Thursday, October 3, 2013

Batam Technoplex Alternatif Dunia Pendidikan di Batam


Yayasan Pendidikan Telkom/YPT yang berbasis di Kota Bandung, melalui Direktorat Pendidikan Dasar Menengah (Dikdasmen), berencana membangun kawasan pendidikan di Kota Batam dengan nama Batam Technoplex.

Menurut Ketua YPT Johni Girsang M.Sc, kawasan pendidikan ini akan memadukan pendidikan dari mulai TK, SD, SMP, SMA dan SMK, hingga akademi dengan prioritas di daerah Tiban karena lahan luas masih tersedia di kawasan tersebut.
“Kami ingin ada integrasi pendidikan dengan tujuan akhir menjadi pemasok sumber daya maupun ilmu bagi Telkom University yang berada di Bandung Technoplex kawasan Buah Batu,Kota Bandung,” katanya dalam rapat koordinasi/rakor perumusan rencana kerja manajerial dan anggaran Dikdasmen YPT tahun 2014 di Hotel Haris, Batam, 30 September-2 Oktober 2013.
Turut hadir dalam acara tersebut Director General Affair YPT Dedi Supriadi, Director PSE YPT Imelda Tirra Usnadibrata, VP Education Planning & Developement Dikdasmen PSE Sophia Yuliantie Sigit, AVP Education Planning Developement & Regulation PSE Suharsono, staff PSE, serta sejumlah kepala sekolah di bawah Dikdasmen dari seluruh Indonesia.
Menurut Johni, integrasi pendidikan sebagai implementasi konsep one pipe education system akan menguntungkan semua pihak, terutama siswa dan orangtua siswa. Sebab, proses pendidikan akan berlangsung terarah dan fokus dari awal hingga akhir.
Di sisi lain, kata Johni, penerapan konsep ini juga selaras dengan program mahakarya PT Telkom, Tbk (sebagai induk YPT) di bidang sumber daya manusia dengan menciptakan pendidikan berkualitas yang terjangkau di bawah kendali YPT.
“Ini pun selaras dengan konsep national university, dimana Telkom University nanti bukan hanya ada di Bandung, tapi juga akan dibuka cabangnya di Medan, Balikpapan, dan Makassar. Karena itulah, pembangunan komplek pendidikan dasar dan menengah harus dimulai,” katanya.
Imelda Tirra Usnadibrata menambahkan, sejumlah arahan rencana kerja untuk tahun depan, selain mendirikan Batam Technoplex, juga berencana membangun konsep pendidikan dasar menengah terintegrasi lainnya di Purwekerto dan Manado.
“Bahkan kami juga berencana go international, yang akan dijajaki adalah negara Sudan Selatan di Afrika mulai Oktober nanti. Tidak menutup kemungkinan kami akan dirikan TK, SD, dan semua jenjang Telkom School di negara tersebut,” katanya.
Menurut dia, pengembangan tersebut sangat memungkinkan jika mengacu potensi yang dimilikinya. Saat ini, Dikdasmen YPT mengelola 44 sekolah terdiri dari 31 Taman Kanak-kanak dan Playgroup, 1 SD, 1 SMP, 1 SMA, 3 SMK Pariwisata, dan 7 SMK Telkom.
Sekolah sebanyak itu tersebar di 37 kota di puluhan kota dari Pematang Siantar, Sumut hingga Jayapura, Papua. Juga, 44 sekolah tersebut telah eksis puluhan tahun di sedikitnya 10 provinsi di seluruh Indonesia.
“Karena itulah, mari kita samakan visi dengan bekerja keras dan berdoa. Saya meminta waktu kepada semua kepala sekolah, guru, dan seluruh pihak memberi kemasukan, juga berbagi kunci sukses penerapan program,” kata direktur yang belum dua bulan menjabat ini.
Johni Girsang mengungkapkan  seluruh target tadi bisa tercapai jika diseminasi nilai-nilai budaya kerja di Dikdasmen terus disesuaikan dengan budaya kerja PT Telkom, Tbk, sebagai induk perusahaan.
Salah satu yang ditekankan adalah program sadar budaya, peningkatan kompetensi, dan pembentukan karakter personel. Selain itu, harus terus berupaya menjaga performa tiap entitas di bawah Dikdasmen, baik dari sisi pendapatan maupun jumlah siswa.
Pendapatan diupayakan semakin mandiri, sebab jika terus disubsidi, maka tidak akan memunculkan prestasi individu maupun sekolah.
“Dari sisi jumlah siswa, tolong ikuti gaya Robi Johan, eks Dirut Garuda Indonesia. Dia tiap malam sediakan waktu mikirin mengapa Garuda waktu itu rugi terus sampai akhirnya untung. Jadi, pikirkanlah terus bagaimana caranya makin maju sekolah-sekolah kita,” pungkasnya. 

Tuesday, September 24, 2013

Oleh-oleh Khas Batam : Kek Pisang Villa


Selvi Nurlia: Wanita Tegar Dibalik Kek Pisang Villa

Wanita punya banyak talenta untuk dikembangkan, termasuk berwirausaha. Nah, kisah sukses Selvi membangun oleh-oleh khas Batam, Kek Pisang Villa cukup menginspirasi wanita Indonesia untuk berwirausaha. Seperti apa kiatnya?

Sukses memang tak bisa diraih hanya dalam semalam, sekejap, atau bahkan instan. Success is a journey. Sebuah perjalanan yang kadang mendaki, dan tak jarang terpeleset, atau bahkan jatuh. Sekali lagi, itu merupakan proses mewujudkan impian atau cita-cita.

Tak salah bila Bung Karno-Presiden RI pertama- mengatakan gantungkan cita-citamu setinggi langit. Dalam bercita-cita, memang tak ada salahnya menggantung di atas sana. Namun, kaki harus tetap berpijak di bumi. Realistis dan sesuai dengan kemampuan. Tetapi harus optimal, fight, dan fokus. Hal itulah yang dilakukan Selvi Nurlia, istri dari Deni Delyandri, Owner dan Founder dari Kek Pisang Villa, yang sukses mem-branding kue pisang ini sebagai oleh-oleh khas Batam. Dirinya sudah akrab dengan kondisi jatuh bangun membangun usaha seperti berjualan krupuk, klepon, sarapan pagi, Rumah Makan Padang, Event Organizer, dan Kek Pisang villa. “Setelah mencoba beragam model usaha, akhirnya kami fokus di sini,” katanya.

Ketika mulai berbisnis Kek Pisang Villa, dengan sistem kemitraan cukup efektif. Namun, setelah berjalan 1 tahun, pasarnya down. Selvi mengatakan, dirinya sempat menggadaikan mobil untuk sewa tempat dan bayar karyawan. Ilham datang dari salah seorang pelanggan Kek Pisang Villa yang ingin membawa produk Selvi sebagai oleh-oleh dari Batam. Kebetulan, waktu itu memang belum ada oleh-oleh khas Batam. “Nah, setelah memposisikan kue kita sebagai oleh-oleh khas Batam, salesnya naik lagi,” ujar Ibu dari 2 orang putri dan 1 putra ini.

Setelah itu, strategi pemasaran Kek Pisang Villa menitikberatkan pada branding via billboard, dan spanduk. Agaknya, strategi ini cukup pas diterapkan. Terbukti, Selvi menegaskan, salesnya naik dan kegairahan pasarnya kembali dirasakan. Saat ini, pasar Kek Pisang Villa di Batam baru 60%. “Mayoritas pelanggan kami merupakan turis domestik, itu terlihat dari tingkat okupansi hotel yang selalu ramai jika ada event yang dihelat di Batam,” katanya. Ia menegaskan, kendalanya, masyarakat asli Batam belum banyak yang aware dengan produknya. Ibarat sumur, jika tingkat kedalamnya mencapai 10 meter, pasar Kek Pisang Villa baru 5 meter. “Pasar kami masih dalam sekali,” katanya.

Berbagi Waktu Antara Bisnis dan Rumah Tangga

Membagi waktu antara bisnis dan rumah tangga bukan hal yang mudah. Sebagai mahluk yang multitasking, itu bisa dilakukan wanita. “Saya terbiasa melakukannya, sambil BBM, buat susu, dan memikirkan bagaimana meningkatkan target pemasaran,” kata peraih Ernst and Young Entrepreneurial Winning Women, Class of Winner 2010 ini. 

Ia berprinsip, apapun yang kita lakukan, jika sesuai dengan hati, pasti enjoy dan ada hasilnya positif. Apalagi ketika sistem sudah berjalan, tanpa kehadiran dirinya, bisnisnya jalan. 
Kuncinya, menurut Selvi, untuk tetap menjaga intensitas dengan ketiga buah hati dan suaminya, seorang wirausaha wanita (womenpreneur) harus pintar-pintar membagi waktu. Yang penting, bukan kuantitas tetapi kualitasnya. 

Sebenarnya, ia berpendapat, wanita punya banyak waktu untuk berbisnis. “Ketika menikah, bukan akhir dari segala-galanya, ia harus tetap punya pendapatan sendiri tanpa keluar rumah,” ujarnya. Hal bisa dilakukan dengan memaksimalkan lap top di rumah dan membuka online shop atau apa pun. “Saya memutuskan untuk wirasuaha ketika tidak kerja lagi,” katanya. Sebab, kalau gagal, suami masih bisa memback up.

Selvi mendorong generasi muda, terutama wanita, untuk memaksimalkan waktu dengan berwirausaha. Namun, pesannya, harus fokus dan fight. “Kalau orang fokus dan fight umumnya berhasil, jangan coba lirik sana sini,” katanya, apalagi ketika tahun kedua dan ketiga, jangan sekali-kali meninggalkan core bisnis yang kita jalani. Hal itu bisa dilakukan ketika sistemnya sudah bagus dan dikendalikan orang yang tepat.

Apalagi, dimata Selvi, wanita punya talenta tersendiri, ketika pergi arisan dia bisa tetap membawa dagangan, atau apa yang bisa dijual. “Asal tetap positive thinking, jangan takut ditiru, sebab semuanya punya kelebihan masing-masing, apa kelebihan kita, itu yang mesti ditonjolkan,” katanya. Kini, ia mematok target akan berekspansi ke luar Batam dengan brand lain. “Bukan Kek Pisang Villa tentunya,” kata wanita Batam yang cukup aktif menjadi penyebar virus entrepreneurship ini.

Mahmud Yunus
majalahfranchise.com

Saturday, July 27, 2013

Coastarina


Di Pulau Batam akan dibangun pulau-pulau buatan yang menyerupai peta dunia terbesar di dunia. Perumahan di pantai ini dikembangkan menjadi pusat hunian dengan suasana tepi laut. Sebagian areanya diperoleh dari hasil reklamasi. 



Site plan-nya dirancang bak lagoon raksasa yang bagian tengahnya ditata menyerupai peta dunia dengan miniatur berbagai benua: Asia , Amerika, Eropa, Afrika, dan Antartika. Coastarina merupakan terobosan konsep pemukiman, yang terinspirasi oleh Palm Islands di Dubai, UAE. Di Coastarina, akan dibangun total 1.000 rumah di kawasan total 150 hektar (25 hektar termasuk taman dan fasilitas umum). 




Coastarina merupakan mega proyek ini akan selesai dalam 6 tahun dengan total investasi diperkirakan menjadi 60 – 80 juta USD atau sekitar Rp. 570 M / Rp 760 M. 

MURI (Museum Rekor Indonesia) memberikan penghargaaan kepada Coastarina untuk papan tulisan terbesar di Indonesia, perumahan yang terletak di bibir pantai Batam itu akan mencatatkan dua rekor lagi untuk pembangunan bola dunia paling besar dan peta dunia terbesar di dunia.

Friday, July 12, 2013

Disain Gendheng


Marsono adalah pemilik usaha Desain yang diberi nama Desain Gendheng. Oleh Kawan-kawan dekatnya Marsono popular dengan Panggilan Demang.

Marsono mengawali usahanya pada tahun 1999. Ia menjalankan usahanya bukan pada saat masih bekerja. Ia merintis usahanya justru ketika sudah keluar dari PT TEC, sebuah perusahaan elektronik di Kawasan Industri Batamindo. 

Dulu ketika masih sekolah seni di SMIK Negeri Pacitan ia sudah terbiasa menitip barang dagangan di konter penjualan.

Ketika di Batam, Demang tidak tinggal diam. Ketika itu jaman kejayaan penjual gorengan. Insting bisnis Demang terpanggil. Ia menjadi pemasok cabe kepada penjual gorengan. Tidak disitu saja, Demang juga mendistribusikan minyak goreng kepada penjual gorengan. Hasilnya memuaskan. Yang penting menjalankan usaha tidak gengsi meski diprotes teman-temannya.

Naluri bisnis Demang terus dikembangkan. Dengan bekal uang tabungan tiga ratus ribu rupiah Demang memantapkan usahanya dengan membuat bisnis desain, uniform. Hasilnya, Sejak tahun 2003 Demang mendirikan badan usaha CV, bernama CV DIGE.


Kenapa nama usaha bisnis ini unik? Justru itulah letak promosinya kata Demang. Nama unik akan selalu diingat. Kalau orang ingat akan nama usaha kita maka mereka akan kembali lagi. Demang menganjurkan agar nama bisnis dibuat unik di telinga pendengar karena disitulah letak promosinya.

Demang mengatakan, DIGE dibuat dengan pendekatan kualitas. Lebih bagus lagi kalau produk yang dibuat tidak hanya berkualitas bagus tapi juga cepat. Kalau kualitas bagus dan puas maka pembeli akan menjadi pelanggan. Hal itu dibuktikan dengan loyalitas pelanggan meski sudah bertahun-tahun tapi masih menjadi pemakai setia produk Disain Gendheng hingga sekarang.

Demang mengatakan untuk memulai bisnis tak perlu terlalu banyak pertimbangan. Lakukan saja. Demang memberi contoh salah seorang temannya seorang manajer yang ingin membuka usaha namun tidak pernah terealisasi karena sang kawan hanya sibuk berpikir pertimbangan bisnis tanpa pernah melaksanakan bisnis. Sehingga sang kawan tidak juga menjalankan bisnisnya hingga saat ini. Jadinya berhenti pada niat saja.

Membangun usaha tidak harus dengan usaha besar dulu. Bisa dilakukan usaha yang kecil-kecil sambil menjalankan rutinitas di perusahaan. Usaha kecil-kecil itu seperti bisnis makanan. Setelah usaha sudah bagus dan dirasa sudah siap untuk melepaskan status sebagai pekerja baru keluar dari pekerjaan.

Kunci kenapa pelanggan bertahan karena barang yang dibuat berkualitas. Bila pelanggan puas dia akan tetap datang dan loyal.

Pada bedah bisnis ini Demang juga menjelaskan tentang strategi marketing, pembukuan hingga aspek legalitas. Usaha desain Gendheng yang dijalani oleh Demang bernaung di bawah bendera CV. DIGE. Demang atau Marsono mampu membuktikan bahwa dengan modal Rp.300.000 saat merintis bisnis, kini ia bisa meraup omset Rp 1.300.000.000 (Satu miliar tiga ratus juta ) setahun. 

WWW.disaingendheng.com
demank@yahoo.com

Sumber : marumpa.wordpress.com

Monday, June 24, 2013

Teh Obeng


'Teh obeng', sebutan minuman untuk es teh manis atau teh manis dingin. Sedangkan 'teh o' dan 'kopi o' berarti teh/kopi panas tanpa es. 

VERSI 1
Sebutan 'teh obeng' berasal dari 'teh apeng'. Dalam bahasa orang Tionghoa di Xi Cia Po, 'o' berarti 'kosong' dan 'peng' berarti es. Dengan demikian, 'teh apeng' berarti 'es teh'

Karena lidah orang Indonesia, yang awalnya disebut teh apeng lama-kelamaan ucapan tersebut berubah menjadi teh obeng. 

Selain itu, dari sebutan 'teh apeng', karena sudah bercampur dengan lidah  Indonesia, akhirnya dulu warga keturunan banyak juga yang menyebut dengan 'teh openg'. Kata-kata 'teh openg' itu masih ganjil, bagi warga asli Indonesia. 

Seiring berjalannya waktu, maka huruf 'p' tersebut berganti menjadi huruf 'b'. Maka, munculnya nama 'teh obeng' sampai dikenal banyak orang hingga sekarang. 


VERSI 2
Teh obeng biasanya menggunakan es yang bolong tengahnya, yang diambil dengan menggunakan obeng, bukan es kotak walaupun dulu Teh obeng menggunakan es batu yang di pecah karena jaman dulu belum ada alat pembuat es, namun 15 tahun kemudian semua sudah memakai es yang bolong tengahnya.

Monday, June 10, 2013

Taman Mini di Batam

Yusfa Hendri Berencana Membangun Taman Mini di Batam

Pameran Parwisata dan Ekonomi Kreatif kelima dibuka, Kamis (6/6/2013) di Exbihiton Hall Mega Mal, Batam Centre, Kepri. Eksibisi ini diikuti oleh beberapa kabupaten dan kota. 

Pameran kali ini berlangsung hingga 9 Juni 2013 mendatang. Aneka produk hasil seni dan kerajinan Indonesia hingga paket-paket pariwisata Indonesia ditawarkan dalam gelaran ini. Jadi Rajagukguk, panitia acara menyebutkan, pameran kali ini diikuti oleh 48 peserta dengan 32 stand.

"Tahun ini kami selenggarakan dengan mengangkat tema lebih mengenal dan mencintai negeri. Berbeda dengan tahun sebelumnya, jumlah peserta tahun ini lebih banyak," ujar Jadi Rajagukguk. 

Menurutnya, dalam kurun waktu kurang dari sebulan terjadi peningkatan jumlah pameran di Batam. Baik yang diselenggarakan di Mega Mall Batam Centre atau mal lainnya. Hal itu menunjukkan animo dari kabupaten atau kota lain yang melihat potensi Batam sebagai gerbang promosi.

"Termasuk pameran hari ini, memang menjadi upaya kami untuk sharing ke daerah lain. Sebab, tidak semua daerah punya aksesbilitas yang baik dengan wisatawan, seperti di Batam," jelasnya. 

Senada dengannya, Kadisparbud Kota Batam, Drs Yusfa Hendri MSi yang mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan yang dimotori oleh Batam Promo itu. 

"Apalagi ini sudah bisa diselenggarakan secara annual, tentu kami dari sisi pemerintah sangat senang. Menariknya lagi, ada juga kota-kota yang akhirnya bisa melihat potensi Batam. Contoh itu Banyuwangi, kalau dilihat dari lokasi strategisnya mereka berdekatan dengan Bali. Tapi mereka juga nggak memungkiri peluang yang ditawarkan Batam, makanya mereka mau berpromosi lewat pameran ini. Inilah yang kita harapkan bersama, Batam jadi gerbang pariwisata Indonesia khususnya," jelas Yusfa.

Ia bahkan tak menampik, seiring perkembangan pameran-pameran yang berlaku di Batam, ikut mendorong sektor bisnis lain yang bergerak di bidang pariwisata.

"Ekonomi kreatif seperti kerajinan, sampai perfilman akhirnya berkembang di Batam. Belum lagi bisnis usaha makanan, seperti pusat oleh-oleh semakin berjamur di Batam. Kalau dulu orang cuma kenal Kek Pisang Villa, sekarang sudah banyak yang lain bermunculan," tambah Yusfa.

Ia pun mewacanakan untuk membuat Batam sebagai pusat promosi pariwisata dan investasi bagi daerah-daerah lain.

"Konsep seperti taman mini, kami yang menyiapkan lokasi dan kavling-kavling untuk 33 provinsinya. Nanti masing-masing provinsi bangun rumah adat masing-masing, dan diisi promosi pariwisata daerah. Tempat ini bisa jadi tempat kunjungan wajib bagi wisatawan asing yang datang nantinya," jelas Yusfa.

Sehingga, disamping jadi tempat wisata, lokasi itupun mampu mempercepat investasi di seluruh Indonesia. "Tapi ini baru wacana. Sebab ini membutuhkan investasi jugakan. Kita berharaplah dapat terwujud," harap Yusfa.

Sumber : batam.tribunnews.com

Tuesday, June 4, 2013

Kawasan Industri Batamindo, Muka Kuning, Batam


Kodepos: 29433, Kode Tlp: 0770

Muka Kuning adalah wilayah kelurahan di wilayah kecamatan Sei Beduk (Sungai Beduk) Kota Batam, Kepulauan Riau, Indonesia. Dengan luas wilayah 120 Ha dan jumlah penduduk  74.803 jiwa (2007). 

Di wilayah Muka Kuning terdapat kawasan industri terbesar di pulau Batam yaitu Batamindo Industrial Park (BIP). Mulai tahun sekitar 2000 nama kawasan industri ini berubah menjadi Batamindo Investment Cakrawala (BIC).

Kawasan Industri Batamindo adalah kawasan industri yang pertama dan yang terbesar di Batam sejak beroperasi tahun 1990. Kawasan Industri Batamindo memakan waktu 30 menit dari Bandara Hang Nadim, dari Pelabuhan Batu Ampar, dan dari Terminal Ferry Batam Centre. 

BIC mempunyai luas lebih dari 300 hektar, dan sekitar 200 hektar yang di bangun. Sisanya berupa hutan lindung yang sengaja masih tetap di pertahankan agar keseimbangan lingkungan terjaga. Jumlah perusahaan adalah 77 buah yang hampir semuanya merupakan perusahaan Manufacturing atau perakitan.

Fasilitas karyawan cukup memadai, mulai dari tempat tinggal -Dormitory- bagi karyawan berasal dari luar Batam, pertokoan yang menyediakan berbagai kebutuhan, sampai Plaza Batamindo dengan warna-warni cerianya itu. Food Center tersedia di beberapa titik kawasan industri yang menyediakan beraneka macam masakan. 

Gereja, Masjid, dan Pura dibangun di dalam Kawasan Industri Batamindo di bangun oleh Management sebagai keseimbangan rohani. Fasilitas olahraga berupa lapangan sepak bola, lapangan basket, lapangan voli dan lapangan sepak takraw, terpusat di Sport Centre Commercial Complex atau biasa di kenal dengan CC. BIP Klinik 24 jam juga siap melayani para karyawan yang akan berobat.

Kita bisa berkeliling kawasan ini, baik dengan berjalan kaki atau berkendaraan. Berjalan di trotoar di dalam kawasan cukup nyaman karena begitu bersih dan banyak pepohonan yang rimbun berjajar dengan rapinya. Tak salah tempat apabila banyak pasangan yang duduk-duduk dengan santainya di bawah pohon terutama di depan Wisma Batamindo.

Mottonya: Pertama dan tetap yang terbaik, kiranya Kawasan Industri Batamindo akan tetap terjaga menjadi yang terbaik di Batam ini...

Berikut daftar perusahaan dan alamat yang berada di Batamindo, Mukakuning, Batam.

Thomson Batam, PT
Batamindo Industrial Park Muka Kuning Kav. 8, Jl. Beringin Lot 213, Mukakuning, Batam, Riau 29433
Business Line: Tuner; Remote control
Telp: (0770) 611228 Fax: (0770) 611233


Teac Electronics Indonesia, PT
Batamindo Industrial Park Muka Kuning Kav. 8, Jl. Beringin Lot 10 – 1st-2nd Floor, Mukakuning, Batam, Riau 29433
Business Line: Computer equipment and peripheral
Telp: (0778) 611088, (0778) 611085, (0778) 612429 Fax: (0778) 611193


Sumitomo Wiring System Batam Indonesia, PT
Batamindo Industrial Park Muka Kuning Kav. 8, Mukakuning, Batam, Riau 29433
Business Line: Wire
Telp: (0778) 611553 Fax: (0778) 611938, (0778) 611803

Japan Medical Supply, PT (JMS)
Batamindo Industrial Park Muka Kuning Kav. 8, Jl. Beringin Lot 211, Mukakuning, Batam, Riau 29433
Business Line: Medical equipment
Telp: (0778) 611807, (0778) 611805 Fax: (0778) 611806

Shimano Batam, PT
Batamindo Industrial Park Muka Kuning Lot 235-237, Jl. Gaharu, Mukakuning, Batam, Riau 29433
Business Line: Bicycle parts
Telp: (0770) 611747, (0770) 611750 Fax: (0770) 612288

Schneider Electric Manufacturing Batam, PT
Batamindo Industrial Park Muka Kuning Block 04, Jl. Beringin, Mukakuning, Batam, Riau 29433
Business Line: Electronic and electic component
Telp: (0778) 611133 Fax: (0778) 611134

Sanyo Energy Batam, PT
Batamindo Industrial Park Muka Kuning Kav. 8, Jl. Beringin Lot 11, Mukakuning, Batam, Riau 29433
Business Line: Dry cell battery
Telp: (0778) 611321, (0778) 611322, (0778) 611339 Fax: (0778) 611438

Sansyu Precision Batam, PT
Batamindo Industrial Park Muka Kuning Lot 513-A, Mukakuning, Batam, Riau 29433
Business Line: Plastic injection moulding
Telp: (0770) 612059, (0770) 612075 Fax: (0770) 612083

Japan Servo Batam, PT
Batamindo Industrial Park Muka Kuning Kav. 8, Jl. Gaharu Lot 225 +ACY- 230, Mukakuning, Batam, Riau 29433
Business Line: Electric motor
Telp: (0778) 611276, (0778) 611277 Fax: (0778) 611273

Nissin Kogyo Batam, PT
Batamindo Industrial Park Muka Kuning Kav. 8, Jl. Beringin Lot 270, Mukakuning, Batam, Riau 29433
Business Line: Television picture tube
Telp: (0770) 611494, (0770) 611489 Fax: (0770) 611495

Rubycon Indonesia, PT
Batamindo Industrial Park Muka Kuning Kav. 8, Jl. Gaharu Lot 224, Mukakuning, Batam, Riau 29433
Business Line: Capacitor
Telp: (0778) 611412, (0778) 611413 Fax: (0778) 611435

Epson Batam, PT
Batamindo Industrial Park Muka Kuning, Jl. Rambutan Lot 506-508A, Mukakuning, Batam, Riau 29433
Business Line: Scanner; Ink
Telp: (0770) 611501, (0770) 611151 Fax: (0770) 611115, (0770) 611162

Ex Batam Indonesia, PT
Batamindo Industrial Park Muka Kuning Kav. 8, Jl. Beringin Lot 216, Mukakuning, Batam, Riau 29433
Business Line: Electric wire
Telp: (0770) 611397, (0770) 611401 Fax: (0770) 611402

Matsushita Kotobuki Electronic Peripherals Indonesia, PT
Batamindo Industrial Park Muka Kuning Kav. 8, Jl. Beringin Lot 209-210, Mukakuning, Batam, Riau 29433
Business Line: Computer peripheral
Telp: (0778) 611496 Fax: (0778) 611567, (0778) 610275

Batam Matsushita Battery, PT
Batamindo Industrial Park Muka Kuning Kav. 8, Jl. Beringin Lot 275-277, Mukakuning, Batam, Riau 29433
Business Line: Battery
Telp: (0778) 611908, (0778) 611912 Fax: (0778) 611915

Nagano Drilube Indonesia, PT
Batamindo Industrial Park Muka Kuning Kav. 8, Jl. Kenanga Lot 290, Batam, Riau 29433
Business Line: Electro motor coating
Telp: (0770) 612022, (0770) 612038 Fax: (0770) 612030

Yokogawa Manufacturing Batam, PT
Batamindo Industrial Park Muka Kuning Kav. 8, Jl. Beringin Lot 339-340, Mukakuning, Batam, Riau 29433
Business Line: Computer hardware and peripheral
Telp: (0778) 612389, (0778) 612503 Fax: (0778) 612431

Infineon Technologies Batam, PT
Batamindo Industrial Park Muka Kuning Kav. 8, Jl. Beringin Lot 317, Mukakuning, Batam, Riau 29433
Business Line: Electronic component
Telp: (0778) 612103 Fax: (0778) 612119

Toyocom Indonesia, PT
Batamindo Industrial Park Muka Kuning Kav. 8, Jl. Bungur Lot 293, Mukakuning, Batam, Riau 29433
Business Line: Electronic component
Telp: (0778) 612112 Fax: (0778) 612120

Takamori Indonesia, PT
Batamindo Industrial Park Muka Kuning Kav. 8, Jl. Gaharu Lot 231, Mukakuning, Batam, Riau 29433
Business Line: Metal press stamping
Telp: (0778) 611491, (0778) 611493 Fax: (0778) 611492

Honfoong Plastic Industries, PT
Batamindo Industrial Park Muka Kuning Kav. 8, Jl. Beringin Lot 331-332, Muka Kuning, Batam, Riau 29433
Business Line: Remote control
Telp: (0778) 611448 Fax: (0778) 611260

Varta Microbattery Indonesia, PT
Batam Industrial Park Muka Kuning Kav. 8, Jl. Gaharu Lot 23, Muka Kuning, Batam, Riau 29433
Business Line: Primary cell and battery
Telp: (0778) 611562, (0778) 611724 Fax: (0778) 611966

Tec Indonesia, PT
Batamindo Industrial Park Muka Kuning Kav. 8, Jl. Randu Lot 108-110, Mukakuning, Batam, Riau 29433
Business Line: Printer; Electronic component
Telp: (0778) 611528 Fax: (0778) 611506, (0778) 611507

Exas Batam, PT
Batamindo Industrial Park Muka Kuning Kav. 8, Jl. Beringin Lot 323-324, Batam Timur, Batam, Riau 29433
Business Line: Component parts for CD-ROM
Telp: (0778) 612212 Fax: (0778) 612252

Solectron Technology Indonesia, PT
Batam Industrial Park Muka Kuning Kav. 8, Jl. Angsana Lot 280-281, Batam, Riau 29433
Business Line: Electrical and electronic component and PCB
Telp: (0778) 611660, (0778) 611665 Fax: (0778) 611676

Noble Batam, PT
Batamindo Industrial Park Muka Kuning Kav. 8, Jl. Gaharu Lot 103-103A, Mukakuning, Batam, Riau 29433
Business Line: Electric cable and switches
Telp: (0778) 611195 Fax: (0778) 611219

JST Batam, PT
Batamindo Industrial Park Muka Kuning, Jl. Gaharu Lot 220-221, Mukakuning, Batam, Riau 29433
Business Line: Connector
Telp: (0778) 611683 Fax: (0778) 611684

Shin – Etsu Magnetics Indonesia, PT
Batamindo Industrial Park Muka Kuning Kav. 8, Jl. Beringin Lot 311, Mukakuning, Batam, Riau 29433
Business Line: Magnetic product for audio visual
Telp: (0778) 612070 Fax: (0778) 612086

Yokogawa Power Supply Batam, PT
Batamindo Industrial Park Muka Kuning Kav. 8, Jl. Beringin Lot 340, Mukakuning, Batam, Riau 29433
Business Line: Power supply
Telp: (0778) 612389 Fax: (0778) 612431

Soc Batam, PT (2)
Batamindo Industrial Park Muka Kuning Kav. 8, Jl. Gaharu Lot 101, Mukakuning, Batam, Riau 29433
Business Line: Oil seal
Telp: (0778) 611634, (0778) 611616, (0778) 611639 Fax: (0778) 611620

Related Posts