Tuesday, May 14, 2019
Cacar Monyet dari Singapura
Pemerintah Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, mengantisipasi penularan virus cacar monyet atau monkeypox, setelah Kementerian Kesehatan Singapura mengumumkan penemuan penderita penyakit tersebut di negaranya.
Menyikapi hal ini Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusumarjadi, menuturkan akan menyiapkan sebuah alat sebagai langkah antisipasi agar tidak menyebar di Indonesia.
"Saya sudah berbincang dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), untuk menyiagakan alat pendeteksi panas tubuh, sebagai langkah antisipasi," kata Didi seperti yang dikutip dari Antara, Minggu (12/5).
Ia menyatakan dengan alat itu, maka suhu tubuh setiap warga negara Indonesia dan asing yang baru memasuki wilayah Batam akan dipindai.
Bila diketahui suhunya tinggi, atau melebihi batas normal, maka akan langsung dievakuasi untuk penanganan lebih lanjut.
Dan bila diduga yang bersangkutan positif menderita cacar monyet, maka akan langsung dibawa ke ruang isolasi di RS Badan Pengusahaan Batam atau RS Umum Daerah Embung Fatimah.
"Untuk kewaspadaan umum setiap RS yang curiga ada gejala cacar, ambil darah. Di BPLTKS bisa," kata dia.
Tidak hanya itu, bila seorang penumpang kapal dicurigai mengidap cacar Singapura, maka seluruh penumpang kapal harus ikut dikarantina.
"Karena penularannya melalui kontak langsung. Masa inkubasi 5-7 hari baru terlihat gejalanya," kata dia.
Gejala cacar monyet sama dengan cacar lainnya, antara lain demam dan gangguan pernafasan. Menurutnya yang membuat penyakit itu berbahaya adalah radang pernafasan.
"Cacarnya sama, virusnya sama," kata dia.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan warga Batam untuk menghindari bepergian ke Singapura, agar terhindar dari penularan virus itu.
Cacar monyet adalah infeksi virus langka yang sebenarnya tidak dapat menyebar dengan mudah antarmanusia.
Penularan utama dari hewan ke manusia terjadi lewat kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau kulit hewan yang terinfeksi. Memakan daging yang tidak dimasak dengan baik dari hewan yang terinfeksi juga mungkin menjadi salah satu cara penularan.
Sementara, penularan sekunder dari manusia ke manusia dapat terjadi melalui kontak tatap muka dalam waktu yang lama dengan orang yang terinfeksi, lesi kulit atau benda yang terkontaminasi cairan pasien.
Saat sudah terinfeksi, cacar monyet ini mengalami masa inkubasi selama 5 hingga 21 hari sampai munculnya gejala.
Pada periode 0-5 hari ditandai dengan muncul demam, sakit kepala hebat, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri punggung, nyeri otot, dan kurang bertenaga.
Virus ini mirip dengan cacar (variola atau smallpox, bukan cacar air) meskipun lebih ringan.
Tak ada pengobatan khusus atau vaksin yang tersedia untuk menangkal cacar monyet. Tapi, WHO menyatakan vaksin cacar 85 persen efektif mencegah cacar monyet.
Sumber :
https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190512151646-255-394144/batam-antisipasi-penularan-cacar-monyet-dari-singapura
Sunday, February 10, 2019
Penumpang Pesawat dari Batam Makin Sepi
Jumat, 8 Februari 2019 21:29
Jumlah pengunjung keberangkatan maupun kedatangan di Bandara Hang Nadim menurun drastis pasca diterapkannya tiket berbayar dan meningkatnya harga tiket pesawat.
Hal ini diungkapkan oleh Direktur Badan Usaha Bandar Udara (Bubu) Hang Nadim, Suwarso.
"Dampaknya memang tidak hanya di Bandara Hang Nadim. Bahkan di bandara seluruh Indonesia sejak diberlakukannya tarif bagasi berbayar. Jauh sangat menurun dan berdampak di dunia penerbangan baik di Batam maupun di bandara lain," ujar Suwarso kepada Tribun di ruang kerjanya, Jumat (8/2/2019).
Diakuinya efek yang terjadi adalah efek domino. Mulai dari kalangan porter, wraping, bagasi dan pembeli oleh-oleh di Lantai 2. Semua mengaku resah tentang kebijakan yang dilakukan oleh airlines ini.
"Merugikan sekali. Biasanya Bandara Hang Nadim dapat melayani penumpang yang berangkat di atas 7.000 di hari normal, setelah diberlakukan turun sampai 5.000.
Memang selama seminggu ada kenaikan sedikit mencapai 6.000. Tapi memang terlalu jauh menurunnya," tutur Suwarso.
Suwarso berharap dalam hal ini pemerintah dapat mengevaluasi kebijakan bagasi berbayar tersebut. Pasalnya berdampak pada dunia pariwisata, kuliner, dan tenagakerja.
Semoga, kata dia, seluruh stakeholder bisa duduk lagi membicarakan yang mungkin dapat mengangkat lagi citra di Bandara Hang Nadim.
Ironisnya lagi, khusus hari ini, ada 11 penerbangan yang cancel. Diantaranya 2 penerbangan maskapai garuda dan 9 penerbangan maskapai Lion Air.
"Sebenarnya mengurangi jadwal penerbangan. Contoh garuda biasanya ada 6 penerbangan sekarang dikurangi 2 karena tak ada penumpang," kata Suwarso.
Suwarso menambahkan sejauh ini masih saja ada beberapa penumpang yang mengomel saat dimintai biaya bagasi, tetapi dia masih tetap bayar. Dan untuk barang yang ditinggal sudah tak ada lagi.
Sumber :
http://batam.tribunnews.com/2019/02/08/penumpang-pesawat-dari-batam-makin-sepi-suwarso-biasanya-7000-sehari-kini-cuma-5000?page=all.
Tuesday, January 15, 2019
Batam dari Free Trade Zone Jadi Kawasan Ekonomi Khusus
Bisnis.com, BATAM – Produk industri di Batam akan dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri.
Untuk itu, status Batam sebagai kawasan Free Trade Zone (FTZ) akan segera diubah menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
“Ada 262 juta konsumen di dalam negeri, Batam harus berkontribusi,” ujar Kepala BP Batam Edy Putra Irawady, Selasa (15/1).
Selama ini Batam mendapatkan fasiltias FTZ, yang memungkinkan barang impor dan ekspor di Batam tak kena tarif PPN, PPN BM, dan Bea. Namun jika produk industri Batam dijual ke dalam negeri, kewajiban membayar PPN, PPNBM, dan Bea kembali dikenakan.
Pemberian Fasilitas KEK di Batam dianggap menjadi solusi karena dengan KEK produk hasil industri di Batam bisa dijual ke dalam negeri tanpa dikenakan tarif pajak.
“Yang paling utama adalah untuk substitusi impor, karena itu konsep KEK itu kan, supaya pengusaha bisa jual ke dalam negeri, tentu dengan berbagai fasiltias. Itu yang saya pikir untuk tahun ini,” jelasnya.
Selain memenuhi pasar dalam negeri, Batam juga akan tetap berperan sebagai penyumbang ekspor nasional. Kedepan, seluruh barang dari luar negeri bisa dikumpulkan di Batam, untuk kemudian diekspor kembali ke negara-negara yang membutuhkan.
“Orientasi ekspor kita adalah untuk global value chain,” ujarnya.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pembenahan jasa logistik Batam akan terus digesa.
Terutama untuk meningkatkan kapasitas air cargo Bandara Hang Nadim. Pengembangan bandara Hang Nadim sendiri telah memasuki masa pre qualifikasi sejak awal bulan ini.
“Misalnya dari Surabaya mau kirim ke Eropa, dikumpulkan di Batam lalu diangkut dengan yang besar,” jelasnya.
Sektor pelabuhan juga terus dibenahi. Pelabuhan Batuampar akan didesain sebagai Hub Angkutan laut agar biaya logistik yang tinggi bisa ditekan.
Untuk menekan ongkos logistik, Batam harus meningkatkan volume angkut melalui perluasan jaringan. (K31)
Sumber :
https://sumatra.bisnis.com/read/20190115/534/878790/batam-akan-diubah-dari-free-trade-zone-jadi-kawasan-ekonomi-khusus
Wednesday, September 12, 2018
3 Perusahaan di Kawasan Industri Batamindo Buka Lowongan
Ribuan pencari kerja kembali memadati kawasan Multi Pupose Hall (MPH) Batamindo di Mukakuning sepanjang, Rabu (12/9) kemarin. Itu karena sejumlah perusahaan di kawasan Industri Batamindo membuka lowongan kerja diantaranya PT Dynacast, Unisem dan Ciba Vision.
Informasi yang didapat dari pihak PT Tunas Karya sebagai perusahaan perekrut, perekrutan tenaga kerja teknisi yang paling banyak dari PT Dynacast yakni 150 pekerja wanita dengan batas usia maksimal 23 tahun.
Sementara perusahan lainnya hanya membutuhkan dua hingga tiga orang pekerja saja khusus untuk pekerja pria.
“Untuk cewek yang banyak. Sekitar 150 orang yang dibutuhkan oleh PT Dynacast. Kalau yang lainnya hanya dua atau tiga orang untuk pria,” ujar Heru, petugas perekrut, kemarin.
Meskipun tak banyak yang direkrut namun lowongan kerja tersebut menjadi perhatian para pencaker untuk beradu nasib. Pantauan di lapangan, ada sekitar tiga ribuan pencaker yang memadati lokasi MPH Batamindo sejak pukul 07.00 WIB.
Tidak sedikit pencaker yang harus pulang dengan kecewa sebab tidak memenuhi persyaratan memasukan berkas lamaran seperti usia diatas 23 tahun hingga tinggi badan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh pihak perusahaan yang membuka lowongan kerja.
“Banyak yang tak masuk karena umur dan tinggi badan tak sesuai,” ujar Heru.
Selain itu ada juga pencaker yang mengurungkan niat mereka untuk memasukan lamaran sebab tidak sesuai dengan keinginan.
Sandra Juwita misalkan, gadis 22 tahun itu mengurungkan niatnya memasukan lamaran ke salah satu perusahaan yang buka lowongan kerja itu, lantaran dia pernah kerja di sana sebelumnya. Dia memutuskan untuk berhenti sebab pekerjaan terlampau berat.
“Bukannya milih-milih, tapi memang terlalu berat kerja di PT itu,” ujar Sandra.
Sumber :
https://batampos.co.id/2018/09/12/tiga-perusahaan-di-kawasan-industri-batamindo-buka-lowongan/
Friday, February 2, 2018
Batam Kembangkan Pariwisata Bahari
Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau ingin mengembangkan pariwisata bahari, terutama mengoptimalkan pantai sebagai objek tujuan pariwisata untuk mendongkrak angka kunjungan wisatawan internasional.
"Kami ingin mengembangkan pariwisata di pantai," kata Wali Kota Batam Kepulauan Riau.
Untuk mengembangkan pariwisata di pantai, maka Pemkot perlu memastikan hak pengelolaan di sejumlah pantai. Hal itu mengingat pemegang hak kelola lahan di Pulau Batam adalah Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, bukan Pemkot.
Menurut dia ada beberapa pantai yang potensial untuk dikembangkan di pulau utama dan pulau penyangga. "Ada beberapa pantai, kami siapkan regulasi," kata dia.
Sambil menunggu regulasi untuk mengembangkan pariwisata di pantai, Pemkot Batam kini memperbaiki infrastruktur kota, juga untuk menarik wisman.
Selama ini, kebanyakan wisman, terutama asal Singapura dan Malaysia yang datang ke Batam untuk menikmati wisata dengan berbelanja di tengah kota. Wali Kota menekankan keseriusan pemerintah membangun industri pariwisata, sebagai penyokong ekonomi masyarakat.
Tugas utama pemerintah membangun infrastruktur untuk membuat pelancong nyaman selama berada di kota yang berseberangan dengan Singapura dan Malaysia itu.
Ia mengaku pemerintah belum menyelenggarakan acara khusus untuk mendatangkan wisman, karena fokus utama masih untuk memperbaiki infrastruktur. "Pembenahan jalan utama dan jalan alteri. Acara apa pun yang mau ditampilkan, kalau kota jelek, bagaimana. Seperti menyuruh orang ke rumah saya, rumahnya harus cantik, wangi dulu," kata dia.
Wali Kota juga mempersilahkan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas Batam, bila ingin menyelenggarakan kegiatan penarik wisman. Menurut dia, tidak penting siapa yang menyelenggarakan kegiatan, karena yang diuntungkan adalah masyarakat Batam.
Namun, Wali Kota mengingatkan agar menyelenggarakan kegiatan untuk wisatawan domestik dan wisatawan manca negara, bukan untuk lokal Batam. "Kalau hanya mendatangkan orang lokal, uang tidak masuk," kata dia.
Sumber :
http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/18/01/12/p2fvn7284-batam-kembangkan-pariwisata-bahari
Dentuman Misterius di Batam
Senin, 29 Januari 2018 13:26 WIB
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim, Batam, belum memastikan penyebab dentuman disertai goncangan yang terjadi di Pulau Batam, Senin.
"Itu bukan gempa, juga bukan petir. Untuk sementara kami belum memastikan itu apa," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Hang Nadim Batam, Suratman.
Namun, kata dia, kemungkinan bunyi disertai goncangan itu sama dengan yang terjadi beberapa waktu lalu.
Hari ini warga kota di barat Indonesia itu dikagetkan oleh bunyi dentuman dan goncangan secara bersamaan.
"Tadi kami memang merasakan goyang sekejap, sekitar pukul 12.00 WIB," kata Kwartya, warga Batam.
Goncangan itu mengagetkan karena terjadi tiba-tiba dan bersamaan.
Seorang warga Batam lainnya bernama Habibie juga merasakan getaran yang sama.
"Iya, tadi ada goyang," kata Habibie.
Ia berharap aparat berwenang segera mengetahui sumber suara dan getar, serta mengantisipasi bila ada hal mengkhawatirkan dari peristiwa itu.
Sumber :
https://www.antaranews.com/berita/681323/dentuman-misterius-di-batam-bmkg-tak-bisa-pastikan-itu-apa
Monday, December 4, 2017
Pabrik Smartphone Xiaomi di Batam
Berkunjung ke Pabrik Smartphone Xiaomi di Batam
04 Des 2017, 15:15 WIB
Pemerintah telah mewajibkan semua smartphone 4G yang dijual di Indonesia memenuhi peraturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Vendor smartphone asing pun telah bekerja sama dengan perusahaan manufaktur lokal untuk merakit produknya di Indonesia.
Salah satunya adalah vendor smartphone Tiongkok Xiaomi. Februari 2017, Xiaomi mengumumkan telah bermitra dengan PT Sat Nusapersada (Sat Nusa) untuk merakit smartphone 4G yang dirilis di Indonesia. Waktu itu Xiaomi menyebut bisa merakit ratusan ribu unit smartphone tiap bulan.
Tekno Liputan6.com berkesempatan untuk berkunjung ke pabrik Xiaomi yang berada di PT Sat Nusapersada, Batam, Senin (4/12/2017). PT Sat Nusapersada berada di daerah Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau yang ada di dekat wilayah permukiman penduduk.
Begitu memasuki area pabrik, pengunjung diwajibkan untuk mematuhi beberapa peraturan. Misalnya saja pengunjung wajib berjalan di area yang telah ditentukan yang dibatasi dengan cat berwarna kuning di lantai.
Kemudian, di beberapa area pabrik juga dilarang untuk mengambil foto. Selain itu, mereka yang masuk ke area perakitan diharuskan memakai pakaian khusus untuk memasuki area produksi. Semua orang yang memasuki ruang perakitan juga tidak diperbolehkan membawa smartphone serta alat elektronik lainnya.
Sekadar informasi, di PT Sat Nusapersada, Xiaomi memiliki 9 line produksi, yakni 4 line produksi terletak di lantai 1 dan 5 line produksi terletak di lantai 2.
Kegiatan di Pabrik Xiaomi yang berada di PT Sat Nusapersada
Managing Director Xiaomi Indonesia Steven Shi melihat proses pengepakan smartphone Xiaomi
Adapun pada masing-masing line, ada 48 proses perakitan yang dilakukan, mulai dari pengecekan dan verifikasi barang masuk untuk dirakit, proses perakitan atau assembly yang terdiri dari berbagai proses, termasuk pemasangan motherboard, kamera depan dan belakang, fingerprint, baterai, layar, pengujian seluruh fungsi smartphone dan packing.
Proses Perakitan dan Packing
Seluruh proses inipun tak luput dari pengecekan yang dilakukan oleh petugas quality control (QC) yang memastikan tak ada masalah pada tiap prosesnya. Selanjutnya, petugas melakukan pengepakan atau packing produk yang dilengkapi dengan plastik pres.
Terakhir, boks berisi smartphone dipak dalam kardus untuk didistribusikan.
Sumber :
https://www.liputan6.com/tekno/read/3184229/berkunjung-ke-pabrik-smartphone-xiaomi-di-batam
Related Posts
-
Kodepos: 29433, Kode Tlp: 0770 Muka Kuning adalah wilayah kelurahan di wilayah kecamatan Sei Beduk (Sungai Beduk) Kota Batam, Kepulaua...
-
Ruli, Gusur Satu Tumbuh Seribu Di sebuah warung di Kampung Nanas, Batam Kota, pembicaraan tentang rumah liar itu mengalun pelan. Yanti,...
-
Koperasi McDermott Raih Standar Internasional Koperasi Karyawan (Kopkar) Mc Dermott meraih sertifikat ISO 9001:2008 untuk cakupan jasa ...
-
Badan Pengusahaan Kawasan Free Trade Zone Batam (BP Batam) mencatat ada empat perusahaan tutup sepanjang tahun 2014, sedangkan Disnaker m...
-
Melihat Jembatan Barelang, Ikon Kota Batam Peninggalan Habibie Mendiang Presiden Ketiga Indonesia, BJ Habibie, meninggalkan banyak wari...


