahari, terutama mengoptimalkan pantai sebagai objek tujuan pariwisata untuk mendongkrak angka kunjungan wisatawan internasional.

"Kami ingin mengembangkan pariwisata di pantai," kata Wali Kota Batam Kepulauan Riau.

Untuk mengembangkan pariwisata di pantai, maka Pemkot perlu memastikan hak pengelolaan di sejumlah pantai. Hal itu mengingat pemegang hak kelola lahan di Pulau Batam adalah Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, bukan Pemkot.

Menurut dia ada beberapa pantai yang potensial untuk dikembangkan di pulau utama dan pulau penyangga. "Ada beberapa pantai, kami siapkan regulasi," kata dia.

Sambil menunggu regulasi untuk mengembangkan pariwisata di pantai, Pemkot Batam kini memperbaiki infrastruktur kota, juga untuk menarik wisman.

Selama ini, kebanyakan wisman, terutama asal Singapura dan Malaysia yang datang ke Batam untuk menikmati wisata dengan berbelanja di tengah kota. Wali Kota menekankan keseriusan pemerintah membangun industri pariwisata, sebagai penyokong ekonomi masyarakat.

Tugas utama pemerintah membangun infrastruktur untuk membuat pelancong nyaman selama berada di kota yang berseberangan dengan Singapura dan Malaysia itu.

Ia mengaku pemerintah belum menyelenggarakan acara khusus untuk mendatangkan wisman, karena fokus utama masih untuk memperbaiki infrastruktur. "Pembenahan jalan utama dan jalan alteri. Acara apa pun yang mau ditampilkan, kalau kota jelek, bagaimana. Seperti menyuruh orang ke rumah saya, rumahnya harus cantik, wangi dulu," kata dia.

Wali Kota juga mempersilahkan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas Batam, bila ingin menyelenggarakan kegiatan penarik wisman. Menurut dia, tidak penting siapa yang menyelenggarakan kegiatan, karena yang diuntungkan adalah masyarakat Batam.

Namun, Wali Kota mengingatkan agar menyelenggarakan kegiatan untuk wisatawan domestik dan wisatawan manca negara, bukan untuk lokal Batam. "Kalau hanya mendatangkan orang lokal, uang tidak masuk," kata dia.


Sumber :
http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/18/01/12/p2fvn7284-batam-kembangkan-pariwisata-bahari

Dentuman Misterius di Batam

Dentuman misterius di Batam, BMKG tak bisa pastikan itu apa
Senin, 29 Januari 2018 13:26 WIB

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim, Batam, belum memastikan penyebab dentuman disertai goncangan yang terjadi di Pulau Batam, Senin.

"Itu bukan gempa, juga bukan petir. Untuk sementara kami belum memastikan itu apa," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Hang Nadim Batam, Suratman.

Namun, kata dia, kemungkinan bunyi disertai goncangan itu sama dengan yang terjadi beberapa waktu lalu.

Hari ini warga kota di barat Indonesia itu dikagetkan oleh bunyi dentuman dan goncangan secara bersamaan.

"Tadi kami memang merasakan goyang sekejap, sekitar pukul 12.00 WIB," kata Kwartya, warga Batam.

Goncangan itu mengagetkan karena terjadi tiba-tiba dan bersamaan.

Seorang warga Batam lainnya bernama Habibie juga merasakan getaran yang sama.

"Iya, tadi ada goyang," kata Habibie.

Ia berharap aparat berwenang segera mengetahui sumber suara dan getar, serta mengantisipasi bila ada hal mengkhawatirkan dari peristiwa itu.


Sumber :
https://www.antaranews.com/berita/681323/dentuman-misterius-di-batam-bmkg-tak-bisa-pastikan-itu-apa

Monday, December 4, 2017

Pabrik Smartphone Xiaomi di Batam

Berkunjung ke Pabrik Smartphone Xiaomi di Batam

04 Des 2017, 15:15 WIB

Pemerintah telah mewajibkan semua smartphone 4G yang dijual di Indonesia memenuhi peraturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Vendor smartphone asing pun telah bekerja sama dengan perusahaan manufaktur lokal untuk merakit produknya di Indonesia.

Salah satunya adalah vendor smartphone Tiongkok Xiaomi. Februari 2017, Xiaomi mengumumkan telah bermitra dengan PT Sat Nusapersada (Sat Nusa) untuk merakit smartphone 4G yang dirilis di Indonesia. Waktu itu Xiaomi menyebut bisa merakit ratusan ribu unit smartphone tiap bulan.

Tekno Liputan6.com berkesempatan untuk berkunjung ke pabrik Xiaomi yang berada di PT Sat Nusapersada, Batam, Senin (4/12/2017). PT Sat Nusapersada berada di daerah Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau yang ada di dekat wilayah permukiman penduduk.

Begitu memasuki area pabrik, pengunjung diwajibkan untuk mematuhi beberapa peraturan. Misalnya saja pengunjung wajib berjalan di area yang telah ditentukan yang dibatasi dengan cat berwarna kuning di lantai.

Kemudian, di beberapa area pabrik juga dilarang untuk mengambil foto. Selain itu, mereka yang masuk ke area perakitan diharuskan memakai pakaian khusus untuk memasuki area produksi. Semua orang yang memasuki ruang perakitan juga tidak diperbolehkan membawa smartphone serta alat elektronik lainnya.

Sekadar informasi, di PT Sat Nusapersada, Xiaomi memiliki 9 line produksi, yakni 4 line produksi terletak di lantai 1 dan 5 line produksi terletak di lantai 2.


Kegiatan di Pabrik Xiaomi yang berada di PT Sat Nusapersada

Managing Director Xiaomi Indonesia Steven Shi melihat proses pengepakan smartphone Xiaomi

Adapun pada masing-masing line, ada 48 proses perakitan yang dilakukan, mulai dari pengecekan dan verifikasi barang masuk untuk dirakit, proses perakitan atau assembly yang terdiri dari berbagai proses, termasuk pemasangan motherboard, kamera depan dan belakang, fingerprint, baterai, layar, pengujian seluruh fungsi smartphone dan packing.


Proses Perakitan dan Packing

Seluruh proses inipun tak luput dari pengecekan yang dilakukan oleh petugas quality control (QC) yang memastikan tak ada masalah pada tiap prosesnya. Selanjutnya, petugas melakukan pengepakan atau packing produk yang dilengkapi dengan plastik pres.

Terakhir, boks berisi smartphone dipak dalam kardus untuk didistribusikan.


Sumber :

https://www.liputan6.com/tekno/read/3184229/berkunjung-ke-pabrik-smartphone-xiaomi-di-batam

Sunday, November 5, 2017

UMK Batam 2018

UMK Batam Naik di Tengah Lesunya Perekonomian


Upah Minimum Kota (UMK) Batam mengalami kenaikan 8,71 persen menjadi Rp Rp3.523.427 dari sebelumnya Rp 3.241.125. Peningkatan UMK ini terjadi di tengah lesunya perekonomian.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Sakyakirti mengatakan, kenaikan 8,71 persen UMK Batam merupakan hasil rapat antara pengusaha dan perwakilan serikat pekerja.

"Dan dari hasil kesepakatan, didapatlah angka Rp 3.523.427 atau naik 8,71 persen dari angka UMK sebelumnya Rp3.241.125," kata Rudi, Jumat (3/11/2017).

Rudi, begitu sapaan akrabnya juga mengaku sudah mengajukan kenaikan UMK Batam ke Gubernur Kepri.

"Hasilnya sudah kami sampaikan, apakah sudah diproses atau dipelajari, kami belum tahu. Yang jelas kita tunggu saja hasilnya dari Gubernur," tuturnya.

Sementara itu, Kadisnaker Kepulauan Riau, Togar Napitupulu berharap agar kabupaten/kota menjadikan besaran UMP sebagai salah satu acuan pembahasan UMK.

"Setidaknya dalam menentukan angka UMK, Dewan Pengupahan kabupaten/kota bisa menjadikan acuan angka UMP Provinsi Kepri. Dan diharapkan sudah mengirimkan rekomendasi usulan UMK 2018 sebelum 10 November 2017," katanya.

Tagor juga meminta pemerintah bijak dalam menjalankan aturan. Caranya dengan memerhatikan hak-hak pekerja serta melihat kondisi perekonomian Kepri saat ini, yang hanya tumbuh di bawah 1,04 persen dari triwulan pertama 2017.


Sumber :
http://regional.kompas.com/read/2017/11/03/14293341/umk-batam-naik-di-tengah-lesunya-perekonomian

Friday, August 18, 2017

Jalan Tol di Batam

Pembangunan jalan tol di Batam sepanjang 25 kilometer (km) telah dibahas oleh Wali Kota Rudi  dengan Presiden RI Joko Widodo hal ini telah sesuai keputusan presiden (Kepres) atau Perpres.
Pembangunan jalan tol itu sesuai dengan Perpres Nomor 3 tahun 2016. Dalam peraturan itu, diminta ada trase-trase pembangunan jalan lintas Sumatera untuk memacu pertumbuhan.

Proyek jalan itu akan menelan anggaran sekitar Rp 1,6 triliun.

Jalan tol yang akan dibangun mulai dari Batuampar hingga ke simpang Bandara Hang Nadim dan Simpang Kepri Mall ke daerah Muka Kuning. Pembangunan jalan tol itu memiliki manfaat dari sisi kecepatan akses dan kemudahan berlalulintas. Meskipun ada pemberlakuan tarif di dalamnya.


Rencananyan jalur tol ini dibangun dengan memanfaatkan jalan yang sudah ada, dengan kedua sisi dipergunakan untuk jalur biasa atau jalur lamban. Jadi nantinya mirip  beberapa ruas jalan tol di tengah kota Jakarta, seperti yang melintas di Jembatan Semanggi.

Batam sedang dipersiapkan untuk menjadi kawasan industri. Menuju ke arah itu perlu didukung dengan kelancaran arus transportasi. Baik untuk barang maupun penumpang. Mulai dari pelabuhan Batuampar dan Bandara Hang Nadim menuju kawasan industri yang terdapat di Mukakuning.



Sumber :
http://batam.tribunnews.com/2017/08/10/keren-wali-kota-rudi-sebut-jalan-tol-di-batam-tak-lama-lagi-akan-dibangun-di-sini-lokasinya
http://batam.tribunnews.com/2017/05/09/setelah-jalan-layang-batam-juga-bakal-miliki-jalan-tol-dimana-saja-jalurnya
http://batamnews.co.id/berita-22583-jalan-tol-batam-dibangun-pada-2019-ini-rutenya.html
http://www.jawapos.com/read/2017/05/09/128826/kurangi-kemacetan-pemerintah-siapkan-jalan-tol-di-batam

Related Posts